OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label sloka Rgveda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sloka Rgveda. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juni 2023

Jalan Perbuatan Karma Marga

Percikan Dharma

Jalan Perbuatan (Karma Marga)


Om Swastyastu

Umat se-dharma, dalam kehidupan ini untuk dapat mencapai tujuan utama umat Hindu yaitu Moksartham Jagadhita ya ca iti dharma salah satunya yaitu jalan perbuatan. Oleh karena berbuat baik, benar, giat, jujur dan tidak malas disabdakan dalam sabda suci Hyang Widhi. 



Jalan perbuatan ini disebut jalan Karma Marga. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa jalam Karma Marga dan Bhakti , demikian Karma dan Jnana, Jnana dan Raja Marga. Sesungguhnya semua jalan hampir sama cuma pemahaman dan kemampuan umat manusia mengkuti jalan-jalan itu berbeda-beda. Jalan perbuatan menekankan pada kerja keras, kejujuran dan meyakini setiap perbuatan bila dikerjakan dengan baik sesuai dengan ajaran-Nya, maka seseorang juga akan sampai kepada-Nya.


Kerja yang jujur


Aksair ma divyah krsim it krsasva

vite ramasva bahu manyanmanah,

tatra gavah kitava tatra jada

tanme vi caste sarvitayam aryah.


Rg Veda X. 34. 13


Artinya

Jangan bermain dadu, tanamilah ladangmu; Berbahagialah  dengan kekayaan itu, banggakanlah itu. Wahai penjudi, ingat ternakmu dan ingat istrimu. Demikianlah nasehat Swanita yang mulia.


Ulasan

Bahwa dalam hidup ini penuh liku-liku maka jangan pernah gunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena kesempatan hidup tidak selamanya seperti ini kadang kehidupan nanti tidak sama karena karna wasana mengikuti kehidupan selanjutnya.


Oleh karena itu gunakan kesempatan seperti ini untuk kerja kerja dan kerja secara jujur agar dapat hasil yang maksimal. Demikian dengan kerja secara jujur tanpa pamrih bisa membawa kita menuju Moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang 

Minggu, 18 Juni 2023

Percikan Dharma Yajna dan Sraddha

 Percikan Dharma Yajna dan Sraddha


Om Swastyastu

Umat se-dharma, setiap tindakan tanpa dilandasi keyakinan yang mantap, akan sia-sia belaka. Demikian pula keyakinan kita kepadaTuhan atau Hyang Widhi. Sraddha apnoti brahma apnoti, mereka yang memliki keyakinan yang mantap dapat mencapai dan bersatu dengan Tuhan atau Hyang Widhi, demikian pula dalam melaksanakan yajna, mutlak dilandasi Sraddha atau keyakinan yang mantap.



Orang yang yakin dengan Hyang Widhi tidak pernah kehilangan.



Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :

Nu cit sa bhresate jano resan

mano yo asya ghoram avivasat

yajnair ya indre dadhate duvamsi,

ksayat sa raya rtapa rtejah


Rg Veda VII. 20. 6


Dia, yang mengambil hati Sang Hyang Indra yang dasyat itu dengan sarana yajna, tidak ragu-ragu maupun menderita rugi. Dia, yang menyembah Sang Hyang Indra dan berbicara kebenaran, menikmati berlimpahan kekayaan.


Ulasan

Bahwa kalau kita yakin akan Tuhan niscaya akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam berusaha. Untuk itu modal utama yang harus dipupuk dalam diri kita yaitu yakin dan melakukan kebenaran pasti tidak ragu-ragu dan tidak akan merasa kehilangan.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Jumat, 16 Juni 2023

Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan

 Percikan Dharma

Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan


Om Swastyastu

Umat se-dharna, dalam kehidupan ada saja bentuk kejahatan yang harus dihadapi oleh umat manusia. Janganlah mundur menghadapi kejahatan? Hadapi orang hahat atau curang dengan ke

bijaksanaan, taklukkan orang yang bengkok dengan akal yang sehat, perlakukan orang yang jahat sesusi hukum (biarlah hukum yang melindungi atau menghukum mereka), jangan gentar menghadapi pelaku kejahatan, demikian pula jangan memakai ilmu sihir, sebab membahayakan pemakainya. Perlakukan orang lain sepantasnya dan bahkan sebagai sahabat.



Hadapi orang yang curang dengan bijaksana


Tvam mayabhir apa mayino

adham ah, svadhabhir ye adhi

suptav ajuhvata.


Rg Veda I. 52. 5


Artinya

Sang Hyang Indra, Engkau meremukan orang-orang yang licik yang menaruh sesaji-sesaji di dalam mulut mereka sendiri, dengan alat-alatmu yang baik.


Ulasan

Bahwa dalam kehidupan ini ada saja yang melakukan kecurangan atau kejahatan sehingga membahayakan hidup manusia. Untuk itu hadapi semua kejahatan atau kecurangan dengan sikap bijaksana agar kita tetap wasapada dan terhindar dari segala bahaya yang setiap saat menghampiri hidup kita.


Demikian yang bisa dilakukan agar bisa terhindar dari kejahatan atau kecurangan dalam hidup di dunia ini. Oleh karena itu jangan ragu untuk tetap melaksanakan kebajikan agar selalu tetap terhindar dari segala kejahatan atau kecurangan dalam hidup ini.


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Om Santih Santih Santih Om

Selasa, 13 Juni 2023

Sraddha Apnoti Brahma Apnoti

 Percikan Dharma

Yajna dan Sraddha


Om Swastyastu

Umat se-dharma, setiap tindakan tanpa dilandasi keyakinan yang mantap, akan sia-sia belaka. Demikian pula keyakinan kita kepadaTuhan atau Hyang Widhi. Sraddha apnoti brahma apnoti, mereka yang memliki keyakinan yang mantap dapat mencapai dan bersatu dengan Tuhan atau Hyang Widhi, demikian pula dalam melaksanakan yajna, mutlak dilandasi Sraddha atau keyakinan yang mantap.



Orang yang yakin dengan Hyang Widhi tidak pernah kehilangan.


Nu cit sa bhresate jano resan

mano yo asya ghoram avivasat

yajnair ya indre dadhate duvamsi,

ksayat sa raya rtapa rtejah


Rg Veda VII. 20. 6


Dia, yang mengambil hati Sang Hyang Indra yang dasyat itu dengan sarana yajna, tidak ragu-ragu maupun menderita rugi. Dia, yang menyembah Sang Hyang Indra dan berbicara kebenaran, menikmati berlimpahan kekayaan.


Ulasan

Bahwa kalau kita yakin akan Tuhan niscaya akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam berusaha. Untuk itu modal utama yang harus dipupuk dalam diri kita yaitu yakin dan melakukan kebenaran pasti tidak ragu-ragu dan tidak akan merasa kehilangan.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Sabtu, 08 April 2023

Tujuan Perkawinan Wiwaha Agama Hindu

 Percikan Dharma Perkawinan (Wiwaha)




Om Swastyastu

Umat se-dharma, dalam hidup ini pasti akan sampai ke jenjang perkawinan atau wiwaha. Karena tujuan perkawinan mendambakan hidup sejahtera dan bahagia. Dalam kitab Manawadharma sastra menyatakan bahwa tujuan perkawinan itu meliputi: 

1. Dharmadampatti (hidup bersama-sama, suami istri mewujudkan pelaksanaan dharma), 

2. Praja (melahirkan keturunan),

3. Rati (menikmati kehidupan seksual dan kepuasan indra lainnya).


Jadi tujuan utama dalam perkawinan adalah melaksanakan dharma. Dalam perkawinan, suami istri hendaknya berupaya jangan sampai ikatan tali perkawinan retak atau lepas. Pasangan suami istri hendaknya dapat mewujudkan kebahagiaan, tidak terpisahkan (satu dengan yang lainnya), bermain riang gembira dengan anak-anak dan cucu-cucunya.


Semoga kehidupan perkawinan kami berbahagia


Sam jaspatyam suyamam astu devah.


Rg Veda X. 85. 23


Artinya

Ya, para Dewata, semoga kehidupan perkawinan kami berbahagia dan tentram.


Ulasan

Bahwa dalam kehidupan tidak dapat dielakkan lagi akan terjadinya suatu perkawinan, karena dengan melaksanakan perkawinan akan membawa perubahan dalam hidupnya. Oleh karena itu sudah semestinya kita akan menjalani hidup berumah tangga yang disebut dengan perkawinan atau wiwaha dengan tujuan melanjutkan keturunan agar hidup ini berlanjut sampai kapanpun.


Demikian yang harus dilaksanakan dalam perkawinan atau wiwaha agar berlangsung langgeng sampai kakek-kakek dan ninen-ninen sehingga hidup akan bersambung dengan karma wasana masing-masing.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Selasa, 04 April 2023

Percikan Dharma Keluhuran Budi

Percikan Dharma Keluhuran Budi


Om Swastyastu

Umat se-dharma, dalam sebuah kehidupan pasti ingin sesuatu yang menyenangkan dan bahagia tentunya. Untuk itu hendaknya selalu melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan tersebut.



Perbuatan mulia mengantarkan pada keluhuran budi. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menumbuh-kembangkan keluhuran budi, seperti nenolong orang-orang miskin, menjadi orang tua asuh bagi anak-anak miskin, memberikan pendidikan bagi anak-anak cerdas dan berbakat dan lain sebagainya.


Orang yang mengembangkan keluhuran budi dengan menyisihkan sebagian uang atau kekayaannya untuk dijadikan dana punia sesungguhnya akan memperoleh keberuntungan. Orang yang memiliki keluhuran budi akan memperoleh kemasyuran. Orang yang mengembangkan keluhuran budi sesungguhnya menyelamatkan hidupnya. 

Keluhuran budi menyelamatkan hidup


Kseti ksemebhih sadhubhir

nakir yam ghnanti hanti yah,

agne suvira edhate.


Rg Veda VII. 84. 9


Artinya

Ya, Sang Hyang Agni / Tuhan Yang Maha Esa, dia, yang menjalani kehidupan yang suci, yang melakukan kebaikan kepada orang-orang yang lain, tidak bisa dirugikan. Orang yang berani itu selalu berhasil baik.


Ulasan

Bahwa sesungguhnya dalam kehidupan ini kalau selalu mengutamakan keluhuran budi niscaya akan mendapatkan kebahagiaan dan keharmonisan dalam rumah tangga. Oleh karena itu hendaknya dalam menjalani kehidupan ini selalu yang utama perlu dilakukan adalah bagaimana dapat menyenangkan orang lain.


Demikian dengan keluhuran budi bisa membawa kita untuk hidup lebih baik dan bahagian baik di dunia maupun di dunia lainnya. Sehingga dengan modal keluhuran budi niscaya dalam perjalanan hidupnya akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar hasil dari keluhuran budi yang ia lakukan.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu 

Kota Serang

Rabu, 01 Februari 2023

Percikan Dharma Pulang ke Jalan Dharma

 Percikan Dharma Pulang ke Jalan Dharma


Om Swastyastu


Umat se-dharma, bahwa seseorang yang lama pergi pasti membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyesuaikan kembali apa yang diyakininya. Untuk itu perlu pendamping yang selalu mampu meyakinkan ia agar secepatkan membaur di rumah Dharma.


Memang dalam kehidupan ini ada yang harus berjalan sesuai dengan alam agar semua bisa mendapatkan sesuatu yang yang diyakininya. Pada perjalanan sang waktu ia dapat menemukan jati dirinya bahwa ia merasa dirumah sendiri dan mampu mengenang masa lalunya.


Dalam hal ini perlu ada yang dapat membimbingnya agar cepat memahami dan melaksanakan keyakinannya tersebut dengan baik. Itulah yang harus dilakukan untuk membimbing mereka yang telah pulang ke jalan dharma sehingga benar-benar merasakan dharma sebenarnya dalam hatinya.


Namun terkadang kita juga ga peduli saudara kita yang telah pulang ke jalan dharma sehingga karena ga ada kepedulian itu mereka merasa tidak ada tempat yang mereka yakini. Untuk itulah mari kita sambut saudara kita yang telah pulang ke jalan Dharma dengan mengisi dan memberikan siraman rohaninya sehingga mereka benar-benar diperhatikan. Itulah tugas dari Parisada dan umat yang bersinggungan langsung dengan mereka agar mereka merasakan indahnya dan harmonisnya setelah mereka pulang ke jalan Dharma.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Jumat, 20 Januari 2023

Percikan Dharma Jangan Berjudi

Percikan Dharma Jangan Berjudi


Om Swastyastu

catur weda

Umat se-dharma, dalam kehidupan di dunia ini sering terjadi hal yang seharusnya tidak dilakukan sebaliknya dilakukan yaitu berjudi. Mengapa demikian karena berjudi akan membuat hidup tidak akan tentram.


Tuhan Yang Maha Esa/ Sang Hyang Widhi Wasa mengamanatkan supaya umat-Nya jangan melakukan berjudi. Hal ini ditegaskan dalam kitab suci Weda. Berjudi apapun bentuknya tidak dibenarkan oleh agama. Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa menyatakan bahwa merusak keharmonisan hidup masyarakat. 


Judi sering dikaitkan dengan kesenangan sesaat yang mampu membius mereka yang suka melakukan berjudi sehingga sampai lupa akan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga yang harus mereka hidupi. Kalau judi sudah merasuk dalam sanubari sering lupa akan anak dan istrinya karena kesenangan sesaat yang mampu menghancurkan biduk rumah tangganya.


Berjudi merusak kehidupan keluarga


Jaya tapyate kitavasya hina 

mata putrasya caratah kva svit,

mava bibhyad dhanam icchamanah

anyesam astam upa naktam eti.


Rg Veda X. 34. 10


Artinya

Isteri seorang penjudi yang mengembara mengalami penderitaan yang mendalam di dalam kemelaratan dan ibu seorang putra yang berjudi semacam itu tetap dirudung derita. Dia, yang dalam lilitan hutang dan dalam kekurangan uang, memasuki rumah orang-orang lainnya dengan diam-diam di malam hari.


Ulasan

Bahwa dalam kehidupan ini sering terjadi rumah tangga yang tidak harmonis disebakkan oleh karena perjudian. Ini semua karena kesenangan sesaat yang dijumpai dalam kehidupan dimana masyarakat masih belum sepenuhnya sadar akan arti kesenangan sesaat tersebut. 


Memang dalam berjudi dapat membuat kita terlena akan kesenangan sesaat yang bisa dinikmati pada saat itu saja, namun tidak terpikirkan dampak yang akan diterima oleh keluarga yang di tinggalkan dalam perjudian tersebut. Terkadang karena telalu asyiknya dalam berjudi lupa akan kewajiban sebagai seorang kepala keluarga, sehingga bisa berhari-hari tidak pulang hanya karena perjudian belum usai bahkan sampai apa saja yang dipunyainya dipertaruhkan dalam perjudian.


Untuk itu perjudian janganlah hemdaknya dilakukan karena akan menyengsarakan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena dalam kitab suci Veda juga melarang segala jenis perjudian agar kehidupan mereka tetap harmonis dan bahagia selalu.


Demikian yang harus diperhatikan bahwa perjudian selamanya akan membuat sengsara dan tidak membawa kebahagiaan bagi keluarga dan masyarakat sekelilingnya.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Minggu, 08 Januari 2023

Percikan Agama Hindu Dharma Sumber Hidup

Percikan Dharma Sumber Hidup

sloka rig veda

Om Swastyastu
Umat se-dharma, sesungguhnya alam semesta ini merupakan Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa karena tidak ada yang menyamai kemahakuasaan-Nya. Oleh karena itu Beliau merupakan sumber hidup bagi setiap makhluk hidup di dunia ini.

Vrhatsumnah prasavita nivesano
jagatah sthaturubhayasya yo vasi,
sa no devah savita sarma yaccha
tvasme ksayaya trivarutham amhasah.

Rg Veda IV. 53.6

Artinya
Tuhan Yang Maha Pengasih, yang memberi kehidupan kepada alam semesta, dan menegakkannya; Ia yang mengatur baik yang bergerak dan yang tidak bergerak; semoga Ia. Savitar, memberikan waranugraha-Nya kepada kami, untuk ketentraman hidup, dengan kemampuan melawan kekuatan jahat.

Ulasan
Bahwa sebenarnya yang memberikan kehidupan semua makhkuk hidup adalah Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa, karena itu Beliau sesungguhnya sumber hidup bagi semua makhluk hidup yang berada di bumi ini. Untuk itu Beliau tidak membedakan ciptaaan-Nya karena semua diberikan kehidupan yang sama baik sebagai manusia, hewan maupun tumbuhan.

Oleh karena yang menjadi perbedaan bagi makhkuk ciptaan Beliau yaitu bagi tumbuhan hanya diberi hidup untuk tumbuh dan bergerak apabila digerakkan oleh angin, bagi hewan hanya diberi hidup untuk tumbuh dan bergerak, sedangkan manusia diberikan hidup untuk tumbuh, bergerak dan berpikir. Jadi hanya manusia yang diberikan kelebihan dalam hidup ini untuk berpikir sebelum berbuat agar makhluk lain tidak tersakiti.
Om Santih Santih Santih Om

Aris Widodo
Penyuluh Agama Hindu
Kota Serang

Sabtu, 07 Januari 2023

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174

 Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174

 arthavanarthsmarthibiyo na dadatyatra kogunah, ekaiva gatirarthasya danamanya vipattayah.

 

sloka yayur weda

Kuneng, an wwangujar sang sugih maweh dana ring kasyasih, tan padon ika, apan kewala tunggal doning mas, danakena juga karih, len sangkerika donya, lara katiwasan ngaranika.

 

Artinya

Akan tetapi, jika menggembar-gemborkan orang yang kaya memberi sedekah kepada orang yang patut dikasihani, sebenarnya tiadalah gunanya itu, sebab hanya satu saja gunanya kekayaan, yaitu untuk disedekahkan, jika lain dari pada itu kegunaannya disebut menimbulkan duka kemiskinan.

 

Ulasan

Apa yang menjadikan pembicaraan bahwa apabila mereka memberikan sedekah dengan memberitahukan kepada orang lain itu tidaklah baik dilakukan, karena kalau sudah mau memberi dana punia atau sedekah hendaklah jangan diketahui orang banyal.

Oleh karena itu mepunia harus berdasarkan keikhlasan hati sehingga akan betdampak pada bagaimana kehidupan dalam masyarakat saat ini.

Kamis, 19 Mei 2022

Percikan Dharma Kebenaran Melindungi Hidup Seseorang

 Percikan Dharma

Kebenaran Melindungi Hidup Seseorang


Om Swastyastu

Umat se-dharma, benar adanya bahwa kebenaran pasti aksn selalu melindungi seseorang yang melaksanakan dalam hidupnya. Untuk itu gunakan kesempatan hidup ini mekaksanakan hal-hal yang bernuansa kebenaran dan kebaikan sehingga benar-benar mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan.



Sa ma satyoktih pari patu visavatah,

dyava ca yatra tatanan ahani ca.

visvam anyan-ni visate yad ejati

visvahapo visvahodeti suryah.


Rg Veda X. 37.2


Artinya

Hendaknyalah pembicaraan kebenaran-Mu memberikan suatu perlindungan yang teliti kepada kami. Kahyangan (sorga) dan bumi, siang dan malam dikembangkan oleh kebajikan kebenaran. Semua makhluk yang bergerak bertempat tinggal di dalam kebenaran. Sungai-sungai mengalir dan matahari terbit setiap hari dengan memjalankan hukum alam.


Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :


Ulasan

Bahwa dalam suatu kehidupan apabila selalu menjalankan kebenaran niscaya semua masalah dapat teratasi dengan campur tangan Hyang Widhi. Karena hanya dengan kebenaran dan kebajikan dalam hidup di dunia ini yang mampu menyelamatkan umat manusia dari segala macam rintangan di dunia ini.


Untuk itu jalankan kebenaran ini dalam setiap langkah kehidupan yang kita jalani karena hanya inilah jalan yang mampu membebaskan kita dari marabahaya. Demikian dengan melaksanakan kebenaran dan kebajikan dalam hidup ini tentu akan memudahkan langkah kita menuju yang lebih baik.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Seramg




Jumat, 18 Oktober 2019

Percikan Dharma Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan



Percikan Dharma
Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan

Umat se-dharna, dalam kehidupan ada saja bentuk kejahatan yang harus dihadapi oleh umat manusia. Janganlah mundur menghadapi kejahatan? Hadapi orang hahat atau curang dengan ke
bijaksanaan, taklukkan orang yang bengkok dengan akal yang sehat, perlakukan orang yang jahat sesusi hukum (biarlah hukum yang melindungi atau menghukum mereka), jangan gentar menghadapi pelaku kejahatan, demikian pula jangan memakai ilmu sihir, sebab membahayakan pemakainya. Perlakukan orang lain sepantasnya dan bahkan sebagai sahabat.

Hadapi orang yang curang dengan bijaksana



Tvam mayabhir apa mayino
adham ah, svadhabhir ye adhi
suptav ajuhvata.

Rg Veda I. 52. 5

Artinya
Sang Hyang Indra, Engkau meremukan orang-orang yang licik yang menaruh sesaji-sesaji di dalam mulut mereka sendiri, dengan alat-alatmu yang baik.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan ini ada saja yang melakukan kecurangan atau kejahatan sehingga membahayakan hidup manusia. Untuk itu hadapi semua kejahatan atau kecurangan dengan sikap bijaksana agar kita tetap wasapada dan terhindar dari segala bahaya yang setiap saat menghampiri hidup kita.

Demikian yang bisa dilakukan agar bisa terhindar dari kejahatan atau kecurangan dalam hidup di dunia ini. Oleh karena itu jangan ragu untuk tetap melaksanakan kebajikan agar selalu tetap terhindar dari segala kejahatan atau kecurangan dalam hidup ini.

Kamis, 16 Mei 2019

Percikan Dharma Kesejahteraan, Keserasian dan Kerukunan Keluarga

Percikan Dharma
Kesejahteraan, Keserasian dan Kerukunan Keluarga

Umat se-dharma, perlu diketahui bahwa dalam kehidupan ini keluarga merupakan dasar sebuah masyarakat. Oleh karena itu tanpa adanya keluarga-keluarga kecil ini masyarakat tidak terbentuk, sehingga dengan keluarga kecil-kecil ini menjadi besar akhirnya membentuk masyarakat dan jadinya sebuah negara.



Pasangan suami-istri mampu mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan dengan mengembangkan cinta kasih yang mendalam, melakukan kerja keras untuk kemakmuran, menumbuhkan keserasian dalam keluarga, tidak memperturutkan dorongan nafsu seksualitas, tetap riang genbira, memperhatikan kesehahteraan orang tua, memiliki keberanian, tidak takut, sabar dan percaya diri, menjadikan rumah sebagai sorga di bumi, dengan menanam bunga-bunga yang indah dan mengembangkan pikiran mulia serta hidup nyaman.

Lakukan kerja keras untuk kemakmuran

Agne sardha mahate saubhagaya
tava dyumnani-uttamani santu.

Rg Veda V. 28. 3

Artinya
Wahai orang yang mulia, berusahalah yang lebih besar. Semoga kemasyuranmu dan kekayaanmu menjadi unggul.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan sebuah keluarga yang akan dicari adalah kemakmuran dan kesejahteraan, agar kehidupannya menjadi sejahtera. Oleh karena itu hendaknya berusaha dengan bekerja keras yang akhirnya akan mendapatkan hasil yang majsimal.

Demikian keluarga menjadi tumpuhan bagi anak istri yang selalu mendambakan hidup makmur dan sejahtera yang hanya bisa didapatkan dengan kerja keras dengan jalan dharma yang mampu memberikan kesejahteraan yang sesungguhnya. Inilah yang menjadi modal dalam keluarga sehingga kerukunan dalam keluarga akan terbina dengan baik dan nyaman.

Oleh : Aris Widodo



Selasa, 19 Februari 2019

Konsepsi Hukum Menurut Weda



Percikan Dharma
Kewaspadaan
Umat se-dharma, dalam kehidupan selalu butuh kewaspadaan agar selalu selamat dari orang-orang yang tidak menyukainya. Untuk itu sebagai manusia berusaha waspada agar kehidupannya mampu membuat terlepas dari keresahan dalam hidupnya.

Kewaspadaan menuntun seseorang mencapai keberhasilan. Dengan waspada  tumbuh kesadaran tentang sesuatu, bermanfaat atau tidak. Kesadaran ini melindungi kehidupan umat manusia. Kewaspadaan mengasah perhatian dal pencegahan tindakan yang membayakan. Bila seseorang senantiasa waspada, maka ia akan memperoleh keselamatan.

Kewaspadaan melindungi manusia

Bodhasca tva pratibodhasca raksatam.

Atharva Veda VIII. 1. 13

Artinya
Kewaspadaan dan pengetahuan melindungi anda.

Ulasan
Bahwa kewaspadaan dalam hidup yang serba global ini sangat membutuhkan sesuatu yang akan membuat nyaman dan tentram, sehingga nantinya mereka akan merasakan manfaat kewaspadaan yang telah mereka lakukan. Oleh karena itu dengan kewaspadaan yang sangat tinggi akan membuat hidup mereka lebih percaya diri dalam kehidupannya.

Perciksn Dharma
Konsepsi Hukum Menurut Weda
Umat se-dharma, dalam ilmu hukum dibedakan antara Statuta Law dan Common Law atau Natural Law. Statuta Law adalah hukum yang dibentuk dengan  sengaja oleh penguasa, sedangjan Common Law atau Natural Law adalah hukum alam yang ada secara alamiah.

Unsur-unsur yang terpenting dalam peraturan-peraturan hukum memuat dua hal yaitu:
1. Unsur yang sifatnya mengatur atau normatif.
2. Unsur yang sifatnya memaksa atau represif.
Rta dan Dharma dalam Weda mempunyai pengertian yang sama tentang unsur-unsur hukum. Baik Rta dan Dharma, kedua-duanya berarti hukum dalam hukum Hindu. Rta adalah hukum alam yang bersifat abadi, sedangkan Dharnma adalah hukum duniawi, baik yang ditetapkan maupun tidak.

Istilah lain tentang hukum dalam hukum Hindu adalah Widhi, Drsta, Acara, Wyawahara, Nitisastra, Rajaniti, Arthasastra yang penggunaannya relatif menurut tujuannya. Yang terpenting dari istilah-istilah itu adalah Dharma sebagai istilah yang umum dalam ilmu hukum Hindu, karena kata Dharma mengandung 2 (dua) pengertian yaitu:
1. Dharma sebagai norma.
2. Dharma sebagai pengertian keharusan yang kalau tidak dilakukan atau dilaksanakan dapat diancam dengan suatu sanksi hukum.

Percikan Dharma
Ikuti Jalan Kebajikan

Umat se-dharma, dalam kehidupan ini adakalanya kita sering lupa akan jalan yang seharuanya kita jalani. Oleh karenanya ikuti jalan kebajikan agar hidup ini menjadi lebih baik lagi dari pada kehidupan dahulu.

Seseorang hendaknya selalu mengikuti jalan yang benar, jalan kabajikan, sebab siapa saja yang berjalan di jalan yang benar (dharma) akan memperoleh kemakmuran, jasa dan kabajikan. Dekatkanlah diri kita kepada Hyang Widhi untuk senantiasa mendapatkan bimbngan-Nya.

Orang yang memiliki keyakinan menjalankan kebenaran, maka kebajikannya itu akan melenyapkan kesusaham dan dengan kebajikan dapat menolong diri sendiri. Dengan menjalankan dharma tentu kita akan mudah dalam mengarungi kehidupan dalam masyarakat yang majemuk ini.

Selalu mengikuri jalan kebajikan

Svasti pantham anu carema
surya-candramasav iva.
punar dadataghnata
janata sam gamemahi.

Rg Veda V. 51. 15

Artinya
Mari kita terus berjalan pada jalan yang benar seperti jalannya matahari dan bulan. Kita seharusnya bergaul dengan orang-orang yang bermurah hati yang puas (dengan diri sendiri) dan yang berpengetahuan tinggi.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan di dunia ini apabila ingin hidup bahagia dan sejahtera maka kita harus selalu berjalan sesuai dengan ajaran-ajaran yang terdapat dalam kitab suci Veda. Oleh karena itu dengan cara menjalankan setiap ajaran yang terdapat dalam kita suci Veda pasti akan mudah mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia maupun di alam lain setelah kehidupan di dunia berakhir.

Dengan menjalankan kebenaran dalam hidup ini serta bergaul dengan orang-orang yang berpengetahuan tinggi maka akan membawa dampak yang baik buat mereka yang sama-sama menjalankan kebenaran.

Sumber : WA Grup PHDI Banten : Aris Widodo

Selasa, 22 Januari 2019

Percikan Dharma : Jangan Berjudi

Percikan Dharma
Jangan Berjudi
Sumber : Bapak Aris Widodo

Umat se-dharma, dalam kehidupan di dunia ini sering terjadi hal yang seharusnya tidak dilakukan sebaliknya dilakukan yaitu berjudi. Mengapa demikian karena berjudi akan membuat hidup tidak akan tentram.

Tuhan Yang Maha Esa/ Sang Hyang Widhi Wasa mengamanatkan supaya umat-Nya jangan melakukan berjudi. Hal ini ditegaskan dalam kitab suci Weda. Berjudi apapun bentuknya tidak dibenarkan oleh agama. Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa menyatakan bahwa merusak keharmonisan hidup masyarakat.


Judi sering dikaitkan dengan kesenangan sesaat yang mampu membius mereka yang suka melakukan berjudi sehingga sampai lupa akan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga yang harus mereka hidupi. Kalau judi sudah merasuk dalam sanubari sering lupa akan anak dan istrinya karena kesenangan sesaat yang mampu menghancurkan biduk rumah tangganya.

Berjudi merusak kehidupan keluarga



Jaya tapyate kitavasya hina
mata putrasya caratah kva svit,
mava bibhyad dhanam icchamanah
anyesam astam upa naktam eti.

Rg Veda X. 34. 10

Artinya
Isteri seorang penjudi yang mengembara mengalami penderitaan yang mendalam di dalam kemelaratan dan ibu seorang putra yang berjudi semacam itu tetap dirudung derita. Dia, yang dalam lilitan hutang dan dalam kekurangan uang, memasuki rumah orang-orang lainnya dengan diam-diam di malam hari.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan ini sering terjadi rumah tangga yang tidak harmonis disebakkan oleh karena perjudian. Ini semua karena kesenangan sesaat yang dijumpai dalam kehidupan dimana masyarakat masih belum sepenuhnya sadar akan arti kesenangan sesaat tersebut.

Memang dalam berjudi dapat membuat kita terlena akan kesenangan sesaat yang bisa dinikmati pada saat itu saja, namun tidak terpikirkan dampak yang akan diterima oleh keluarga yang di tinggalkan dalam perjudian tersebut. Terkadang karena telalu asyiknya dalam berjudi lupa akan kewajiban sebagai seorang kepala keluarga, sehingga bisa berhari-hari tidak pulang hanya karena perjudian belum usai bahkan sampai apa saja yang dipunyainya dipertaruhkan dalam perjudian.

Untuk itu perjudian janganlah hemdaknya dilakukan karena akan menyengsarakan keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena dalam kitab suci Veda juga melarang segala jenis perjudian agar kehidupan mereka tetap harmonis dan bahagia selalu.

Demikian yang harus diperhatikan bahwa perjudian selamanya akan membuat sengsara dan tidak membawa kebahagiaan bagi keluarga dan masyarakat sekelilingnya.

Selasa, 15 Januari 2019

Percaya Diri Percikan Dharma



Percikan Dharma
Percaya Diri


Umat se-dharma, perlu diketahui bahwa percaya diri merupakan keyakinan yang mwngantarkan menuju keberhasilan. Orang yang memiliki kepercayaan diri tidak ragu-ragu untuk bertindak di jalan yang benar. Orang yang bijaksana menjadikan kepercayaan diri sebagai sebagai bentuk pertolongan yang menyelamatkan. Keparcayaan diri akan tumbuh bila kita memiliki wawasan yang luas terhadap kebenaran, kebajikan, hukum dan keluhuran budi.

Kepercayaan diri memberi keyakinan

Svah svaya dhayase
krnutam rtvig rtvijam.
stomam yajnam cad aram
vanema rarima vayam.

Reg Veda II. 5.7

Artinya
Buatlah dirimu sendiri cukup dan tergantung atas dirimu sendiri, hendaklah penganut melaksanakan persembahan (yajna) musiman. Kami memberikan uang dalam derma (amal/punia), oleh karenanya kami mencapai kehormatan dan kemasyuran.

Ulasan
Bahwa apabila kita punya keyakinan atas diri sendiri niscaya semua masalah yang ada dalam dirinya akan teratasi dengan sendirinya. Oleh karena itu hendaklah kepercayaan yang ada dalam dirinya itu harus selalu dipupuk agar tambah besar kepercayaannya tersebut sehingga akan menimbulkan kepercayaan yang lebih besar dalam dirinya.

Dengan demikian apabila kepercayaan dalam dirinya sendiri telah terbangun dengan baik maka dengan begitu akan menjadi keyakinan dalam tubuhnya. Sehingga dengan adanya kepercayaannya tersebut akan timbul keyakinan dalam dirinya untuk dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.

Oleh : Aris Widodo

Kamis, 13 Februari 2014

Advaita Sosial : Badan Sosial Hindu Untuk Kemanusiaan

hindu banten
Rig Veda
Adakah Badan-Badan Sosial Hindu untuk Kemanusiaan atau Umat (Advaita Sosial). Dalam bahasa filsafat, bahwa kaum buruh (Sudra), pelaku ekonomi, pemerintah dan Brahmana walaupun berbeda kualitas dan tugas harus memiliki semangat yang sama. Semangat Hindu. Hal ini juga merupakan contoh lain tentang yang banyak dalam yang satu. Inilah makna Advaita Sosial. Dana punia atau dermawan yang ada, selain untuk membangun fisik tempat suci sangatlah mulia juga dikhususkan untuk membantu sesama umat Hindu yang miskin baik secara ekonomi, jiwa dan spiritual, karena dihadapan Tuhan / Hyang Widhi nilai ritualnya sangat tinggi. Hal ini diamanatkan oleh Veda itu sendiri yakni :

"Berbuatlah kepada sesama umat dan mahluk lainnya dengan penuh kasih, karena semua mahluk hidup adalah sahabat karibmu dan pada mereka terdapat satu jiwa yang sama dengan kita yaitu bagian dari Brahman (Tuhan)"
Yayurveda Mandala XL, Sukta 6.


Walaupun seseorang berkedudukan sebagai Brahmana, kepala pemerintah tapi tak pernah membantu orang kesusahan, miskin maka dihadapan Tuhan dia tidak mulia. Tuhan memang melihat kurban suci atau yajna dari umatnya, tetapi hal ini seseorang kadang-kadang keliru dalam memberikan tafsir yang murni. Masih terdapat di beberapa masyarakatm ritual kurban yang banyak menghabiskan biaya dengan perlengkapan sarana yang luar biasa jenisnya kadang agak jor-joran dan bisa dijual belikan dapat dianggap ritual tingkat paling utama. Benarkah wajar hal ini ?
Sebaiknya tidak usah diperdebatkan dan buang-buang waktu, tenaga dan pikiran. Marilah tanyakan kepada kesadaran rohani kita, tanyakan kepada Kebenaran Yang Mutlak.
Kitab Suci mengatakan, ritual atau kurban yang diinginkan oleh Tuhan adalah kurban suci dari hati yang damai, kurban melalui karya yang mutlak, membantu umat miskin, penekanan keserakahan, menegakkan hukum serta menjalankan kebenaran. Kurban suci inilah yang menunjukkan kemuliaan kepada Tuhan. Hal ini dapat dibuktikan dari Kitab Suci Veda.

"Kebenaran, hukum yang agung dan kokoh, inisiasi, pengembangan spiritual, doa. Kurban suci inilah yang menopang bumi. "
Satyam brhat rtam ugram diksa tapo brahma yajnah prthivim dharayanti. 
Atharvaveda XI.2.1.

"Manusia  dikatakan memiliki sifat ke-Tuhan-an apabila ia memperhatikan (menolong) nasib orang yang telanjang (miskin), yang sakit, yang buta dan yang lumpuh.
Rgveda VII. 79.2

Hal-hal diatas merupakan jalan tertinggi berbuat terhadap Tuhan (Advaita Sosial) lewat Karma Yoga. Sumber bacaan buku Kebangkitan Hindu oleh Sargede. (RANBB)

Jumat, 15 November 2013

Vrata dalam Kitab Suci Veda

VRATA ATAU BRATA

Vrata atau Brata adalah janji dengan sungguh-sungguh melaksanakan disiplin atau latihan rohani tertentu. Brata diartikan disiplin tertentu. Seorang yang melaksanakan Vrata atau Brata akan memperoleh penyucian diri (diksa). Brata harus ditandai dengan Sraddha (keimanan) yang mantap. Keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dapat dirasakan melalui Brata, dan dengan tapa seseorang mencapai sorga.


 

Brata atau Vrata mengantarkan menuju Tuhan Yang Maga Agung

Vratena diksam apnoti
diksaya-apnoti daksinam
daksina sraddham apnoti
sraddhaya satyam apyate

Yayurveda XIX.30
"Dengan menjalankan brata, seseorang mencapai diksa (penyucian diri). Dengan diksa seseorang mencapai daksina (penghormatan). Dengan daksina seseorang mencapai sraddha (kepercayaan/keyakinan) dan melalui sraddha seseorang menyadari kebenaran sejati/Tuhan Yang Maha Agung"

Semoga kami dapat mewujudkan Brata dan Sraddha

Vratam ca sraddham ca-upaimi

Yayurveda XX.24
"Dengan melaksanakan persembahan (korban), semoga kami mewujudkan brata dan kepercayaan / keyakinan (sraddha)"

Jalankanlah Brata dengan sungguh-sungguh

Vrata raksante amrtah sahobhih

Rgveda I. 62. 10
"Para Dewa menjalankan brata, mereka menggunakan sarana"

Kebenaran Tuhan Yang Maha Esa dapat dirasakan melalui Tapa

Ataptatanur na tada asnute

Rgveda XIX. 83. 1
"Orang yang tanpa menjalankan tapa (pengekangan diri) yang keras, tidak dapat menyadari Tuhan Yang Maha Esa"

Dengan Tapa menuju Sorga / Kahyangan

Tvam tapah paritapya-ajayah svah

Rgveda X.167.1
"Ya Sang Hyang Indra, Engkau menjalankan Tapa dan memenangkan (memperoleh) sorga/kahyangan"

Semoga nafsu seksual tidak mengganggu kesucian kami

Ma sisnadeva api gur rtam nah

Rgveda VII.21.5
"Ya, Tuhan Yang Maha Esa, semoga dorongan nafsu seksual tidak mengganggu kesalehan kami"

Sumber bacaan Buku Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan oleh I Made Titib. (RANBB)

Sabtu, 19 Oktober 2013

Kekayaan Ekonomi dalam Veda

Sabda suci Tuhan Yang Maha Esa tentang ekonomi meliputi; harta kekayaan, kemakmuran, penggunaan kekayaan, kesejahteraan, perdagangan dan perniagaan serta hukum warisan (Dayabhaga)

Kekayaan. Sesungguhnya umat manusia mewarisi tak terkira banyaknya kekayaan dan dituntut untuk membuang naluri-naluri yang kotor dan mengembangkan kecendrungan yang jernih, baik tanpa noda. Kekayaan ada pada kedua telapak tangan manusia, tangan kanan keberuntungan dan tangan kiri lebih beruntung lagi, tangan kanan menyembuhkan dan tangan kiri menyembuhkan dengan sentuhan. Jauhkanlah kekayaan yang diperoleh dengan jalan tidak benar, menjijikkan (korupsi-red). Kita memohon kekayaan yang berlimpah kepada Tuhan Yang Maha Esa, yakni kekayaan yang patut diteladani, kekayaan berupa kemuliaan.

Manusia mewarisi kekayaan yang tak terkira banyaknya.

Ekasatam laksmyo martyasya
sakam tanva januso-adhi jatah
tasam paistha nir itah pra hinmah
siva asmabhyam jatavedo niyaccha

Atharvaveda VII.115.3
"Manusia mewarisi kekayaan (naluri) yang tak terkira banyaknya bersamaan dengan kelahirannya. Kita seharusnya membuang naluri-naluri yang kotor. Ya, Tuhan Yang Maha Esa, berilah kami naluri-naluri dan kecendrungan yang jernih tanpa noda"

Kekayaan ada pada kedua tangan

Ayam me hasto bhagavan
ayam me bhagavattarah
ayam me visvabhesajo
ayam sivabimarsanah

Rgveda X.60.12
"Ya, Tuhan Yang Maha Esa, satu tangan (kanan) saya memiliki keberuntungan yang bagus dan satu tangan (kiri) yang lain lebih beruntung. Tangan kananku adalah obat untuk semua penyakit dan tangan yang kiri mampu berbuat sama bahkan dengan sentuhan"

Lebih lengkap silakan baca buku Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan oleh I Made Titib. (RANBB)



-->

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini