OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label Sloka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sloka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2023

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174

 Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174

 arthavanarthsmarthibiyo na dadatyatra kogunah, ekaiva gatirarthasya danamanya vipattayah.

 

sloka yayur weda

Kuneng, an wwangujar sang sugih maweh dana ring kasyasih, tan padon ika, apan kewala tunggal doning mas, danakena juga karih, len sangkerika donya, lara katiwasan ngaranika.

 

Artinya

Akan tetapi, jika menggembar-gemborkan orang yang kaya memberi sedekah kepada orang yang patut dikasihani, sebenarnya tiadalah gunanya itu, sebab hanya satu saja gunanya kekayaan, yaitu untuk disedekahkan, jika lain dari pada itu kegunaannya disebut menimbulkan duka kemiskinan.

 

Ulasan

Apa yang menjadikan pembicaraan bahwa apabila mereka memberikan sedekah dengan memberitahukan kepada orang lain itu tidaklah baik dilakukan, karena kalau sudah mau memberi dana punia atau sedekah hendaklah jangan diketahui orang banyal.

Oleh karena itu mepunia harus berdasarkan keikhlasan hati sehingga akan betdampak pada bagaimana kehidupan dalam masyarakat saat ini.

Jumat, 30 November 2018

Kelahiran Kembali

Jiwa, Kelahiran Kembali, Kremasi
Sama Weda Sloka 547

Sutaso madhnumat tamah soma Indraya wo mandinah, pawitra wanto aksaran dewan gacchantu wo madah.

Artinya
Kegembiraan Tuhan dinyatakan melalui kegemerlapan, keindahan dan ketenangan ciptaan-Nya. Kebahagiaan tertinggi dari cinta ketuhanan terasa di dalam Jiwa yang bersih dan cepat mengerti terhadap kesucian dari cinta tak terhingga dari Tuhan. Menyalakan lubuk hati yang paling dalam dari para pemuja.

Ulasan
Bahwa sesungguhnya Hyang Widhi telah memberikan semua yang manusia inginkan namun manusia masih saja kurang. Namun begitu Hyang Widhi tetap memberikan apa yang manusia minta hingga semua permintaan itu telah diterima oleh ciptaan-Nya.

Oleh karena itu hendaknya kita sebagai manusia harus selalu berupaya terus untuk lebih dekat dengan Hyang Widhi dengan jalan sembahyang, kasih sayang, saling menghargai, mencintai semua ciptaan Hyang Widhi.

Demikian yang seharusnya umat lakukan agar kehidupan ini membuat jiwa lebih fres dan segar dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini.




Rabu, 05 September 2018

Satassamuscaya Sloka 369


Mrtyu-Tuha-Pati
Satassamuscaya Sloka 369

nausadhani na sastrani na homana punarjapah, trayante mrtyunopetan jaraya vapi manavam.

Tatan tamba, tan mantra, tan homa, tan japa, wenang manulung sakeng pati, manukala mrtyu, punah punah mantroccarana; pawaluywaluyning koccaranan sang hyang mantra, japa ngaranya.



Artinya
Bukan obat, bukan mantra, bukan korban api, bukan japa (ucapan mantra komat-kamit berulang-ulanh), sanggup menolong, membebaskan seseorang dari mati, atau dapat menangkis maut, sia-sialah ucapan mantra itu ucapan mantra berulang-ulang disebut "japa".

Ulasan
Bahwa sesungguhnya orang yang melakukan perbuatan, berkata dan berpikir baik adalah mereka sadar akan bekal dikemudian hari, bukan japa yang dilakukan berulang-ulang namun tidak.dapat mengimplementasikan dalam.kehidupan ini. Oleh karena itu hendaklah japa itu harus dilakukan.bersamaan dengan diaplikasikan dalam hidup ini agar lebih bermakna. Dengan demikian antara japa.dan implementasi harus selaras dan seimbang sehingga manfaat yang akan didapat lebih berhasil dalam kehidupan nyata ini.

Selasa, 28 Agustus 2018

Purwakarma Sarassamuscaya Sloka 361


Purwakarma
Sarassamuscaya Sloka 361

anyaduptam jatamanyadityetannapapadyate, upyate bhuvi yadvijam tattadeva prarohati.

Lawan ikang wastu inipuk, tan patuwuh ika len sangkerikang inipuk, mangkana tikang purwakarma, yatika tinut ning phala kabhukti dlaha.



Artinya
Dan barang sesuatu yang ditabur dain dibiakkan, tidak akan tumbuh lain daripada bibit yang ditabur itu; demikianlah purwa-karma (perbuatan pada waktu hidup dulu) itulah yang menimbulkan hasil yang dikenyam kemudian.

Ulasan
Bahwa sesuatu yang timbul dari perbuatan merupakan buah hasil yang ditabur atau ditanam pada waktu dulu, yang hasilnya dinikmati pada kehidupsn sekarang ini. Oleh karena itu taburlah.benih-benih kebajikan yang banyak agar kelak kemudian akan menghasilkan buah hasil yang bisa dinikmati dengan senang dan bahagia. Demikian kehidupan ini merupakan buah dari kehidupan yang dahulu ditanam dengan kebajikan tanpa mengharapkan akan hasil sehingga baru saat ini dinikmatinya.

Kamis, 12 Juli 2018

Sarassamuscaya Sloka 321

Pergaulan dengan sang sadhu
Kitab Agama Hindu
Bhagawadgita
Sarassamuscaya Sloka 321

drogdhavyam na ca mitresu na visvastesu karhicit, yasya camani bhunjita yatra ca syat pratisrayah

Nyang pangraksu kirti, haywa drohaka ring mitra, drohaka ngaraning mahyun ri patyanika, haywa drohaka ring kaparcaya, parcaya ri kita kunang, rjng pinsnganta sekulnya, pamarasraya kuneng apan krtaghna ngaraning papaning mangkana, tan purwarna.



Artinya
Inilah penjaga (pemelihara) nama baik; jangan berkhianat kepada sahabat; druhaka artinya menghendaki akan matinya sahabat itu; jangan berkhianat kepada orang yang dipercaya baik kepada orang yang menaruh kepercayaan kepada anda, maupun kepada orang yang nasinya anda makan, demikian pula kepada orang tempat mendapat perlindungan sebab tidak tahu berterima kasih dikatakan perbuatan nista yang demikian tidak tahu membayar hutang-hutang yang lampau.

Ulasan
Bahwa apa yang terjadi pada kehidupan ini memang dialami banyak orang, kadang memang jangan mengkhianati suatu persahabaan karena cari sahabat sangat sulit untuk didapatkan. Oleh karenanya sahanat harus dijaga agar apa yang telah terjadi sering kali lupa akan persahabatan yang telah tetjalin lama dan saling menguntungkan. Demikian persahabatan dalam hidup ini juga membutuhkan suatu pupuk untuk kelanjutan persahabatan yang akan datang.

Senin, 09 Juli 2018

Sarassamuscaya Sloka 318

Pergaulan dengan sang sadhu
Kata Mutiara Kitab Suci Yayur Weda
Yayurveda
Sarassamuscaya Sloka 318



arapyate sila saile klecena mahata yatha, patyate ca sukhenadhastathtama punyapapayoh.

Matangnyan haywa tan yatna, raksan kayatnakena katemwan iking si dadi wwang denta, sakarananyan entasa minduhura muwah, ta pwa gawayakena, apan atyanta iweh ning maminduhuraken, kunang yang pamingsorakena, emas ika, tonenta, nang wungkal pingruhurakena ryagraning wukir, antukning pariklesa ika, kunang yan tibakena ika, tan kewehan ngwang irika.

Artinya
Oleh karenanya janganlah tidak hati-hati, jagalah baik-baik karena telah dapat menjelma menjadi orang; segala yang menyebabkan akan dapat lulus dan meningkatkan penjelmaan, itulah hendaknya dilaksanakan, karena keliwat sukar untuk meningkatkan penjelmaan itu; akan tetapi untuk menurunkan, amat mudahnya; contohnya: batu yang telah dinaikkan ke puncak gunung; karena suatu gangguan maka dijatuhkan kembali dengan tanpa kesulitan sama sekali.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan ini memang tidak mudah untuk dijalani karena harus mampu mempertanggung jawabkannya apa yang telah dilakukannya. Pada dasarnya yang dilahirkan menjadi manusia sungguh-sungguh utama karena tidak mudah dilahirkan menjadi manusia, mengapa demikian karena yang dilahirkan menjadi manusia ini dalam hidupnya harus dapat melaksanakan perbuatan yang baik sebanyaj-banyaknya.
Oleh karena itu tidak gampang menjadi manusia yang utama sehingga dalam hidupnya yang harus dilakukan adalah bagaimana menjaga agar kelahiran menjadi manusia akan tetap terjaga. Karena itu apabila lengah sedikit saja melakukan kesalahan dalam hidup ini akan terjerumus ke jurang kesengsaraan dan tidak.mungkin akan lahir menjadi manusia kembali dalam kelahiran mendatang. Demikian yang harus diingat bahwa kelahiran menjadi manusia ini sungguh utama dan hendaknya terus ditingkatkan dalam kehidupan ini.

Senin, 02 Juli 2018

Sarassamuscaya Sloka 287

Daridra (miskin)
Kitab Suci Umat Hindu
RGVEDA
Sarassamuscaya Sloka 287



suhrdan hi dhanam bhukte (bhumkte) krtva pranayamipsitam, pratikartumacaktasya jivitanmaranam.

Apan ikang daridra ngaranya, bhinuktinya ta wibhawaning mitranya, tinekan saprayojananya, ndan pisaningu ya wenang amalesa ri mitranya, dening daridranya, dening kacmalaning buddhinya kuneng, lobha humet atengetx yan paramarthanya, lehengang mati sangkerika.

Artinya
Akan si miskin itu, dinikmatinya kekayaan sahabatnya dan segala keperluannya dipenuhinya akan tetapi tidak bisa membalas budi sahabatnya, oleh karena miskinnya; pun oleh sebab kekejian budi pekertinya, loba, tidak tulus hati dan kikir, berhubung dengan itu, lebih baik mati daripada berhal demikian.

Ulasan
Bahwa pada dasarnya orang yang tidak punya memang seperti itu, tidak usah diperhatikan dengan sepenuh hati karena ia akan merasa diperhatikan dan akhirnya akan tambah menjadi malas. Oleh karenanya biarkan apa adanya tidak usah terlalu diperhatikan biar ia berpikir sendiri mengatasi kemiskinan yang ia alami. Memang kalau ia diperhatikan ia tidak akan mengalami peningkatan hidupnya dan menjadikan kebiasaan buruk bagi mereka sehingga akan lupa ia seperti apa dan tidak tahu bagaimana keluar dari kemiskinan yang ia alami saat ini.

Sabtu, 19 Mei 2018

Sarassamuscaya Sloka 268

Artha (harta kekayaan)
Kitab Suci Umat Hindu
RGVEDA
Sarassamuscaya Sloka 268




dharmaccarthacca kamacca tritayam jivite phalam, etat trayamavaptavyamadharmaparivarjitam.

Telu kta phalaning hurip ngaranya, awaknya telu, dharma, artha, kama, nahan tawaknyan telu, haywa ta kaslatan adharmam.

Artinya
Tigalah yang merupakan pahala hidup ini, wujudnya yang tiga itu, yaitu dharma, artha, dan kama;  itulah perwujudan yang tiga itu; janganlah yang tiga ini dicermari adharma.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan ini ada tujuan hidup yang harus diperhatikan yaitu dharma, artha, dan kama. Dharma adalah kebajikan, kebenaran; artha adalah harta kekayaan; kama adalaj nafsu atau keinginan,
Dharma merupakan hal yang patut diupayakan dalam hidup ini karena dengan menjalankan dharma atau kebenaran niscaya hidup ini akan nyaman. Oleh karena itu dharma dapat menjadikan modal awal untuk mencapai tujuan Moksartham jagadhita ya ca iti dharma, sehingga dharma menjadikam pondasi dasar kehidupan ini. Ada dua kewajiban dalam dharma yaitu swa dharma dan para dharma, swa dharma adalah kewajiban diri sendiri, swadharma anak harus menghormati orang tuanya; para dharma adalah menghormati orang lain, dalam hal ini harus bisa menghormati dam menghargai pemdapat orang lain. Manfaat dharma yaitu sebagai modal menuju ke alam keabadian, sebagai dasar dalam kehidupan.

Artha merupakan harta kekayaan, setiap orang membutuhkan harta untuk dapat menghidupi kehidupannya di dunia ini, namun demikian dalam pencarian harta.harus berlandaskan dharma. Mengapa demikian karena dalam mencari harta tanpa berlandaskan dharma akan sia-sia, sehingga walaupun kita mendapatkan harta yang banyak untuk digunakan dalam menghidupi keluargamya tidak mendapatkan anugrah. Oleh karena itu dalam setiap pencarian harta harus berdasarkan dharma agar hasil yang diperoleh tersebut dapat waranugraha dari Hyang Widhi, sehingga keluarga yang dihidupi dengan harta tersebut dalam.kebahagiaan. Perlu diingat bahwa harta yang kita dapatkan bukan semua punya kita, namun sebagian punya orang lain. Harta yang kita punya dibagi menjadi tiga bagian yaitu 1. Untuk digunakan dalam dharma, 2. Untuk kelangsungan hidup, 3. Untuk dikembangkan dalam bentuk usaha.
Pertama untuk digunakan dalam.dharma, bahwa harta yang kita peroleh ini digunakan untuk hal-hal yang bersifat sosial keagamaan yaitu bisa untuk berdana punia, beryadnya, untuk diberikan yang memerlukan, untuk anak yang kelaparan; kedua untuk kelangsungan hidup yaitu dalam hidup ini kita butuh segala sesuatu kebutuhan yang memerlukan harta yang kita miliki untuk dapat hidup; Ketiga untuk dikembangkan dalam bentuk usaha, bahwa harta yang kita peroleh hsrus dapat dikembangkan dalam usaha agar bisa menopang kehidupsn di hari mendatang, sebab kalau kita hidup ini memerlukan harta yang cukup banyak untuk dapat mengimbagi perkembangan jaman.

Karma adalah nafsu atau keinginan, manusia memang syarat dengan nafsu atau keinginan, sehingga dengan adanya nafsu atau keinginan itu diharapkan tidak terlena akan nafsu atau keinginan tetsebut. Karena kalau nafsu atau keinginan tidak kita kendalikan akan membuat kita hancur dibuatnya seperti kuda liar, contohnya demikian, apabila kita sudah punya rumah bagus karena kita tidak bisa mengendalikan nafsu maka kita ingin rumah lagi yang lebih bagus, parahnya lagi kalau sudah punya istri yang cantik pengin istri yang cantik lagi. Inilah kalau kita tidak mampu mengendalikan nafsu kita akan terjebak dalam jurang neraka, oleh karena itu dalam hal ini harus berlandaskan dharma sehingga tidak akam terjerumus ke lembah neraka. Demikian ketiga hal ini harus selalu diperhatikan bahwa ketiga-tiganya merupakan satu kesatuan yang utuh untuk dapat mencapai tujuan yang sangat mulia yaitu Moksartham jagadhita ya ca iti dharma dapat terwujud.

Sabtu, 28 April 2018

Sarassamuscaya Sloka 248

Anak-ramarena-guru
Kata Mutiara Kitab Suci Rg Weda
RgWeda
Sarassamuscaya Sloka 248



abhivadayeta vrddhamasanam casya darsayet, krtajnalirupasita gacchantam prayatonviyat.

Matangnyan mangkeng ulaha ring wwang matuha, manantwa swagata awehonggwanunggwan, manembaha asila angharepakena, yar angkat mangaterakena.

Artinya
Oleh karena itu perilaku orang tua, hendaknya memberi salam selamat dan menyapanya dengan sopan santun, mempersilahkan duduk, kemudian menyembah serta dengan sopan duduk bersila dihadapannya; pada waktu berangkat hendaklah mengantarkannya.

Ulasan
Bahwa apabila dalam mempelakukan orang tua harus selalu memberikan hormat karena orang tua adalah asal mula kita berada di dunia ini. Oleh karena itu jangan sampai ketemu sama orang yang lebih tua hendaknya memberi salam hormat dan sopan santun terhadapnya. Demikian yang harus kita lakukan dalam hidup ini terhadap orang tua yang telah memberikan kita semua yang mereka punyai untuk anak-anaknya.

Senin, 02 April 2018

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 226

Danapunia
Kitab Suci Hindu
Vayu Purana
Sarassamuscaya Sloka 226




eka svada na bhunjita ekah svarthan na sintayet, eka na gadchedadhvanam naikah suptesu jagryat.

Lawan tan dading manunggalaken wastu menaka, pathyarasa bhojana, mwang tan dadi tumunggali wiwekanya ring kinarya, hintwakena ta ya ring lena, mwang tan panungganunggala tang alakulaku, lawan tan dadi sumelat matanghi yan paturu rowangta kabeh.

Artinya
Dan tidak boleh sendiri saja menikmati sesuatu yang menyenangkan, seperti mengecap makanan yang lezat dan menyegarkan, dan tidak boleh sendiri saja memutuskan sesuatu yang dikerjakan, hendaklah soalnya dirundingkan dengan orang lain, dan jangan pergi sendiri saja, lagi pula tidak baik bangun sendirian selagi semua kawan-kawan masih tidur.

Ulasan

Bahwa apa yang telah mereka lakukan untuk menenuhi kebutuhan yang akan diperolehnya semakin baik. Namun demikian hal ini tidak baik untuk dilakukan karena akan membuat malas dan selalu tergantung pada apa yang ada didepan mata. Oleh karena itu semua harus dilakukan bersama agar kita semua mendapatkan kewajiban dan hak yang sama-sama bisa dirasakan.

Senin, 12 Februari 2018

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174
Kitab Suci Weda
rigweda
arthavanarthsmarthibiyo na dadatyatra kogunah, ekaiva gatirarthasya danamanya vipattayah.





Kuneng, an wwangujar sang sugih maweh dana ring kasyasih, tan padon ika, apan kewala tunggal doning mas, danakena juga karih, len sangkerika donya, lara katiwasan ngaranika.

Artinya
Akan tetapi, jika menggembar-gemborkan orang yang kaya memberi sedekah kepada orang yang patut dikasihani, sebenarnya tiadalah gunanya itu, sebab hanya satu saja gunanya kekayaan, yaitu untuk disedekahkan, jika lain dari pada itu kegunaannya disebut menimbulkan duka kemiskinan.

Ulasan
Apa yang menjadikan pembicaraan bahwa apabila mereka memberikan sedekah dengan memberitahukan kepada orang lain itu tidaklah baik dilakukan, karena kalau sudah mau memberi dana punia atau sedekah hendaklah jangan diketahui orang banyal.

Oleh karena itu mepunia harus berdasarkan keikhlasan hati sehingga akan betdampak pada bagaimana kehidupan dalam masyarakat saat ini.

Jumat, 09 Februari 2018

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 172

Dana Punia (sedekah)
Sarassamuscaya Sloka 172

na danadduskarataram trisu lokesu vidyate, arse hi mahati trsna sa ca krcchrena labhyate.

Apan ring tribhuana, tan hana meweh kagawayanya, lena sangkeng dana, agong wi kang trsna ring artha, apan ulihning kasakitanikang artha katemu.

Artinya
Sebab di dunia tiga ini tidak ada yang lebih sulit dilakukan daripada berdanapunia (bersedekah), umumnya sangat besar terlekatnya hati kepada harta benda, karena dari usaha bersakit-sakitlah harta benda itu diperoleh.

Ulasan
Bahwa berdana punia merupakan bentuk yadnya yang seharusnya dilakukan setiap manusia yang lahir ke dunia ini, karena manusia lahir ke dunia masih mempunyai hutang yang harus dibayar. Oleh karena itu hendaklah berdana punia merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh setiap manusia agar kehidupannya kelak lebih baik.

Demikian manfaat berdana punia agar sebagian hutang yang harus dibayar dapat mengurangi penderitaan hidup di masa lalu bisa terkurangi dan kehidupan mendatang akan lebih baik lagi.

Rabu, 07 Februari 2018

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 171

Danapunia
Sarassamuscaya Sloka 171

danena bhogi bhavati medhavi vrddhasevaya, ahinsaya ca dirghayurti prahurmanisinah.

Kuneng phalaning tyagadana, yawat katemung bhogopabhoga ring paraloka dlala, yapwan phalaning sewaka ring wwang kabayan, katemung mendhaguna, si yatnan kitatutur, kuneng phalaning ahingsa, si tan pamatimati, kadirghayusan, mangkana ling sang pandita.

Artinya
Maka hasil pemberian sedekah yang berlimpah-limpah, adalah diperolehnya pelbagai kenikmatan di dunia lain kelak; akan pahala pengabdian kepada orang tua-tua, adalah diperolehnya hikmah kebijaksanaan, yaitu tetap waspada dan sadar; adapun akibat ahingsa yaitu tidak melakukan perbuatan membunuh adalah usia panjang; demikian kata sang pandita (orang arif bijaksana).

Ulasan
Sesungguhnya bahwa apa yang telah diperbuatnya dalam brrdana punia memang merupakan sebuah ketetapan yang telah digariskan dalam tuntunan agama kepada umat. Sehingga dengam berdana punia mereka akan mendapatkan kenikmatan yang banyak di dunia kelak, karena pahala yang diberikan terhadap pengabdian kepada orang tua.

Oleh karena itu akan memperoleh hikmah kebijaksaan dalam hidupnya, sedangkan pahala yang diberikan tatkala tidak melakukan perbuatan membunuh adalah umur panjang. Semoga kesadaran akan berdana punia dan tidak melakukan perbutan membunuh dapat diimplementasikan dalam kehidupan, swaha.

Sabtu, 04 Oktober 2014

BABAD ARYA KEPAKISAN

BABAD ARYA KEPAKISAN (1998)

 BABAD ARYA KEPAKISAN

Babad ini menceritakan tentang keturunan Arya Kepakisan di Bali. Arya Kepakisan adalah putra dari Arya Kadhiri, yang datang ke Bali diikuti oleh para bangsawan Kepakisan. Dinamakan Kepakisan karena pakis berarti paku, dipakukan menjadi raja oleh Mpu Dang Guru. Arya Kepakisan dijadikan raja oleh Rakryan Madha. Arya artinya Wisnu, yakni Bhatara Hari, hakikatnya keluarga bangsawan keturunan Wisnu, tiada kesatria yang berasal dari Batara Brahma, karena berasal dari Batara Wisnu asalnya. Itulah sebabnya raja yang baru tiba dinamakan Sri Kresna Kepakisan. Sri berarti raja, Kresna berarti Wisnu. Demikianlah atas kebijaksanaan Mahapatih Gajahmadha. Itulah sebabnya Sri Kresna Kepakisan beserta Arya Kepakisan terutama para Wesia dari Jawa bersama-sama pergi ke Bali atas perintah patih Gajahmadha sebagai penjelmaan Wisnu yang menjadi menteri dan paham akan perihal kenegaraan.
Sri Kresna Kepakisan keturunan Brahmana menjadi raja    di Bali dan Arya Kepakisan menjadi patihnya, diiringi oleh para arya yang dilantik, terutama para Wesia dari Jawa sebagai delapan penjaga raja yang berkuasa di Samprangan. Arya Kepakisan memiliki dua orang putra yang bernama Arya Asak dan Arya Arya Nyuhaya. Merekalah yang selanjutnya menurunkan keturunan berikutnya. Demikianlah keturunan Arya Kapakisan pada jaman dahulu.




ALIH AKSARA DAN ALIH BAHASA LONTAR SRI PURANA TATTWA (2004)

Sri Purana Tattwa adalah salah satu lontar purana yang memakai bahasa Jawa Kuna. Isinya mengandung ajaran agama hindu yang memuliakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Dewi Sri, yang menganugrahkan kesejahteraan serta melindungi segala jenis tanaman pertanian. Sri Purana Tattwa menguraikan tentang sistem ritual dalam mekanisme pengolahan sawah dari permulaan/awal kegiatan sampai akhir panen termasuk juga pengendalian hama dan penyakit melalui upacara dan upakara panangluk marana.

BACA : BABAD BULELENG, BABAD ARYA GAJAHPARA, BABAD KI TAMBYAK



Sumber : http://baliculturegov.com/2009-10-06-09-01-33/konsep-konsep-budaya.html
 
MENGENAL PURA GUNUNG SALAK 


Selasa, 08 Juli 2014

Berdoa untuk Orang Non-Hindu

Boleh nggak kita mendoakan orang non-Hindu yang meninggal dengan doa Hindu ?

Mantra-mantra Veda dan Upanisad ditujukan kepada semua manusia, tanpa membedakan ras, suku dan agama. Bahkan untuk mahluk, serta alam semesta. Mantra yang paling sering diucapkan oleh Sulinggih atau pinandita waktu meminpin upacara berbunyi :

"Sarve Bhavantu Sukinah, Sarva santu niramayah, Sarve badrani pasyantu, Ma kascit dukha bhag bavet, Om loka samasta sukhino bhavantu "

Artinya : Semoga semua hidup berbahagia. Semoga semua menikmati kesehatan yang baik. Semoga semua mendapat keberuntungan. Semoga tidak ada mengalami kesedihan, Semoga damai dimana-mana.

Jadi semua didoakan. Ini satu bukti Hindu atau Veda tidak bersifat sekterian. Veda bukan untuk satu kelompok manusia, apakah berdasarkan suku, bangsa, ras atau keyakinan. Tetapi ingat tidak semua agama mengijinkan umatnya mendoakan orang meninggal yang lain keyakinannya. Sebaiknya hanya dalam hati saja, niay baik harus dilaksanakan dengan cara baik.

Baca Juga : Cara Pengucapan Mantra Dalam Bahasa Sanskerta




Apa perbedaan Mantra, Sloka dan Gita ?

Mantra secara etimologi didefinisikan sebagai 'itu yang melindungi' (tra = melindungi, to protect) ketika diucapkan secara berulang dan direnungkan (man = berpikir, menerung, to think, to reflect).  Kata Mantra mempunyai dua arti: bagian-bagian yang berbentuk puisi dari Veda, dan nama-nama dan suku kata yang digunakan untuk mengidentifikasikan atau mengambil hati para Dewa. Yang pertama bersifat Veda yang kedua bersifat Tanrik. Veda secara umum dibagi dalam dua bagian besar. Mantra dan Brahmana. Mantra dalam tiga Veda diklasifikasikan ladi sebagai rk, yajus, dan saman. Kitab-kitab Brahmana dalam bentuk prosa, menjelaskan rincian upacara korban dan mengutip mantra yang tepat yang digunakan dalam upacara itu.

Sloka adalah satu sajak yang terdiri dari dua baris, masing-masing dari kedua baris ini terdiri dari delapan suku kata. Gita artinya nyanyian atau kidung.


Jumat, 14 Maret 2014

Doa Mohon Ketenangan dalam Keluarga

Doa Mohon Ketengangan dalam Keluarga.

Om wise we asthitim jagatuh
Athaturrubhayasya yo wasi sano dewah
Sawitaya triwaruthamam bhasah

Hyang Widhi, Engkau yang selalu mengunjungi rumah, mengamati hakikat_-Mu, sahabat yang murah hati. Hamba memuja-Mu dengan penuh penghormatan dalam ucapan maupun perbuatan, agar kamu mendapatkan ketenangan.

Doa Mengheningkan Cipta

Om mata bhumih putro aham prtiwyah

Hyang Widhi, semoga hamba semakin mencintai tanah air ini sebagai ibu, dan hamba adalah putra-putranya siap sedia membela seperti pahlawan.

Doa Melayat Orang Meninggal Dunia

Om swargantu, mokshantu, sunyantu, murcantu
Om ksama sampurna ya namah swaha



Hyang Widhi, semoga arwah yang meninggal mendapat tempat di sorga, bersatu dengan-Mu, dalam keheningan tanpa derita. Hyang Widhi, ampunilah segala dosanya, semoga ia mencapai kesempurnaan atas kekuasaan dan pengampunan-Mu.

Doa Mengujungi Orang Sakit

Om sarwa wighna sarwa klesa
Sarwa lara roga winasa ya namah

Hyang Widhi, semoga segala halangan, segala penyakit, segala penderitaan dan gangguan Engkau lenyapkan semuanya.

Doa untuk Pedagang

Om a wiswani amrta saubhagani

Hyang Widhi, semoga Engkau menganugerahkan segala keberuntungan dan memberikan kebahagiaan kepada hamba.

Senin, 14 Oktober 2013

Cara Pengucapan Mantra Dalam Bahasa Sanskerta

Apakah pengucapan doa mutlak menggunakan bahasa Sanskerta ?. 
Kata Mutiara Kitab Suci atharwa weda
Atharvaveda


Tentunya hal ini tidak mutlak sebab doa adalah cetusan hati atau bahasa ibu (hati) yang mudah kita pahami, tetapi bila kita berdoa dengan bahasa Sanskerta (bahasa Bapa) maka kita harus memahami arti atau maksudnya.
Kedua bahasa doa tersebut berfungsi sebagai pelindung bagi yang mengucapkannya, seperti yang disebutkan dalam Nirukta sebagai berikut :

Seorang yang mengucapkan Mantra Veda dan tidak memahami makna yang terkandung dalam mantram itu, tidak pernah memperoleh penerangan seperti halnya sebatang kayu bakar, walaupun disiram dengan minyak tanah, tidak akan terbakar bila tidak disulut dengan api. Demikian orang yang sekedar mengucapkan (membaca) mantram Veda tidak mendapatkan cahaya pengetahuan yang sejati.

Nirukta I.18


Orang yang tak memiliki kesadaran rohani murni dan bijaksana maka ia tak akan tahu makna Veda yang sesungguhnya, karena Veda adalah Tuhan itu sendiri seperti yang ditegaskan dalam Bhagavad Gita Sloka 9.17.

"Akulah ayah alam semesta ini, ibu, penyangga dan kakek, Akulah obyek pengetahuan, yang ,menyucikan dan aksara Om, Aku juga Rg, Sama dan Yayur Veda "

Pitaham asya jagato mata dhata pitamahah,
vedyam pavitram aumkara rk sama yajur eva ca.

Bhagavad Gita Sloka 9.17.


Sumber buku bacaan Kebangkitan Hindu oleh Sargede. (RANBB)




CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini