OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label Rgveda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rgveda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2024

Pemahaman Kitab Suci Veda

 Pemahaman Kitab Suci Veda

 

Kitab suci merupakan sumber ajaran kebenaran  yang  wajib  dilaksanakan  oleh  manusia  sehingga  perlu  dipahami, dilaksanakan, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh umat manusia tanpa kecuali (MDS: XVI-18).

 Pemahaman lebih jauh tentang Kitab Suci Veda meliputi beberapa kelompok, yaitu:

 

Sruti namanya Catur Veda merupakan kumpulan mantra yaitu Rgveda (mantra tentang puja), Samaveda (mantra lagu-lagu pujian), Yayurveda (mantra-mantra tentang Yajña), Atharwaveda (mantra yang bersifat magis).

 

  • Smrthi (dharma sastra) yang memuat 2 kelompok,  yaitu kelompok Vedangga dan kelompok Upaveda.
  • Kebiasaan-kebiasaan yang baik  dari penghayat veda (sila) dan tradisi-tradisi orang suci (acara).
  • Rasa puas atau puji syukur (atmanastuti). Secara lengkapnya tersurat vedo’khilo dharma mulam smrti ca tad vidam, acaracca iva sadhunam  atmanastustir ceva ca- MDS : II-6//.
  • Memahami konsep agama, bahwa agama memiliki kerangka dasar berupa Tattwa, Susila, Acara. Pemahaman tentang konsep tersebut akan dapat menguatkan kualitas hidup dan kehidupan serta mengatasi permasalahan hidup.

Senin, 26 Juni 2023

Jalan Perbuatan Karma Marga

Percikan Dharma

Jalan Perbuatan (Karma Marga)


Om Swastyastu

Umat se-dharma, dalam kehidupan ini untuk dapat mencapai tujuan utama umat Hindu yaitu Moksartham Jagadhita ya ca iti dharma salah satunya yaitu jalan perbuatan. Oleh karena berbuat baik, benar, giat, jujur dan tidak malas disabdakan dalam sabda suci Hyang Widhi. 



Jalan perbuatan ini disebut jalan Karma Marga. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa jalam Karma Marga dan Bhakti , demikian Karma dan Jnana, Jnana dan Raja Marga. Sesungguhnya semua jalan hampir sama cuma pemahaman dan kemampuan umat manusia mengkuti jalan-jalan itu berbeda-beda. Jalan perbuatan menekankan pada kerja keras, kejujuran dan meyakini setiap perbuatan bila dikerjakan dengan baik sesuai dengan ajaran-Nya, maka seseorang juga akan sampai kepada-Nya.


Kerja yang jujur


Aksair ma divyah krsim it krsasva

vite ramasva bahu manyanmanah,

tatra gavah kitava tatra jada

tanme vi caste sarvitayam aryah.


Rg Veda X. 34. 13


Artinya

Jangan bermain dadu, tanamilah ladangmu; Berbahagialah  dengan kekayaan itu, banggakanlah itu. Wahai penjudi, ingat ternakmu dan ingat istrimu. Demikianlah nasehat Swanita yang mulia.


Ulasan

Bahwa dalam hidup ini penuh liku-liku maka jangan pernah gunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena kesempatan hidup tidak selamanya seperti ini kadang kehidupan nanti tidak sama karena karna wasana mengikuti kehidupan selanjutnya.


Oleh karena itu gunakan kesempatan seperti ini untuk kerja kerja dan kerja secara jujur agar dapat hasil yang maksimal. Demikian dengan kerja secara jujur tanpa pamrih bisa membawa kita menuju Moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang 

Minggu, 18 Juni 2023

Percikan Dharma Yajna dan Sraddha

 Percikan Dharma Yajna dan Sraddha


Om Swastyastu

Umat se-dharma, setiap tindakan tanpa dilandasi keyakinan yang mantap, akan sia-sia belaka. Demikian pula keyakinan kita kepadaTuhan atau Hyang Widhi. Sraddha apnoti brahma apnoti, mereka yang memliki keyakinan yang mantap dapat mencapai dan bersatu dengan Tuhan atau Hyang Widhi, demikian pula dalam melaksanakan yajna, mutlak dilandasi Sraddha atau keyakinan yang mantap.



Orang yang yakin dengan Hyang Widhi tidak pernah kehilangan.



Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :

Nu cit sa bhresate jano resan

mano yo asya ghoram avivasat

yajnair ya indre dadhate duvamsi,

ksayat sa raya rtapa rtejah


Rg Veda VII. 20. 6


Dia, yang mengambil hati Sang Hyang Indra yang dasyat itu dengan sarana yajna, tidak ragu-ragu maupun menderita rugi. Dia, yang menyembah Sang Hyang Indra dan berbicara kebenaran, menikmati berlimpahan kekayaan.


Ulasan

Bahwa kalau kita yakin akan Tuhan niscaya akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam berusaha. Untuk itu modal utama yang harus dipupuk dalam diri kita yaitu yakin dan melakukan kebenaran pasti tidak ragu-ragu dan tidak akan merasa kehilangan.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Jumat, 16 Juni 2023

Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan

 Percikan Dharma

Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan


Om Swastyastu

Umat se-dharna, dalam kehidupan ada saja bentuk kejahatan yang harus dihadapi oleh umat manusia. Janganlah mundur menghadapi kejahatan? Hadapi orang hahat atau curang dengan ke

bijaksanaan, taklukkan orang yang bengkok dengan akal yang sehat, perlakukan orang yang jahat sesusi hukum (biarlah hukum yang melindungi atau menghukum mereka), jangan gentar menghadapi pelaku kejahatan, demikian pula jangan memakai ilmu sihir, sebab membahayakan pemakainya. Perlakukan orang lain sepantasnya dan bahkan sebagai sahabat.



Hadapi orang yang curang dengan bijaksana


Tvam mayabhir apa mayino

adham ah, svadhabhir ye adhi

suptav ajuhvata.


Rg Veda I. 52. 5


Artinya

Sang Hyang Indra, Engkau meremukan orang-orang yang licik yang menaruh sesaji-sesaji di dalam mulut mereka sendiri, dengan alat-alatmu yang baik.


Ulasan

Bahwa dalam kehidupan ini ada saja yang melakukan kecurangan atau kejahatan sehingga membahayakan hidup manusia. Untuk itu hadapi semua kejahatan atau kecurangan dengan sikap bijaksana agar kita tetap wasapada dan terhindar dari segala bahaya yang setiap saat menghampiri hidup kita.


Demikian yang bisa dilakukan agar bisa terhindar dari kejahatan atau kecurangan dalam hidup di dunia ini. Oleh karena itu jangan ragu untuk tetap melaksanakan kebajikan agar selalu tetap terhindar dari segala kejahatan atau kecurangan dalam hidup ini.


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Om Santih Santih Santih Om

Selasa, 13 Juni 2023

Sraddha Apnoti Brahma Apnoti

 Percikan Dharma

Yajna dan Sraddha


Om Swastyastu

Umat se-dharma, setiap tindakan tanpa dilandasi keyakinan yang mantap, akan sia-sia belaka. Demikian pula keyakinan kita kepadaTuhan atau Hyang Widhi. Sraddha apnoti brahma apnoti, mereka yang memliki keyakinan yang mantap dapat mencapai dan bersatu dengan Tuhan atau Hyang Widhi, demikian pula dalam melaksanakan yajna, mutlak dilandasi Sraddha atau keyakinan yang mantap.



Orang yang yakin dengan Hyang Widhi tidak pernah kehilangan.


Nu cit sa bhresate jano resan

mano yo asya ghoram avivasat

yajnair ya indre dadhate duvamsi,

ksayat sa raya rtapa rtejah


Rg Veda VII. 20. 6


Dia, yang mengambil hati Sang Hyang Indra yang dasyat itu dengan sarana yajna, tidak ragu-ragu maupun menderita rugi. Dia, yang menyembah Sang Hyang Indra dan berbicara kebenaran, menikmati berlimpahan kekayaan.


Ulasan

Bahwa kalau kita yakin akan Tuhan niscaya akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam berusaha. Untuk itu modal utama yang harus dipupuk dalam diri kita yaitu yakin dan melakukan kebenaran pasti tidak ragu-ragu dan tidak akan merasa kehilangan.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Sabtu, 08 April 2023

Tujuan Perkawinan Wiwaha Agama Hindu

 Percikan Dharma Perkawinan (Wiwaha)




Om Swastyastu

Umat se-dharma, dalam hidup ini pasti akan sampai ke jenjang perkawinan atau wiwaha. Karena tujuan perkawinan mendambakan hidup sejahtera dan bahagia. Dalam kitab Manawadharma sastra menyatakan bahwa tujuan perkawinan itu meliputi: 

1. Dharmadampatti (hidup bersama-sama, suami istri mewujudkan pelaksanaan dharma), 

2. Praja (melahirkan keturunan),

3. Rati (menikmati kehidupan seksual dan kepuasan indra lainnya).


Jadi tujuan utama dalam perkawinan adalah melaksanakan dharma. Dalam perkawinan, suami istri hendaknya berupaya jangan sampai ikatan tali perkawinan retak atau lepas. Pasangan suami istri hendaknya dapat mewujudkan kebahagiaan, tidak terpisahkan (satu dengan yang lainnya), bermain riang gembira dengan anak-anak dan cucu-cucunya.


Semoga kehidupan perkawinan kami berbahagia


Sam jaspatyam suyamam astu devah.


Rg Veda X. 85. 23


Artinya

Ya, para Dewata, semoga kehidupan perkawinan kami berbahagia dan tentram.


Ulasan

Bahwa dalam kehidupan tidak dapat dielakkan lagi akan terjadinya suatu perkawinan, karena dengan melaksanakan perkawinan akan membawa perubahan dalam hidupnya. Oleh karena itu sudah semestinya kita akan menjalani hidup berumah tangga yang disebut dengan perkawinan atau wiwaha dengan tujuan melanjutkan keturunan agar hidup ini berlanjut sampai kapanpun.


Demikian yang harus dilaksanakan dalam perkawinan atau wiwaha agar berlangsung langgeng sampai kakek-kakek dan ninen-ninen sehingga hidup akan bersambung dengan karma wasana masing-masing.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Selasa, 04 April 2023

Percikan Dharma Keluhuran Budi

Percikan Dharma Keluhuran Budi


Om Swastyastu

Umat se-dharma, dalam sebuah kehidupan pasti ingin sesuatu yang menyenangkan dan bahagia tentunya. Untuk itu hendaknya selalu melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan tersebut.



Perbuatan mulia mengantarkan pada keluhuran budi. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menumbuh-kembangkan keluhuran budi, seperti nenolong orang-orang miskin, menjadi orang tua asuh bagi anak-anak miskin, memberikan pendidikan bagi anak-anak cerdas dan berbakat dan lain sebagainya.


Orang yang mengembangkan keluhuran budi dengan menyisihkan sebagian uang atau kekayaannya untuk dijadikan dana punia sesungguhnya akan memperoleh keberuntungan. Orang yang memiliki keluhuran budi akan memperoleh kemasyuran. Orang yang mengembangkan keluhuran budi sesungguhnya menyelamatkan hidupnya. 

Keluhuran budi menyelamatkan hidup


Kseti ksemebhih sadhubhir

nakir yam ghnanti hanti yah,

agne suvira edhate.


Rg Veda VII. 84. 9


Artinya

Ya, Sang Hyang Agni / Tuhan Yang Maha Esa, dia, yang menjalani kehidupan yang suci, yang melakukan kebaikan kepada orang-orang yang lain, tidak bisa dirugikan. Orang yang berani itu selalu berhasil baik.


Ulasan

Bahwa sesungguhnya dalam kehidupan ini kalau selalu mengutamakan keluhuran budi niscaya akan mendapatkan kebahagiaan dan keharmonisan dalam rumah tangga. Oleh karena itu hendaknya dalam menjalani kehidupan ini selalu yang utama perlu dilakukan adalah bagaimana dapat menyenangkan orang lain.


Demikian dengan keluhuran budi bisa membawa kita untuk hidup lebih baik dan bahagian baik di dunia maupun di dunia lainnya. Sehingga dengan modal keluhuran budi niscaya dalam perjalanan hidupnya akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar hasil dari keluhuran budi yang ia lakukan.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu 

Kota Serang

Rabu, 01 Februari 2023

Percikan Dharma Pulang ke Jalan Dharma

 Percikan Dharma Pulang ke Jalan Dharma


Om Swastyastu


Umat se-dharma, bahwa seseorang yang lama pergi pasti membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyesuaikan kembali apa yang diyakininya. Untuk itu perlu pendamping yang selalu mampu meyakinkan ia agar secepatkan membaur di rumah Dharma.


