OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label dewa yadnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dewa yadnya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2023

Percikan Dharma Pengorbanan Suci (Yajna)

Percikan Dharma Pengorbanan Suci (Yajna)

 

Om Swastyastu

Umat se-dharma, dalam hidup ini pasti ada suatu pengorbanan suci yang harus dilakukan oleh manusia itu sendiri. Untuk itu perlu sekali dilakukan agar hidup ini menjadi lebih indah dan memberikan inspirasi untuk selalu melakukan korban suci.


catur weda

Yajna adalah korban suci, yaitu yang dilandasi oleh kesucian hati, ketulusan dan tanpa pamrih. Yajna mengandung pengertian yang sangat luas, jauh lebih luas dibandingkan dengan pengertian upacara atau upakara. Yajna merupakan pusat alam semesta, diciptakan atas dasar Yajna, keiklhasan-Nya selanjutnya beliau bersabda supaya setiap manusia mengikuti jejak-Nya.


Orang yang telah melakukan yajna memperoleh pencerahan batin. Demikian pula dalam kehidupan modern, donor darah ataupun donor organ tubuhpun dapat disebut sebagai Yajna yang utama. Oleh karena itu dengan yajna yang kita lakukan niscaya semua anugrah pasti didapatkannya.


Pengorbanan untuk kebahagiaan abadi


Svar yanto napeksanta,

a dyam rohanti rodasi


yajnam ye vi vatodharam,

suvidvamso vitenire


Yajur Veda XVII. 68


Artinya

Para sarjana yang terkenal yang melaksanakan pengorbanan, mencapai kahyangan (swarga) tanpa suatu bantuan apapun. Mereka membuat jalan masuk mereka dengan mudah ke kahyangan (Swarga), yang menyeberangi bumi dan wilayah pertengahan.


Ulasan

Bahwa sesungguhnya dalam hidup ini ada sesuatu yang perlu dikorbankan yaitu apa yang kita punya tentunya, namun demikian apapun yang ķita korbankan apabila didasari dengan keikhlasan niscaya akan membuahkan hasil yang sesuai dengan pengj xucorbanan tersebut.


Dengan pengorbanan yang tulus dan ikhlas dan tanpa pamrih pasti Hyang Widhi akan memberikan yang terindah dalam hidupnya.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kota Serang

Minggu, 10 April 2022

Kidung-Kidung Dewa Yadnya

 Kidung-Kidung Dewa Yadnya

Kidung yang terkait dengan Dewa Yadnya biasanya menggambarkan suasana yang khusyuk, dengan nada irama yang tenang dan mengalun seiring dengan puja mantra yang dihaturkan oleh para Sulinggih.



Ciri khas kidung Dewa Yadnya adalah liriknya mengandung unsur-unsur  pemujaan ,puji-pujian kepada Ida Sang Hyang Widhi, dilantunkan dengan perlahan-lahan dan penuh kekhusyukkan.

Berikut di bawah ini beberapa jenis kidung yang digunakan untuk mengiringi rangkaian upacara Dewa Yadnya, khususnya yang berlaku di Bali.




Tatkala nuntun Ida Bhatara: Kawitan Wargasari, Wargasari;


Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :

  • tatkala mapiuning,menghaturkan upacara: Brahmara Ngisep Sari, Kawitan Wargasari, dan
  • menghaturkan byakaon,prayascita, dll: Kidung Wargasari
  • memendak atau melasti: Wargasari
  • tatkala muspa: Kakawin Mredu Komala, Kakawin Totaka;
  • tatkala nunas tirta: kidung wargasari; pupuh adri, rare kadiri
  • tatkala maprani: kidung warga sirang, kidung wargasari
  • tatkala nyineb: warga sirang.

Rabu, 04 April 2018

Di Atas Langit Ada Langit

WAYANG CENK BLONK TERKINI



Terbaru_full lucu wayang cenk blonk spesial cenk dan blonk- lelucon wayang cenk blonk 2018
Kumpulan lelucon wayang cenk blonk spesial cenk & blonk yang sangat kocak dan gokil,, semoga terhibur.







Kamis, 30 April 2015

Upakara Yadnya; Ajaran Hindu Bersifat Fleksibel

UPAKARA YADNYA HINDU
upakara bali
Upakara Yadnya
Mengenai Upakara Yadnya atau Banten ini sudah ada sorotan tajam dipertanyakan dari segi eksistensinya maupun faktor ekonominya, apakah masih relevan pada masa kehidupan sekarang ini?. Apakah tidak bisa disederhanakan karena banyak menyita waktu, tenaga dan dana ?

Dulu, para pendahulu kita dalam mengamalkan Ajaran Kitab Suci Weda memilih Upakara Yadnya atau Banten sebagai perwujudan konkrit rasa bakti itu kepada Sang Hyang Widhi. Jadi tidak heran jika dalam kehidupan kita sehari-hari diliput oleh Upakara Yadnya ini. Karena setiap Yadnya pasti ada Upacara dan setiap Upacara pasti ada Upakara Yadnya atau Banten ini. Jadi kita rupanya tidak hanya cukup hanya memuja dan memohon kepada SangHyang Widhi pada saat Puja Wali tetapi juga harus menunjukkan prilaku atau bukti tanda bakti kepada-Nya sesuai petunjuk Sastra. 

Baca Juga Apakah Hindu Tak Bisa Tanpa Ritual Banten ?



Sebenarnya Ajaran Hindu bersifat fleksibel dan elastis dalam arti ajarannya dapat dilaksanakan menurut Desa (tempat), Kala (waktu) dan Patra (keadaan). Landasannya adalah Catur Dresta yaitu Purwa Dresta (norma-norma terdahulu yang baik), Desa Dresta (uger-uger yang dibuat oleh Desa Pakraman), Loka Dresta (undang-undang atau peraturan yang dibuat oleh Pemerintah) dan Sastra Dresta yaitu ketentuan-ketentuan berdasarkan Pustaka-Pustaka yang ada atau Kitab Suci Weda. Begitu juga wujud Upakara Yadnya dari segi materi Bantennya, bisa kecil (kanistama), sedang (madyama) dan besar (uttama). Walaupun demikian masih perlu adanya Pedoman pelaksanaan mengenai Upakara Yadnya atau Banten ini menyangkut Puja Wali untuk dijadikan pegangan bersama. Hal ini perlu untuk menghindari terjadinya friksi atau perbedaan-perbedaan yang mendasar.

Tantangan dan tuntutan yang dihadapi oleh Agama Hindu tepatnya Umat Hindu bukannya dari eksternal saja tetapi juga dari dalam diri sendiri atau internal yaitu para Cendekiawan Hindu. Ada kelompok yang menghendaki agar Agama Hindu dikembalikan kepada kemurnian ajaran Kitab Suci Weda seperti halnya di India. Ada kelompok yang cendrung berpikiran rasional pragmatis dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan ekonomis dalam mengaplikasikan nilai-nilai Ajaran Hindu kedalam aktivitas hidup sehari-hari. Ada juga kelompok yang berpikiran tradisional yang berpegangan kepada tradisi-tradisi warisan Leluhur dengan mengikuti praktek-praktek keagamaan yang sudah ada di Bali.

Menapak kedepan menghadapi perkembangan jaman dan tantangan serta tuntutan kehidupan yang semakin sulit dan semakin majunya IPTEK dan semakin meningkatnya daya pikir atau nalar Umat Hindu membuat mereka lebih mengembangkan pemikiran rasional filosofis dimana ini mau tidak mau nantinya akan secara pelan-pelan mendesak dogmatisme.

Jadi Upakara Yadnya atau Banten ini karena menjadi ciri khas suatu Yadnya yang mempunyai nilai magis dan daya cipta spiritual yang tinggi maka Upakara Yadnya atau Banten ini tetap harus ada dan bisa disederhanakan dengan cara mengambil tingkat sederhana (Kanistama) sesuai ketentuan Sastra Agama.



Hal ini sesuai dengan himbauan dari Danghyang Dwijendra atau Bhatara Sakti Wau Rawuh yang diunggah dalam Pustaka Eka Dasa Rudra dimana beliau mengatakan : "Bahwa jaman akan berubah maka perlu ada perubahan atau pembaharuan dalam ritual agama. Perubahan dan pembaharuan ini bukannya merusak agama dan ajarannya tetapi justru untuk menyelaraskan cara berpikir agama dengan budaya manusia yang sedang berkembang. ". Ini dilakukan agar Sradha atau keimanan Hindu tidak kandas dalam perjalanan sejarah. Yang penting menurut beliau dalam perubahan dan pembaharuan itu nilai dan Sradha atau keimanan Hindu tidak berubah. Dikutip dari makalah Ida Pedanda Nabe Gde Putra Sidemen. (RANBB)

Kamis, 08 Agustus 2013

Pura Vaikuntha Vyomantara Jogjakarta Jawa Tengah

Umat Hindu Jogjakarta.

Pura Vaikuntha Vyomantara berada di komplek Pangkalan TNI AU Adi Sucipto Janti Sleman Jogjakarta. Pura ini tidak saja diperuntukkan untuk warga di kesatuan TNI AU, namun juga sebagai Pura untuk umum di mana umat dari di luar juga dapat mengikuti persembahyangan di Pura ini yang biasanya dilaksanakan tepat pada pukul 17.00 setiap rerahinan Purnama dan Tilem. Pura Vaikuntha Vyomantara letaknya yang berada di dalam komplek Pangkalan TNI mengharuskan kita melewati pos penjagaan, tapi cukup dengan mengatakan akan ke Pura maka kita dipersilahkan untuk lewat. Bangunan pura sangat luas dan saat ini masih berada dalam tahap pengembangan fasilitas-fasilitas pendukungnya.


Pura Vaikuntha Vyomantara di Pangkalan TNI AU Adisutjipto yogyakarta,dibangun diatas Lahan seluas + 5000 m2 ( 50 Are ) yang  berlokasi di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Bantul,  Yogyakarta yang bersebelahan dengan Museum Dirgantara Mandala TNI AU Yogyakarta. Dalam perawatan  pura sehari-hari dilaksanakan oleh   pembinaan mental TNI AU, bersama-sama dengan Paguyuban Umat Hindu Lanud Adisutjipto “Dharma Laksana” sebagai pengempon pura . 

Nama Pura “Vaikuntha  Vyomantara”

Vaikuntha  artinya Inkarnasi Shri Wisnu, yang diliputi oleh Maya, tanaman Suci atau Shri Wisnulah yang menyatukan ke-33 Dewa yang menjaga semesta alam.
Vyomantara  artinya  Angkasa, Loka, Luhuring Acintya

Jadi Pura Vaikuntha Vyomantara artinya  alam dimana dewa Wisnu mencapai kesempurnaan tertinggi, luhuring Acintya,pura angkasa yang penuh dengan tanaman suci dan tempat untuk mencapai ketenangan,kebijaksanaan dan pengetahuan suci ( kitab Suci Wisnu Purana )

Upacara Pawedalan pura Vaikuntha Vyomantara

Hari Pawedalan Pura Vaikuntha Vyomantara  di Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta dilaksanakan setiap tahun sekali bertepatan dengan Purnama  yaitu “ Purnamaning Sasih Kedasa”

Pura  Vaikuntha Vyomantara di Lanud Adisutjipto  Yogyakarta  dibangun atas kebutuhan  umat Hindu yang  berdinas dan bertugas  di Pangkalan  TNI AU Adisutjipto  Yogyakarta,di samping itu  juga merupakan  kebijakan dari pimpinan TNI Angkatan Udara untuk menyiapkan sarana tempat ibadah bagi prajurit TNI beserta keluarganya  yang beragama Hindu dalam bentuk Pura, Mengingat di pangkalan TNI AU Adisutjipto belum Memiliki pura sebagai tempat untuk melakukan persembahyangan, Pembinaan Mental bagi Prajurit TNI AU beserta keluarganya,Karbol AAU,dan Siswa Sekolah penerbang khususnya  yang beragama Hindu ,untuk itu sangat dibutuhkan adanya tempat Ibadah/pura.

Pura Vaikuntha Vyomantara  di Pangkalan TNI AU Adisujtipto Yogyakarta dirintis dan didirikan dalam waktu yang cukup panjang mulai  tahun 1997 sampai tepatnya  23 Mei 2007 dapat dilaksanakannya proses peletakan Batu pertama berdirinya Pura Vaikuntha Vyomantara oleh komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsma TNI Benyamin Dandel,S.IP selaku Komandan pangkalan TNI AU Adisutjipto. Pada acara peletakan batu pertama berdirinya  Pura  Vaikuntha Vyomantara  dihadiri oleh seluruh Pejabat dilingkungan Lanud Adisutjipto, PHDI DIY,PHDI Kabupaten dan Kota Se-DIY dan Peguyuban Umat Hindu lanud Adisutjipto “Dharma laksana” dan masyarakar Hindu sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut  Marsma TNI Benyamin Dandel,SIP mengharapkan dengan dibangunnya Pura Vaikuntha Vyomantara betul –betul dapat dimanfaatkan dan difungsikan dengan sebaik-bainya Untuk melaksanaakan fungsi pembinaan mental ( Bintal ) bagi prajurit TNI AU beserta keluarganya, para Karbol  AAU, Siswa Sekolah penerbang khususnya yag beragama Hindu untuk dapat berperan dalam menyiapkan insan prajurit yang Sapta Marga, Pancasilais serta memiliki mental yang prima.

Dari berbagai sumber. (RANBB)

Rabu, 07 Agustus 2013

Pura Darma Winanjaya Umat Hindu Klaten

Melaspas : Ritual Penyucian Bangunan Umat Hindu


Ratusan umat Hindu dari berbagai daerah berdatangan dengan membawa sesaji berupa hasil bumi ke Pura Darma Winanjaya. Prosesi upacara melaspas pura atau pembersihan bangunan  diawali dengan ritual medak betara, upacara caru, persembahyangan dan pembagian tirta suci. Lantunan mantram suci yang diiringi kidung suci sarat dengan musik gamelan menciptakan suasana sakral upacara berlangsung.

Untuk menyemarakkan upacara melaspas pura ini juga digelar berbagai kesenian tradisional yakni seni tari dan karawitan. Upacara melaspas pura bertujuan membersihkan dan menyucikan bangunan yang baru selesai  dibangun atau baru ditempati kembali. Upacara ini wajib dilakukan oleh umat Hindu  dan sudah menjadi tradisi secara turun temurun hingga saat ini. Kegiatan upacara ini diadakan agar orang yang akan menempati bangunan tersebut merasa tentram, kerasan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam upacara ini diperlukan berbagai sesaji berupa hasil bumi. Selanjutnya sesaji ini ditempatkan diberbagai sudut bangunan yang dianggap suci. Kegiatan ini ditutup dengan upacara nuntun yakni prosesi pembersihan tempat suci yang nantinya akan digunakan sebagai tempat ibadah umat serta prosesi memercikan air suci.

sumber : http://manteb.com

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini