OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Kamis, 26 Januari 2017

Hari Raya Pagerwesi

Om Swastyastu



Om Guru deva guru rupam, Guru madhya guru purvam, Guru pantara devanam, Guru deva sudha nityam.
Om Shri Guru bhyo namah svaha

ata “pagerwesi” artinya pagar dari besi. Ini merupakan simbolisasi dari suatu perlindungan yang kokoh dan kuat, karena sesuatu yang dipagari berarti sesuatu yang bernilai tinggi, agar jangan mendapat gangguan atau dirusak baik oleh diri sendiri pun oleh pihak dari luar diri.

Hari Raya Pagerwesi dilaksanakan pada hari Budha Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, baik para rohaniwan (sulinggih, pemangku) maupun umat umum (walaka).

Hari Raya Pagerwesi sering diartikan oleh umat Hindu sebagai hari untuk memagari diri yang dalam bahasa Bali disebut “magehang raga”. Nama Tuhan yang dipuja pada hari raya ini adalah Sanghyang Paramesti Guru. Sanghyang Paramesti Guru adalah nama lain dari Dewa Siwa sebagai manifestasi Tuhan untuk melimpahkan perlindungan atau proteksi agar terhindar dari hal-hal negatif, juga adalah untuk melebur segala hal yang buruk. Dalam kedudukannya sebagai Sanghyang Paramesti Guru, Beliau menjadi gurunya alam semesta terutama manusia.

Hidup tanpa guru sama dengan hidup tanpa penuntun, sehingga tanpa arah dan segala tindakan jadi ngawur ini yang disebut oleh aksara suci: “sing nawang kaje kelod kangin kauh dalem kelawan daken”.

Dalam lontar Sunarigama disebutkan “Budha Kliwon Shinta Ngaran Pagerwesi payogan Sang Hyang Para Guru kairing ring watek Dewata Nawa Sanggha ngawerdhiaken sarwa tumitah sarwa tumuwuh ring bhuana kabeh.”

Artinya:

Rabu Kliwon Shinta disebut Pagerwesi sebagai pemujaan Sang Hyang Paramesti Guru yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanggha (sembilan dewa) untuk mensejahterakan segala yang lahir dan segala yang tumbuh di seluruh dunia.

Pelaksanaan upacara/upakara Pagerwesi sesungguhnya titik beratnya pada para pendeta atau rohaniawan pemimpin agama ini sesuai dengan petikan lontar Sunarigama disebutkan: “Sang Purohita ngarga apasang lingga sapakramaning ngarcana paduka Prameswara. Tengahiwengi yoga samadhi ana labaan ring Sang Panca Maha Bhuta, sewarna anut urip gelarakena ring natar sanggah”.

Artinya:

Sang Pendeta hendaknya ngarga dan mapasang lingga sebagaimana layaknya memuja Sang Hyang Parameswara (Paramesti Guru). Tengah malam melakukan yoga samadhi, ada labaan (persembahan) untuk Sang Panca Maha Bhuta, segehan (terbuat dari nasi) lima warna menurut uripnya dan dihaturkan di halaman sanggah (tempat persembahyangan).

Sebagaimana telah disebutkan dalam lontar Sunarigama; Pagerwesi yang jatuh pada Budha Kliwon Shinta merupakan hari Payogan Sang Hyang Paramesti Guru diiringi oleh Dewata Nawa Sanggha. Hal ini mengandung makna bahwa Hyang Paramesti Guru adalah Tuhan dalam manifestasinya sebagai guru sejati.

Mengadakan yoga berarti Tuhan menciptakan diri-Nya sebagai guru. Dengan demikian, siapa saja yang menyucikan dirinya akan dapat mencapai kekuatan yoga dari Hyang Paramesti Guru. Kekuatan itulah yang akan dipakai memagari diri. Pagar yang paling kuat untuk melindungi diri kita adalah “ilmu” yang berasal dari guru sejati pula. Guru yang sejati adalah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu inti dari perayaan Pagerwesi itu adalah memuja Tuhan sebagai guru yang sejati. Memuja berarti menyerahkan diri, menghormati, memohon, memuji dan memusatkan diri. 
Ini berarti kita harus menyerahkan kebodohan kita pada Tuhan agar beliau sebagai guru sejati dapat megisi kita dengan kesucian dan pengetahuan sejati.

Dalam pelaksanaannya, umat menghaturkan upakara/banten pejati, (daksina, peras, ajuman, penyeneng), dapetan, sesayut pageh urip dan prayascitta sebagai upakara penyucian, serta banten segehan seperti biasa.

Beberapa pengastawa yang umum digunakan untuk memuja Sanghyang Paramesti Guru, yakni:

1. Om Giripati maha viryam, Mahadeva pratista lingam, sarva Deva Pranayanam. Sarva Jagat Pratistanam. Om Giripati dipata ya namah.

2. Om Gurur adir anadis ca Guruh param daivatam. Guroh parataram nasti, tasmai Shri Guruve Namah svaha.

3. Om Mata guru shri jagad guruh. Mad atma sarva bhutatma, tasmai Shri Guruve Namah svaha.

4. Om Guru deva guru rupam, Guru madhya guru purvam, Guru pantara devanam, Guru deva sudha nityam.
Om Shri Guru bhyo namah svaha (sumber: Guru Sotramala)

Demikian secara singkat saya sampaikan yang berkenaan dengan Hari Pagerwesi. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

“Selamat Hari Suci Pagerwasi, Rabu Kliwon Shinta, 12 Maret 2014, Semoga atas anugerah Hyang Widhi kita memperoleh kekuatan lahir bathin (sekala-niskala), sehingga dapat dan mampu menjaga kesejatian diri”.
Om Santih Santih Santih Om
~ I W Sudarma (Jro Mangku Danu)


0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kunjungan dan kesan yang telah disampaikan

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu



Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu Arya Wedakarna Atharvaveda Balipost Belajar dari Sejarah Bhagavadgita Bhagawan Wiyasa Brahmana Cendekiawan Hindu Dharma Doa Anak Hindu Doa Melayat Orang Meninggal Dunia Doa Mengheningkan Cipta Doa Mengujungi Orang Sakit Doa Mohon Ketengangan dalam Keluarga Durga Puja Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma Eyang Roro Anteng Ganesha Chaturthi Gayatri Mantram Hari Raya Galungan Hari Raya Nyepi Hari Raya Saraswati Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Bali Hindu Banten Hindu Batam Hindu Bogor Hindu Ciledug Hindu Festival Hindu German Hindu India Hindu Jakarta Hindu Jawa Hindu Jawa Barat Hindu Jawa Tengah Hindu Jawa Timur Hindu Jogjakarta Hindu Kaharingan Hindu Kalimantan Hindu Klaten Hindu Kresna Hindu Malang Hindu Maluku Hindu Nepal Hindu Palembang Hindu Papua Hindu Pekanbaru Hindu Pematangsiantar Hindu Sulawesi Hindu Sulawesi Tengah Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda Gede Made Gunung Implikasi Keyakinan Atas Prilaku Joko Seger Juan Mascaro Kasada Kebangkitan Hindu Kemenag ki nirdon Kitab Suci Veda Kuil Mariaman lontar Mahabharata Ramayana Mantra Meditasi Matahari Terbit Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema Mundakopanisad nakbalibelog Nirukta pandita Pasraman Pitra Yadnya Ngaben Principle Beliefs of Hinduism Pujawali Pujawali Pura Hindu Pura Agung Blambangan Pura Agung Raksa Buana Pura Dharma Sidhi Pura Giri Kusuma Pura Kerta Buana Giri Wilis Pura Mandara Giri Semeru Agung Pura Sangga Buwana Hamburg renungan suci Rgveda Rig Weda sad guru Samaveda Semangat Hindu Swami Harshananda Swami Vivekananda Tanya Jawab Hindu Tirtayatra Tuhan Krishna tutur Upanisad Upanisad Himalaya Jiwa Vasudhaiva Kutumbakam Veda Veda Sabda Suci wija kasawur