OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Jumat, 04 Oktober 2013

KORUPSI ADALAH KANKER MORAL.

OM SWASTIASTU. OM AWIGNAMASTU.

Secara medis penyakit kanker itu sampai sekarang belum ditemui obatnya, itu artinya kemungkinan yang terbesar adalah, si penderita penyakit itu persentasanya lebih besar mengarah kepada kematian. Untuk itu marilah kita bersama-sama berdo'a dan berprilaku menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan terkenanya penyakit tersebut.

Namun ada lagi penyakit sejenis kanker yang jauh lebih ganas dan dapat merugikan banyak orang yaitu KORUPSI. Kalau penyakit kanker pisik itu yang paling merasakan sakitnya adalah si penderita, tetapi bila sakit kanker moral (korupsi), mereka yang terjangkit tidak merasakan sakitnya secara fisik, namun masyarakat sangat merasakannya. Bahkan si penderita sama sekali tidak memikirkan diri mereka secara keyakinan spiritul dan keyakinan agama. Umpamanya; BAGAIMANA AKAN JADINYA HIDUP MEREKA DIALAM SANA DAN BAGAIMANA HIDUP MEREKA DIKEMUDIAN HARI. Semuanya ini tidak terpikirkan sama sekali, sebab mereka telah tertutup mata bhatinnya dengan kotoran duniawi, yang mereka kumpulkan sendiri dan mereka tutup mata bhatinnya sendiri. Tidak merasakan sedikitpun harga diri mereka semakin merosot, tidak memikirkan bagaimana sakit hatinya leluhur mereka di alam sana, dan bagaimana menyesalnya Tuhan memberikan mereka hidup sebagai manusia (dilihat dari tiori personifikasi).

Wahai para koruptor sadarlah kau bahwa apa yang kau lakukan itu adalah langkah menggali lobang neraka yang semakin dalam untuk mengubur dirimu sendiri.

Sebenarnya cikal bakal terjadinya koruptor itu sangat kecil sekali yaitu; kebanyakan para koruptor pada mulanya dipikiran mereka : ADA BENIH UNGGUL INGIN MEMILIKI MILIK ORANG LAIN. ( Baca Kitab Sarasamuscaya tentang karmapatha). Hal itu akan semakin subur bila mereka mendapat kesempatan melalui posisinya, jadilah mereka korupsi. Para koruptor itu sama sekali tidak mensyukuri hidupnya dan tidak mensyukuri karunia Tuhan terhadap dirinya.

Sehingga melalui tulisan ini saya mengajak saudara-saudara untuk merenung dan mencamkan cerita itihasa, SWARGA ROHANIKA PARWA. Yaitu di saat Yudhistira dan adik-adiknya, istrinya (Panca Pandawa) menuju sorga. Kenapa Yudhistira akhirnya hanya diikuti oleh seekor anjing (cicing gudig) sampai ke sorga? Kenapa Dewi Drupadi yang amat cantik ditinggal, kenapa adik-adiknya yang gagah berani dan amat kesatriya, ditinggal? atau tidak bisa mengikutinya? Camkanlah ini dan lakonilah ini secara pelan-pelan, maka saudara akan terhindar dari serangan penyakit kanker moral (korupsi). Korupsi itu adalah langkah yang paling menyengsarakan baik menyengsarakan diri sendiri, juga menyengsarakan ribuan orang. Walaupun demikian Tuhan Yang Maha Ksih dan Maha Pengampun masih memberi kamu kesempatan untuk menyadarkan dirimu dan kembali kejalan menuju Tuhan. S E K I A N.

OM SANTIH, SANTIH, SANTIH OM.


sumber: http://www.idapedandagunung.com




0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kunjungan dan kesan yang telah disampaikan

Cari Artikel di Blog ini

Cari Uang Dengan Robot ? Apa Mungkin ?

Cari Uang Dengan Robot ? Apa Mungkin ?
Bagaimana jika ada sebuah #software yang bisa membuat #robot secara instant dan menghasilkan uang untuk Anda

Berita Terkait Semangat Hindu



Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu Arya Wedakarna Atharvaveda Balipost Belajar dari Sejarah Bhagavadgita Bhagawan Wiyasa Brahmana Cendekiawan Hindu Dharma Doa Anak Hindu Doa Melayat Orang Meninggal Dunia Doa Mengheningkan Cipta Doa Mengujungi Orang Sakit Doa Mohon Ketengangan dalam Keluarga Durga Puja Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma Eyang Roro Anteng Ganesha Chaturthi Gayatri Mantram Hari Raya Galungan Hari Raya Nyepi Hari Raya Saraswati Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Bali Hindu Banten Hindu Batam Hindu Bogor Hindu Ciledug Hindu Festival Hindu German Hindu India Hindu Jakarta Hindu Jawa Hindu Jawa Barat Hindu Jawa Tengah Hindu Jawa Timur Hindu Jogjakarta Hindu Kaharingan Hindu Kalimantan Hindu Klaten Hindu Kresna Hindu Malang Hindu Maluku Hindu Nepal Hindu Palembang Hindu Papua Hindu Pekanbaru Hindu Pematangsiantar Hindu Sulawesi Hindu Sulawesi Tengah Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda Gede Made Gunung Implikasi Keyakinan Atas Prilaku Joko Seger Juan Mascaro Kasada Kebangkitan Hindu Kemenag ki nirdon Kitab Suci Veda Kuil Mariaman lontar Mahabharata Ramayana Mantra Meditasi Matahari Terbit Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema Mundakopanisad nakbalibelog Nirukta pandita Pasraman Pitra Yadnya Ngaben Principle Beliefs of Hinduism Pujawali Pujawali Pura Hindu Pura Agung Blambangan Pura Agung Raksa Buana Pura Dharma Sidhi Pura Giri Kusuma Pura Kerta Buana Giri Wilis Pura Mandara Giri Semeru Agung Pura Sangga Buwana Hamburg renungan suci Rgveda Rig Weda sad guru Samaveda Semangat Hindu Swami Harshananda Swami Vivekananda Tanya Jawab Hindu Tirtayatra Tuhan Krishna tutur Upanisad Upanisad Himalaya Jiwa Vasudhaiva Kutumbakam Veda Veda Sabda Suci wija kasawur