OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Rabu, 18 Juni 2014

Pasu dan Pasa

Pasu dan Pasa. Pasu berarti binatang. Pasa berarti tali pengikat. Dua kata yang cukup menarik perhatian kita, terlebih ketika ke dua kata itu menjadi satu istilah atau nama : Pasupati, nama lain dari Siwa dan Rudra, yang bersenjatakan Pasayuddha (ketika menghadapi Arjuna), yang memberi anugerah senjata Pasupati kepada pertapa yang dianugrahinya (Arjuna adalah penerima anugerah tersebut).



Mpu Kanwa menjalin kata-kata bermakna ini dalam karya kakawinnya, Arjuna-Wiwaha. Dalam menguji keteguhan tapa Sang Arjuna, Hyang Siwa (Pasupati) mengeluarkan berbagai senjata, seperti panah, Ardha Candra, Siladrikuta, Sayakagni, semuanya dapat dihancurkan oleh Arjuna dengan berbagai senjata yang dikeluarkannya. 

Akhirnya Hyang Siwa mengeluarkan panah Pasuyuddha : Sang Hyang Rudra temen krodha nira mayataken pasayuddha sira / hru mawak sangkakalakara mamuka bhujaga krurangamah-amah / ndan rangkep kala dhangastra pinaka dulurikang prana praharana /.....// "Hyang Siwa sangat marah lalu membidikkan senjata pengikat Pasayuddha / senjata panah berbentuk rantai bermuka naga yang mengerikan senantiasa hendaknya memporak porandakan / disertai taring Dewa Maut sebagai sarana pencabut nyawa /....//"

Demikianlah senjata Pasayuddha yang dahsyat itu akhirnya dapat mematahkan panah yang dilepaskan oleh sang Arjuna, juga meremukkan mahkotanya, namun Sang Arjuna tidak pernah patah semangat. Maka iapun lalu mengamuk, memukul Hyang Siwa (berwujud sebagai pemburu) dengan busur panahnya yang patah, lalu bergumul sejadi-jadinya. Perang tanding antara Hyang Siwa (pemburu) dengan Sang Arjuna terjadi begitu dahsyatnya. Ketika Arjuna hendak membanting kedua kaki si pemburu, tiba-tiba ia lenyap tanpa bekas. Bersamaan dengan itu hujan bungan bertaburan, suara puja mantera mengiringinya. Akhirnya Arjuna bersujud ketika melihat cahaya gemerlapan, Hyang Siwa memanpakkan diri.

Kepada Arjuna yang bersila dihadapannya dan memujaNya, Hyang Siwa memberikan anugerah : "Anakku huwus katon abhimanta temunta kebeh / hana panganurahanku cadusakti winimba sara / Pasupati sastrakastu pangaranya nihan wulati // " Ananda ternyata telah berhasil menemui segala tujuan pelaksanaan tapamu / ada anugerahKu berupa "Cadusakti" (empat sakti) dalam bentuk senjata / panah Pasupati namanya sudah terkenal,lihatlah !". Demikianlah panah Pasupati, anugerah Hyang Pasupati, diterima oleh Sang Arjuna, pertapa yang teguh, yang telah dapat mengatasi segala godaan dan cobaan.

Bila kita renungkan lebih mendalam makna dari uraian di atas kita mendapatkan suatu pesan : dalam usaha pendakian rokhani manusia (pasu) harus dilepaskan dari ikatan (pasa), yaitu mengatasi taraf pasu (mahluk yang terikat), mahluk yang terbelenggu oleh maya. Di sini kita teringat kembali dengan ajaran Siwatattwa dan Mayasiratattwa.

Manusia yang terbebas dari ikatan (pasa), artinya ia tidak lagi sebagai pasu, digambarkan sebagai seorang yang telah mendapat anugerah senjata pasupati. Arjuna, dia yang telah melaksanakan tapa brata yoga semadhi dengan teguh dan khusuk adalah sebuah contoh. 

Pasu dan Pasa, Pasayuddha dan Pasupati sangat tepat kita jadikan pembahasan ketika kita menyongsong Hari Raya Suci Siwaratri (ketika kita biasamembahas kisah si Lubdhaka, pemburu yang mendapatkan anugerah Hyang Pasupati) juga hari Raya Galungan ini (ketika kita membahas kisah si Mayadhanawa, raja maya yang terbunuh oleh Indra dan Pasupati ). OM NAMA PASUPATAYA. 
Sumber bacaan buku Wija Kasawur 2 Ki Nirdon. (RANBB)


0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kunjungan dan kesan yang telah disampaikan

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu



Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu Arya Wedakarna Atharvaveda Balipost Belajar dari Sejarah Bhagavadgita Bhagawan Wiyasa Brahmana Cendekiawan Hindu Dharma Doa Anak Hindu Doa Melayat Orang Meninggal Dunia Doa Mengheningkan Cipta Doa Mengujungi Orang Sakit Doa Mohon Ketengangan dalam Keluarga Durga Puja Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma Eyang Roro Anteng Ganesha Chaturthi Gayatri Mantram Hari Raya Galungan Hari Raya Nyepi Hari Raya Saraswati Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Bali Hindu Banten Hindu Batam Hindu Bogor Hindu Ciledug Hindu Festival Hindu German Hindu India Hindu Jakarta Hindu Jawa Hindu Jawa Barat Hindu Jawa Tengah Hindu Jawa Timur Hindu Jogjakarta Hindu Kaharingan Hindu Kalimantan Hindu Klaten Hindu Kresna Hindu Malang Hindu Maluku Hindu Nepal Hindu Palembang Hindu Papua Hindu Pekanbaru Hindu Pematangsiantar Hindu Sulawesi Hindu Sulawesi Tengah Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda Gede Made Gunung Implikasi Keyakinan Atas Prilaku Joko Seger Juan Mascaro Kasada Kebangkitan Hindu Kemenag ki nirdon Kitab Suci Veda Kuil Mariaman lontar Mahabharata Ramayana Mantra Meditasi Matahari Terbit Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema Mundakopanisad nakbalibelog Nirukta pandita Pasraman Pitra Yadnya Ngaben Principle Beliefs of Hinduism Pujawali Pujawali Pura Hindu Pura Agung Blambangan Pura Agung Raksa Buana Pura Dharma Sidhi Pura Giri Kusuma Pura Kerta Buana Giri Wilis Pura Mandara Giri Semeru Agung Pura Sangga Buwana Hamburg renungan suci Rgveda Rig Weda sad guru Samaveda Semangat Hindu Swami Harshananda Swami Vivekananda Tanya Jawab Hindu Tirtayatra Tuhan Krishna tutur Upanisad Upanisad Himalaya Jiwa Vasudhaiva Kutumbakam Veda Veda Sabda Suci wija kasawur