Memang dalam kehidupan ini ada yang harus berjalan sesuai dengan alam agar semua bisa mendapatkan sesuatu yang yang diyakininya. Pada perjalanan sang waktu ia dapat menemukan jati dirinya bahwa ia merasa dirumah sendiri dan mampu mengenang masa lalunya.


Dalam hal ini perlu ada yang dapat membimbingnya agar cepat memahami dan melaksanakan keyakinannya tersebut dengan baik. Itulah yang harus dilakukan untuk membimbing mereka yang telah pulang ke jalan dharma sehingga benar-benar merasakan dharma sebenarnya dalam hatinya.


Namun terkadang kita juga ga peduli saudara kita yang telah pulang ke jalan dharma sehingga karena ga ada kepedulian itu mereka merasa tidak ada tempat yang mereka yakini. Untuk itulah mari kita sambut saudara kita yang telah pulang ke jalan Dharma dengan mengisi dan memberikan siraman rohaninya sehingga mereka benar-benar diperhatikan. Itulah tugas dari Parisada dan umat yang bersinggungan langsung dengan mereka agar mereka merasakan indahnya dan harmonisnya setelah mereka pulang ke jalan Dharma.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Jumat, 20 Januari 2023

Percikan Dharma Jangan Berjudi

Percikan Dharma Jangan Berjudi


Om Swastyastu

catur weda

Umat se-dharma, dalam kehidupan di dunia ini sering terjadi hal yang seharusnya tidak dilakukan sebaliknya dilakukan yaitu berjudi. Mengapa demikian karena berjudi akan membuat hidup tidak akan tentram.


Tuhan Yang Maha Esa/ Sang Hyang Widhi Wasa mengamanatkan supaya umat-Nya jangan melakukan berjudi. Hal ini ditegaskan dalam kitab suci Weda. Berjudi apapun bentuknya tidak dibenarkan oleh agama. Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa menyatakan bahwa merusak keharmonisan hidup masyarakat. 


Judi sering dikaitkan dengan kesenangan sesaat yang mampu membius mereka yang suka melakukan berjudi sehingga sampai lupa akan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga yang harus mereka hidupi. Kalau judi sudah merasuk dalam sanubari sering lupa akan anak dan istrinya karena kesenangan sesaat yang mampu menghancurkan biduk rumah tangganya.


Berjudi merusak kehidupan keluarga


Jaya tapyate kitavasya hina 

mata putrasya caratah kva svit,

mava bibhyad dhanam icchamanah

anyesam astam upa naktam eti.


Rg Veda X. 34. 10


Artinya

Isteri seorang penjudi yang mengembara mengalami penderitaan yang mendalam di dalam kemelaratan dan ibu seorang putra yang berjudi semacam itu tetap dirudung derita. Dia, yang dalam lilitan hutang dan dalam kekurangan uang, memasuki rumah orang-orang lainnya dengan diam-diam di malam hari.


Ulasan

Bahwa dalam kehidupan ini sering terjadi rumah tangga yang tidak harmonis disebakkan oleh karena perjudian. Ini semua karena kesenangan sesaat yang dijumpai dalam kehidupan dimana masyarakat masih belum sepenuhnya sadar akan arti kesenangan sesaat tersebut. 


Memang dalam berjudi dapat membuat kita terlena akan kesenangan sesaat yang bisa dinikmati pada saat itu saja, namun tidak terpikirkan dampak yang akan diterima oleh keluarga yang di tinggalkan dalam perjudian tersebut. Terkadang karena telalu asyiknya dalam berjudi lupa akan kewajiban sebagai seorang kepala keluarga, sehingga bisa berhari-hari tidak pulang hanya karena perjudian belum usai bahkan sampai apa saja yang dipunyainya dipertaruhkan dalam perjudian.


Untuk itu perjudian janganlah hemdaknya dilakukan karena akan menyengsarakan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena dalam kitab suci Veda juga melarang segala jenis perjudian agar kehidupan mereka tetap harmonis dan bahagia selalu.


Demikian yang harus diperhatikan bahwa perjudian selamanya akan membuat sengsara dan tidak membawa kebahagiaan bagi keluarga dan masyarakat sekelilingnya.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Minggu, 08 Januari 2023

Percikan Agama Hindu Dharma Sumber Hidup

Percikan Dharma Sumber Hidup

sloka rig veda

Om Swastyastu
Umat se-dharma, sesungguhnya alam semesta ini merupakan Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa karena tidak ada yang menyamai kemahakuasaan-Nya. Oleh karena itu Beliau merupakan sumber hidup bagi setiap makhluk hidup di dunia ini.

Vrhatsumnah prasavita nivesano
jagatah sthaturubhayasya yo vasi,
sa no devah savita sarma yaccha
tvasme ksayaya trivarutham amhasah.

Rg Veda IV. 53.6

Artinya
Tuhan Yang Maha Pengasih, yang memberi kehidupan kepada alam semesta, dan menegakkannya; Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak; semoga Ia. Savitar, memberikan waranugraha-Nya kepada kami, untuk ketentraman hidup, dengan kemampuan melawan kekuatan jahat.

Ulasan
Bahwa sebenarnya yang memberikan kehidupan semua makhkuk hidup adalah Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa, karena itu Beliau sesungguhnya sumber hidup bagi semua makhluk hidup yang berada di bumi ini. Untuk itu Beliau tidak membedakan ciptaaan-Nya karena semua diberikan kehidupan yang sama baik sebagai manusia, hewan maupun tumbuhan.

Oleh karena yang menjadi perbedaan bagi makhkuk ciptaan Beliau yaitu bagi tumbuhan hanya diberi hidup untuk tumbuh dan bergerak apabila digerakkan oleh angin, bagi hewan hanya diberi hidup untuk tumbuh dan bergerak, sedangkan manusia diberikan hidup untuk tumbuh, bergerak dan berpikir. Jadi hanya manusia yang diberikan kelebihan dalam hidup ini untuk berpikir sebelum berbuat agar makhluk lain tidak tersakiti.
Om Santih Santih Santih Om

Aris Widodo
Penyuluh Agama Hindu
Kota Serang

Kamis, 19 Mei 2022

Percikan Dharma Kebenaran Melindungi Hidup Seseorang

 Percikan Dharma

Kebenaran Melindungi Hidup Seseorang


Om Swastyastu

Umat se-dharma, benar adanya bahwa kebenaran pasti aksn selalu melindungi seseorang yang melaksanakan dalam hidupnya. Untuk itu gunakan kesempatan hidup ini mekaksanakan hal-hal yang bernuansa kebenaran dan kebaikan sehingga benar-benar mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan.



Sa ma satyoktih pari patu visavatah,

dyava ca yatra tatanan ahani ca.

visvam anyan-ni visate yad ejati

visvahapo visvahodeti suryah.


Rg Veda X. 37.2


Artinya

Hendaknyalah pembicaraan kebenaran-Mu memberikan suatu perlindungan yang teliti kepada kami. Kahyangan (sorga) dan bumi, siang dan malam dikembangkan oleh kebajikan kebenaran. Semua makhluk yang bergerak bertempat tinggal di dalam kebenaran. Sungai-sungai mengalir dan matahari terbit setiap hari dengan memjalankan hukum alam.


Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :


Ulasan

Bahwa dalam suatu kehidupan apabila selalu menjalankan kebenaran niscaya semua masalah dapat teratasi dengan campur tangan Hyang Widhi. Karena hanya dengan kebenaran dan kebajikan dalam hidup di dunia ini yang mampu menyelamatkan umat manusia dari segala macam rintangan di dunia ini.


Untuk itu jalankan kebenaran ini dalam setiap langkah kehidupan yang kita jalani karena hanya inilah jalan yang mampu membebaskan kita dari marabahaya. Demikian dengan melaksanakan kebenaran dan kebajikan dalam hidup ini tentu akan memudahkan langkah kita menuju yang lebih baik.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Seramg




Rabu, 15 Mei 2019

Percikan Dharma Jalan Perbuatan (Karma Marga)

Percikan Dharma
Jalan Perbuatan (Karma Marga)

Umat se-dharma, dalam kehidupan ini untuk dapat mencapai tujuan utama umat Hindu yaitu Moksartham Jagadhita ya ca iti dharma salah satunya yaitu jalan perbuatan. Oleh karena berbuat baik, benar, giat, jujur dan tidak malas disabdakan dalam sabda suci Hyang Widhi.

Jalan perbuatan ini disebut jalan Karma Marga. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa jalam Karma Marga dan Bhakti , demikian Karma dan Jnana, Jnana dan Raja Marga. Sesungguhnya semua jalan hampir sama cuma pemahaman dan kemampuan umat manusia mengkuti jalan-jalan itu berbeda-beda. Jalan perbuatan menekankan pada kerja keras, kejujuran dan meyakini setiap perbuatan bila dikerjakan dengan baik sesuai dengan ajaran-Nya, maka seseorang juga akan sampai kepada-Nya.

Kerja yang jujur



Aksair ma divyah krsim it krsasva
vite ramasva bahu manyanmanah,
tatra gavah kitava tatra jada
tanme vi caste sarvitayam aryah.

Rg Veda X. 34. 13

Artinya
Jangan bermain dadu, tanamilah ladangmu; Berbahagialah  dengan kekayaan itu, banggakanlah itu. Wahai penjudi, ingat ternakmu dan ingat istrimu. Demikianlah nasehat Swanita yang mulia.

Ulasan
Bahwa dalam hidup ini penuh liku-liku maka jangan pernah gunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena kesempatan hidup tidak selamanya seperti ini kadang kehidupan nanti tidak sama karena karna wasana mengikuti kehidupan selanjutnya.

Oleh karena itu gunakan kesempatan seperti ini untuk kerja kerja dan kerja secara jujur agar dapat hasil yang maksimal. Demikian dengan kerja secara jujur tanpa pamrih bisa membawa kita menuju Moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

Oleh : Aris Widodo


Selasa, 15 Januari 2019

Percaya Diri Percikan Dharma



Percikan Dharma
Percaya Diri


Umat se-dharma, perlu diketahui bahwa percaya diri merupakan keyakinan yang mwngantarkan menuju keberhasilan. Orang yang memiliki kepercayaan diri tidak ragu-ragu untuk bertindak di jalan yang benar. Orang yang bijaksana menjadikan kepercayaan diri sebagai sebagai bentuk pertolongan yang menyelamatkan. Keparcayaan diri akan tumbuh bila kita memiliki wawasan yang luas terhadap kebenaran, kebajikan, hukum dan keluhuran budi.

Kepercayaan diri memberi keyakinan

Svah svaya dhayase
krnutam rtvig rtvijam.
stomam yajnam cad aram
vanema rarima vayam.

Reg Veda II. 5.7

Artinya
Buatlah dirimu sendiri cukup dan tergantung atas dirimu sendiri, hendaklah penganut melaksanakan persembahan (yajna) musiman. Kami memberikan uang dalam derma (amal/punia), oleh karenanya kami mencapai kehormatan dan kemasyuran.

Ulasan
Bahwa apabila kita punya keyakinan atas diri sendiri niscaya semua masalah yang ada dalam dirinya akan teratasi dengan sendirinya. Oleh karena itu hendaklah kepercayaan yang ada dalam dirinya itu harus selalu dipupuk agar tambah besar kepercayaannya tersebut sehingga akan menimbulkan kepercayaan yang lebih besar dalam dirinya.

Dengan demikian apabila kepercayaan dalam dirinya sendiri telah terbangun dengan baik maka dengan begitu akan menjadi keyakinan dalam tubuhnya. Sehingga dengan adanya kepercayaannya tersebut akan timbul keyakinan dalam dirinya untuk dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.

Oleh : Aris Widodo

Selasa, 21 Agustus 2018

KITAB SUCI WEDA - AGAMA HINDU

Pengertian Weda
Sumber ajaran agama Hindu adalah Kitab Suci Weda, yaitu kitab yang berisikan ajaran kesucian yang diwahyukan oleh Hyang Widhi Wasa melalui para Maha Rsi. Weda merupakan jiwa yang meresapi seluruh ajaran Hindu, laksana sumber air yang mengalir terus melalui sungai-sungai yang amat panjang dalam sepanjang abad. Weda adalah sabda suci atau wahyu Tuhan Yang Maha Esa.
Weda secara ethimologinya berasal dari kata "Vid" (bahasa sansekerta), yang artinya mengetahui atau pengetahuan. Weda adalah ilmu pengetahuan suci yang maha sempurna dan kekal abadi serta berasal dari Hyang Widhi Wasa. Kitab Suci Weda dikenal pula dengan Sruti, yang artinya bahwa kitab suci Weda adalah wahyu yang diterima melalui pendengaran suci dengan kemekaran intuisi para maha Rsi. Juga disebut kitab mantra karena memuat nyanyian-nyanyian pujaan. Dengan demikian yang dimaksud dengan Weda adalah Sruti dan merupakan kitab yang tidak boleh diragukan kebenarannya dan berasal dari Hyang Widhi Wasa.
Bahasa Weda


Bahasa yang dipergunakan dalam Weda disebut bahasa Sansekerta, Nama sansekerta dipopulerkan oleh maharsi Panini, yaitu seorang penulis Tata Bahasa Sensekerta yang berjudul Astadhyayi yang sampai kini masih menjadi buku pedoman pokok dalam mempelajari Sansekerta.
Sebelum nama Sansekerta menjadi populer, maka bahasa yang dipergunakan dalam Weda dikenal dengan nama Daiwi Wak (bahasa/sabda Dewata). Tokoh yang merintis penggunaan tatabahasa Sansekerta ialah Rsi Panini. Kemudian dilanjutkan oleh Rsi Patanjali dengan karyanya adalah kitab Bhasa. Jejak Patanjali diikuti pula oleh Rsi Wararuci.


Pembagian dan Isi Weda
Weda adalah kitab suci yang mencakup berbagai aspek kehidupan yang diperlukan oleh manusia. Berdasarkan materi, isi dan luas lingkupnya, maka jenis buku weda itu banyak. maha Rsi Manu membagi jenis isi Weda itu ke dalam dua kelompok besar yaitu Weda Sruti dan Weda Smerti. Pembagian ini juga dipergunakan untuk menamakan semua jenis buku yang dikelompokkan sebagai kitab Weda, baik yang telah berkembang dan tumbuh menurut tafsir sebagaimana dilakukan secara turun temurun menurut tradisi maupun sebagai wahyu yang berlaku secara institusional ilmiah. Kelompok Weda Sruti isinya hanya memuat wahyu, sedangkan kelompok Smerti isinya bersumber dari Weda Sruti, jadi merupakan manual, yakni buku pedoman yang sisinya tidak bertentangan dengan Sruti. Baik Sruti maupun Smerti, keduanya adalah sumber ajaran agama Hindu yang tidak boleh diragukan kebenarannya. Agaknya sloka berikut ini mempertegas pernyataan di atas.
Srutistu wedo wijneyo dharma
sastram tu wai smerth,
te sarrtheswamimamsye tab
hyam dharmohi nirbabhau. (M. Dh.11.1o).
Artinya:
Sesungguhnya Sruti adalah Weda, demikian pula Smrti itu adalah dharma sastra, keduanya harus tidak boleh diragukan dalam hal apapun juga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber ajaran agama Hindu. (Dharma)
Weda khilo dharma mulam
smrti sile ca tad widam,
acarasca iwa sadhunam
atmanastustireqaca. (M. Dh. II.6).
Artinya:
Seluruh Weda merupakan sumber utama dari pada agama Hindu (Dharma), kemudian barulah Smerti di samping Sila (kebiasaan- kebiasaan yang baik dari orang-orang yang menghayati Weda). dan kemudian acara yaitu tradisi dari orang-orang suci serta akhirnya Atmasturi (rasa puas diri sendiri).
Srutir wedah samakhyato
dharmasastram tu wai smrth,
te sarwatheswam imamsye
tabhyam dharmo winir bhrtah. (S.S.37).
Artinya:
Ketahuilah olehmu Sruti itu adalah Weda (dan) Smerti itu sesungguhnya adalah dharmasastra; keduanya harus diyakini kebenarannya dan dijadikan jalan serta dituruti agar sempurnalah dalam dharma itu.
Dari sloka-sloka diatas, maka tegaslah bahwa Sruti dan Smerti merupakan dasar utama ajaran Hindu yang kebenarannya tidak boleh dibantah. Sruti dan Smerti merupakan dasar yang harus dipegang teguh, supaya dituruti ajarannya untuk setiap usaha.
Untuk mempermudah sistem pembahasan materi isi Weda, maka dibawah ini akan diuraikan tiap-tiap bagian dari Weda itu sebagai berikut:
SRUTI
Sruti adalah kitab wahyu yang diturunkan secara langsung oleh Tuhan (Hyang Widhi Wasa) melalui para maha Rsi. Sruti adalah Weda yang sebenarnya (originair) yang diterima melalui pendengaran, yang diturunkan sesuai periodesasinya dalam empat kelompok atau himpunan. Oleh karena itu Weda Sruti disebut juga Catur Weda atau Catur Weda Samhita (Samhita artinya himpunan). Adapun kitab-kitab Catur Weda tersebut adalah:
Rg. Weda atau Rg Weda Samhita.
Adalah wahyu yang paling pertama diturunkan sehingga merupakan Weda yang tertua. Rg Weda berisikan nyanyian-nyanyian pujaan, terdiri dari 10.552 mantra dan seluruhnya terbagi dalam 10 mandala. Mandala II sampai dengan VIII, disamping menguraikan tentang wahyu juga menyebutkan Sapta Rsi sebagai penerima wahyu. Wahyu Rg Weda dikumpulkan atau dihimpun oleh Rsi Pulaha.
Sama Weda Samhita.
Adalah Weda yang merupakan kumpulan mantra dan memuat ajaran mengenai lagu-lagu pujaan. Sama Weda terdiri dari 1.875 mantra. Wahyu Sama Weda dihimpun oleh Rsi Jaimini.
Yajur Weda Samhita.
Adalah Weda yang terdiri atas mantra-mantra dan sebagian besar berasal dari Rg. Weda. Yajur Weda memuat ajaran mengenai pokok-pokok yajus. Keseluruhan mantranya berjumlah 1.975 mantra. Yajur Weda terdiri atas dua aliran, yaitu Yayur Weda Putih dan Yayur Weda Hitam. Wahyu Yayur Weda dihimpun oleh Rsi Waisampayana.
Atharwa Weda Samhita
Adalah kumpulan mantra-mantra yang memuat ajaran yang bersifat magis. Atharwa Weda terdiri dari 5.987 mantra, yang juga banyak berasal dari Rg. Weda. Isinya adalah doa-doa untuk kehidupan sehari-hari seperti mohon kesembuhan dan lain-lain. Wahyu Atharwa Weda dihimpun oleh Rsi Sumantu.
Sebagaimana nama-nama tempat yang disebutkan dalam Rg. Weda maka dapat diperkirakan bahwa wahyu Rg Weda dikodifikasikan di daerah Punjab. Sedangkan ketiga Weda yang lain (Sama, Yayur, dan Atharwa Weda), dikodifikasikan di daerah Doab (daerah dua sungai yakni lembah sungai Gangga dan Yamuna.
Masing-masing bagian Catur Weda memiliki kitab-kitab Brahmana yang isinya adalah penjelasan tentang bagaimana mempergunakan mantra dalam rangkain upacara. Disamping kitab Brahmana, Kitab-kitab Catur Weda juga memiliki Aranyaka dan Upanisad.
Kitab Aranyaka isinya adalah penjelasan-penjelasan terhadap bagian mantra dan Brahmana. Sedangkan kitab Upanisad mengandung ajaran filsafat, yang berisikan mengenai bagaimana cara melenyapkan awidya (kebodohan), menguraikan tentang hubungan Atman dengan Brahman serta mengupas tentang tabir rahasia alam semesta dengan segala isinya. Kitab-kitab brahmana digolongkan ke dalam Karma Kandha sedangkan kitab-kitab Upanishad digolonglan ke dalam Jnana Kanda.

SMERTI
Smerti adalah Weda yang disusun kembali berdasarkan ingatan. Penyusunan ini didasarkan atas pengelompokan isi materi secara sistematis menurut bidang profesi. Secara garis besarnya Smerti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar, yakni kelompok Wedangga (Sadangga), dan kelompok Upaweda.
Kelompok Wedangga:
Kelompok ini disebut juga Sadangga. Wedangga terdiri dari enam bidang Weda yaitu:
(1). Siksa (Phonetika)
Isinya memuat petunjuk-petunjuk tentang cara tepat dalam pengucapan mantra serta rendah tekanan suara.

(2). Wyakarana (Tata Bahasa)
Merupakan suplemen batang tubuh Weda dan dianggap sangat penting serta menentukan, karena untuk mengerti dan menghayati Weda Sruti, tidak mungkin tanpa bantuan pengertian dan bahasa yang benar.

(3). Chanda (Lagu)
Adalah cabang Weda yang khusus membahas aspek ikatan bahasa yang disebut lagu. Sejak dari sejarah penulisan Weda, peranan Chanda sangat penting. Karena dengan Chanda itu, semua ayat-ayat itu dapat dipelihara turun temurun seperti nyanyian yang mudah diingat.

(4). Nirukta

Memuat berbagai penafsiran otentik mengenai kata-kata yang terdapat di dalam Weda.

(5). Jyotisa (Astronomi)
Merupakan pelengkap Weda yang isinya memuat pokok-pokok ajaran astronomi yang diperlukan untuk pedoman dalam melakukan yadnya, isinya adalah membahas tata surya, bulan dan badan angkasa lainnya yang dianggap mempunyai pengaruh di dalam pelaksanaan yadnya.

(6). Kalpa
Merupakan kelompok Wedangga (Sadangga) yang terbesar dan penting. Menurut jenis isinya, Kalpa terbagi atas beberapa bidang, yaitu bidang Srauta, bidang Grhya, bidang Dharma, dan bidang Sulwa. Srauta memuat berbagai ajaran mengenai tata cara melakukan yajna, penebusan dosa dan lain-lain, terutama yang berhubungan dengan upacara keagamaan. Sedangkan kitab Grhyasutra, memuat berbagai ajaran mengenai peraturan pelaksanaan yajna yang harus dilakukan oleh orang-orang yang berumah tangga. Lebih lanjut, bagian Dharmasutra adalah membahas berbagai aspek tentang peraturan hidup bermasyarakat dan bernegara. Dan Sulwasutra, adalah memuat peraturan-peraturan mengenai tata cara membuat tempat peribadatan, misalnya Pura, Candi dan bangunan-bangunan suci lainnya yang berhubungan dengan ilmu arsitektur.
 
Kelompok Upaweda:
Adalah kelompok kedua yang sama pentingnya dengan Wedangga. Kelompok Upaweda terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
(1). Itihasa
Merupakan jenis epos yang terdiri dari dua macam yaitu Ramayana dan Mahabharata. Kitan Ramayana ditulis oleh Rsi Walmiki. Seluruh isinya dikelompokkan kedalam tujuh Kanda dan berbentuk syair. Jumlah syairnya sekitar 24.000 syair. Adapun ketujuh kanda tersebut adalah Ayodhya Kanda, Bala Kanda, Kiskinda Kanda, Sundara Kanda, Yudha Kanda dan Utara Kanda. Tiap-tiap Kanda itu merupakan satu kejadian yang menggambarkan ceritra yang menarik. Di Indonesia cerita Ramayana sangat populer yang digubah ke dalam bentuk Kekawin dan berbahasa Jawa Kuno. Kekawin ini merupakan kakawin tertua yang disusun sekitar abad ke-8.

Disamping Ramayana, epos besar lainnya adalah Mahabharata. Kitab ini disusun oleh maharsi Wyasa. Isinya adalah menceritakan kehidupan  keluarga Bharata dan menggambarkan pecahnya perang saudara diantara bangsa Arya sendiri. Ditinjau dari arti Itihasa (berasal dari kata "Iti", "ha" dan "asa" artinya adalah "sesungguhnya kejadian itu begitulah nyatanya") maka Mahabharata itu gambaran sejarah, yang memuat mengenai kehidupan keagamaan, sosial dan politik menurut ajaran Hindu. Kitab Mahabharata meliputi 18 Parwa, yaitu Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Udyogaparwa, Bhismaparwa, Dronaparwa, Karnaparwa, Salyaparwa, Sauptikaparwa, Santiparwa, Anusasanaparwa, Aswamedhikaparwa, Asramawasikaparwa, Mausalaparwa, Mahaprastanikaparwa, dan Swargarohanaparwa.

Diantara parwa-parwa tersebut, terutama di dalam Bhismaparwa terdapatlah kitab Bhagavad Gita, yang amat masyur isinya adalah wejangan Sri Krsna kepada Arjuna tentang ajaran filsafat yang amat tinggi.

(2). Purana
Merupakan kumpulan cerita-cerita kuno yang menyangkut penciptaan dunia dan silsilah para raja yang memerintah di dunia, juga mengenai silsilah dewa-dewa dan bhatara, cerita mengenai silsilah keturunaan dan perkembangan dinasti Suryawangsa dan Candrawangsa serta memuat ceitra-ceritra yang menggambarkan pembuktian-pembuktian hukum yang pernah di jalankan. Selain itu Kitab Purana juga memuat pokok-pokok pemikiran yang menguraikan tentang ceritra kejadian alam semesta, doa-doa dan mantra untuk sembahyang, cara melakukan puasa, tatacara upacara keagamaan dan petunjuk-petunjuk mengenai cara bertirtayatra atau berziarah ke tempat-tempat suci. Dan yang terpenting dari kitab-kitab Purana adalah memuat pokok-pokok ajaran mengenai Theisme (Ketuhanan) yang dianut menurut berbagai madzab Hindu. Adapun kitab-kitab Purana itu terdiri dari 18 buah, yaitu Purana, Bhawisya Purana, Wamana Purana, Brahma Purana, Wisnu Purana, Narada Purana, Bhagawata Purana, Garuda Purana, Padma Purana, Waraha Purana, Matsya Purana, Kurma Purana, Lingga Purana, Siwa Purana, Skanda Purana dan Agni Purana.

(3) Arthasastra
Adalah jenis ilmu pemerintahan negara. Isinya merupakan pokok-pokok pemikiran ilmu politik. Sebagai cabang ilmu, jenis ilmu ini disebut Nitisastra atau Rajadharma atau pula Dandaniti. Ada beberapa buku yang dikodifikasikan ke dalam jenis ini adalah kitab Usana, Nitisara, Sukraniti dan Arthasastra. Ada beberapa Acarya terkenal di bidang Nitisastra adalah Bhagawan Brhaspati, Bhagawan Usana, Bhagawan Parasara dan Rsi Canakya.

(4) Ayur Weda
Adalah kitab yang menyangkut bidang kesehatan jasmani dan rohani dengan berbagai sistem sifatnya. Ayur Weda adalah filsafat kehidupan, baik etis maupun medis. Oleh karena demikian, maka luas lingkup ajaran yang dikodifikasikan di dalam Ayur Weda meliputi bidang yang amat luas dan merupakan hal-hal yang hidup. Menurut isinya, Ayur Weda meliptui delapan bidang ilmu, yaitu ilmu bedah, ilmu penyakit, ilmu obat-obatan, ilmu psikotherapy, ilmu pendiudikan anak-anak (ilmu jiwa anak), ilmu toksikologi, ilmu mujizat dan ilmu jiwa remaja.

Disamping Ayur Weda, ada pula kitab Caraka Samhita yang ditulis oleh Maharsi Punarwasu. Kitab inipun memuat delapan bidan ajaran (ilmu), yakni Ilmu pengobatan, Ilmu mengenai berbagai jens penyakit yang umum, ilmu pathologi, ilmu anatomi dan embriologi, ilmu diagnosis dan pragnosis, pokok-pokok ilmu therapy, Kalpasthana dan Siddhistana. Kitab yang sejenis pula dengan Ayurweda, adalah kitab Yogasara dan Yogasastra. Kitab ini ditulis oleh Bhagawan Nagaryuna. isinya memuat pokok-pokok ilmu yoga yang dirangkaikan dengan sistem anatomi yang penting artinya dalam pembinaan kesehatan jasmani dan rohani.

(5) Gandharwaweda
Adalah kitab yang membahas berbagai aspek cabang ilmu seni. Ada beberapa buku penting yang termasuk Gandharwaweda ini adalah Natyasastra (yang meliputi Natyawedagama dan Dewadasasahasri), Rasarnawa, Rasaratnasamuscaya dan lain-lain.
 
Dari uraian di atas, maka jelaslah bahwa kelompok Weda Smerti meliptui banyak buku dan kodifikasinya menurut jenis bidang-bidang tertentu. Ditambah lagi kitab-kitab agama misalnya Saiwa Agama, Vaisnawa Agama dan Sakta Agama dan kitab-kitab Darsana yaitu Nyaya, Waisesika, Samkhya, Yoga, Mimamsa dan Wedanta. Kedua terakhir ini termasuk golongan filsafat yang mengakui otoritas kitab Weda dan mendasarkan ajarannya pada Upanisad. Dengan uraian ini kiranya dapat diperkirakan betapa luasnya Weda itu, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Di dalam ajaran Weda, yang perlu adalah disiplin ilmu, karena tiap ilmu akan menunjuk pada satu aspek dengan sumber-sumber yang pasti pula. Hal inilah yang perlu diperhatikan dan dihayati untuk dapat mengenal isi Weda secara sempurna.

Rabu, 21 Desember 2016

HINDU ADALAH AGAMA MISI

HINDU ADALAH AGAMA MISI


Umat Hindu banyak yang ragu dan tidak Percaya Diri (PeDe) untuk mengatakan, bahwa Hindu adalah agama misi. Keraguaan dan rasa minder tersebut jelas tak beralasan. Secara bodoh saja, jika kita menyatakan Hindu bukan agama misi, buat apa PHDI yang didalamnya ada BPH (Badan Penyiaran Hindu), PERADAH, WHDI, MAJAPAHID dan lain sebagainya ??

Sementara di dalam sastra Veda terdapat pesan, baik tersurat maupun tersirat yang menyatakan bahwa Hindu adalah 'Agama Misi'

'yathemam vacam kalyanim,avadani janebhyah,brahma, rajanyabhyam, draya,caryaya,svaya,caranaya ca' Yajur Veda XXVI.2 
artinya: sampaikanlah ajaran suci ini kepada seluruh manusia, kepada Brahmana, Ksatrya, Waisya & sudra, kepada orang-orang ku,orang-orang mu dan bahkan orang asing sekalipun. Sloka Suci tersebut sangat jelas dan meyakinkan, bahwa Hindu adalah Agama Misi, namun cara mengemasnya yang mungkin berbeda, tidak vulgar dan radikal. Tidak harus kita berebut pengikut yang akhirnya menghalalkan segala cara.

“Nasti Veda Param sastram”, tidak ada kitab yang seagung Veda. 

Tugas kita, setidaknya bagaimana kita terpanggil untuk membuat rasa nyaman umat yang berada di dalamnya merasa yakin dan nyaman terhadap agama yang diyakininya. Anak2 dan keluarga sebagai bagian terkecil dari komponen Hindu merupakan dasar pembentuk komunitas Hindu yang besar dan kuat. 

Terdapat beberapa sloka suci yang patut kita jadikan referensi dan dasar meyakinkan anak, saudara, tetangga dan warga Hindu kita agar tetap di dalam 'Pangkuan Dharma':

'yah sastra vidhim utsrijya, vartate kama karatah, nasa sidhim avapnoti, nasukham naparam gatim',*Bh.G. VI.23 : 

siapapun yang meninggalkan ajaran Sastra Vidhi/Veda (agama Hindu) dan berada dalam pengaruh kama (keinginan duniawi), mereka tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan dan tujuan tertinggi.

'rnani tryapakritya, namomokse niwecayet, ana pakrtya moksamtu, sevamano vrajatyadah' MDS.VI.35: 

mereka yang telah membayar 3 hutangnya (tri rna), hendaknya ia menunjukkan kearah pembebasan terakhir (moksa), tapi mereka yang tidak menyelesaikan 3 hutangnya,maka akan jatuh ke ke dalam Neraka.


Berpijak dari sloka suci tersebut saya mengajak kepada seluruh umat Hindu, terlebih organisasi yang mengatasnamakan Hindu, mari kita sadar dan bangkit. Hindu sudah terlalu lama tertidur. Mari kita sadar dan bangkit bersama untuk membangun Hindu, dari diri kita, keluarga kita, dari sekarang dan dari lingkungan kecil kita...

Kamis, 25 September 2014

Veda, Bhagavad Gita, Upanisad, Purana dan Itihasa

Agama Hindu memiliki tujuan utama adalah Moksha yaitu bersatu dengan Tuhan, sedangkan misinya adalah Moksartam jagadhita ya ca iti dharma. Keyakinan pokok dari Agama Hindu ada 5 (Panca) Sraddha yang terdiri dari :
  1. Percaya kepada Brahman (Tuhan)
  2. Percaya adanya Atma
  3. Percaya adanya Hukum Karma
  4. Percaya dengan kelahiran kembali (Punarbawa atau Reinkarnasi)
  5. Percaya adanya Moksa
  6. Kitab suci Agama Hindu adalah Veda, Bhagavad Gita, Upanisad, Purana dan Itihasa. Kitan suci Veda terdiri atas :
    1. Kitab Sruti (Wahyu) dalam bahasa Jawa Kuno disebut Sang Hyang Sruti. Diajarkan  melalui mantra yang dinyanyikan.
    2. Catur Veda merupakan Samhita (himpunan) yang terdiri dari : Rgveda (nyanyian pujaan) terdiri 1.028 nyanyian atau hymne, Yajurveda (melaksanakan upakara), Samaveda (berkaitan dengan pengetahuan mengucapkan mantra "sama artinya melodi" terdiri dari 1.549 sloka) dan Atharvaveda (berisi pengetahuan, terdiri dari 731 hymne dengan 6.000 ayat). Sesungguhnya Veda dikelompokkan dalam 2 jenis yaitu Rgveda dan Atharvaveda, karena Yajurveda dan Samaveda sumbernya Rgveda.
    3. Veda Smrti (Manawa Dharmasastra = Manu Dharmasastra) adalah ajaran Bhagavad Manu, pembuat hukum pertama (kedudukan Smrti sebagai sumber Hukum)
    4. Bhagavad Gita adalah saripati Veda-veda, penyajian terakhir dari upanisad-upanisad terdiri dari 18 bab dan sekitar 700 sloka.





    Dalam mantra dikatakan bahwa :
    • Rg Veda lahir, kemudian menjadi nafas (prana) dari Tuhan
    • Yajur Veda adalah Hati Tuhan
    • Sama Veda adalah rambut Tuhan
    • Atharva Veda adalah wajah Tuhan

    Keempat Veda tidak dapat dipisahkan dari manusia demikian pula juga dari Tuhan. Rgveda adalah paling penting seperti nafas, hati tidak dapat berfungsi tanpa prana, dan tanpa hati nurani manusia tidak bisa memahami ajaran secara murni. Rambut membuat indah, tanpa wajah seseorang tidak dapat dikatakan manusia.

    Mantra-mantra dalam Veda menasehati manusia agar selalu ingat pada tujuan Hidup, karena suatu saat manusia akan menjadi abu, dan tidak ada seorangpun yang mampu mencegahnya (Bhasmantam Sariram)

    Veda harus mutlak dipercaya, orang yang tidak percaya kepada Veda adalah Nastika (nastiko veda nindakah). Veda bersifat Anandi-Ananta (tidak berawal dan tidak berakhir). Dikatakan tidak berawal karena Sabda-Nya telah ada sebelum alam diciptakan oleh-Nya. Veda tidak berakhir karena berlaku sepanjang jaman.  Anantavai Veda yang artinya bahwa Veda bersifat abadi. Mengingat Veda tidak berawal dan tidak berakhir maka disebut Anandi-Ananta.
    Veda Aparuseyam (yang berarti bukan dari Purusa atau manusia), artinya Veda tidak disusun oleh manusia biasa, melainkan diterima oleh para Maharsi (orang suci). Maharsi menerima wahyu hanya sebagai instrument. Veda bukanlah Vedanta. Veda sebagai ajaran yang kekal tentang Tuhan, sedangkan Vedanta sebagai pembahasan konsep Veda, yaitu konsep Brahma (Tuhan) yang diperkenalkan oleh Rsi Badarayana.

    Dalam Nirukta karangan Yaskacarya dijelaskan, bahwa "rsayo mantra drasta rah" yang berarti para Rsi mendapat mantra-mantra dari Tuhan secara langsung. Merekalah yang pertama-tama mendapatkan pengetahuan Veda. Kemudian keempat Rsi mengajarkan kepada Rsi Brahma dan diteruskan kepada muridnya dan berlanjut sampai zaman sekarang. Karena itu disebut Sruti, mengingat ajaran tersebut dengan melalui ingatan para muridnya. Sumber Sinopsis Agama Hindu oleh Nyoman Sedana-PHDI Banten. (RANBB)

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini