OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label Vasudhaiva Kutumbakam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vasudhaiva Kutumbakam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juni 2024

Fungsi Agama Hindu sebagai Perekat Bangsa

Fungsi Agama Hindu sebagai Perekat Bangsa

 

 Peraturan Pemerintah    Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyebukan bahwa pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama (Pasal 2 ayat 1). Selanjutnya, disebutkan bahwa pendidikan agama bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Pasal 2 ayat 2).


 

 Sebagai warga negara, umat Hindu memiliki konsep Dharma Negara dan Dharma Agama, yang telah tertuang dalam Pesamuhan Agung Parisadha Hindu Dharma Indonesia, tersurat dan tersirat secara langsung maupun tidak langsung, mendukung keutuhan NKRI, diantaranya:

 

1.  Agama Hindu selalu mengajarkan konsep Tri Hita Karana (hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam lingkungan.


2. Agama Hindu selalu menekankan ajaran Tat Twam Asi.

3. Agama Hindu selalu mengajarkan tentang persaudaraan (Wasudewa Kutumbhakam).

Jumat, 28 Juli 2023

THE WHOLE WORLD IS ONE SINGLE FAMILY

 THE WHOLE WORLD IS ONE SINGLE FAMILY

Mengenali Diri Sendiri.

Mengapa kita harus mengenali diri kita sendiri ? Sebagai mahluk sosial manusia harus mengenali dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mengenali orang lain.

Memahami diri sendiri berarti memahami orang lain, sehingga kita dapat hidup dalam kelompok, mebanjar dengan penuh pengertian,

 

“Paras-paros sarpanaya segilik-seguluk salunglung sabayantaka (Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing; senasib sepenanggungan)”.

 

Dalam ajaran agama Hindu ada Tat Twam Asi, Engkau adalah aku dan aku adalah engkau.

 

Ada Vasudhaiva kutumbakam

Vasudhaiva Kutumbakam berasal dari bahasa Sansekerta; "seluruh dunia ini adalah satu keluarga tunggal" (THE WHOLE WORLD IS ONE SINGLE FAMILY).

 

Kamis, 27 Maret 2014

Guru Nanak Pendiri agama Sikkh

Guru Nanak (1469-1538) merupakan pendiri agama Sikkh, lahir di Distrik Lahore yang sekarang merupakan Pakistan Barat. Sejak kecil Guru Nanak sangat cerdas dan memiliki pengetahuan mengenai masalah-masalah kerohanian tanpa ada yang mengajarinya. 

Ketika disuruh mengembalakan sapi oleh orang tuanya, Guru Nanak sering kedapatan sedang tenggelam dalam samadhi. Suatu hari ia mendapat wahyu dari Tuhan untuk pergi ke dunia ramai mengajarkan jalan cinta kasih serta toleransi. 

Guru Nanak menjelajah seluruh pelosok India dan mancanegara, antara lain Mekah, Medinah, Persia, Kabul dan sebagainya, serta melakukan berbagai mukjizat. Wejangannya antara lain : Tuhan itu Maha Esa, tapi mempunyai wujud yang tidak terhingga. Tuhan itu kasih. Tuhan berada dalam Pura, Masjid, dan dimana-mana. Semua manusia sama pandangan Tuhan. Bakti kepada Tuhan dan pelayanan kepada sesama manusia tanpa membedakan kasta, kepercayaan, dan warna kulit merupakan kewajiban setiap manusia.

Ketika Guru Nanak wafat, kelompok pengikutnya yang beragama Islam dan Hindu bertengkar karena mereka ingin melakukan upacara sesuai dengan tradisi masing-masing. Pada waktu itu kain putih penutup jenazah beliau dibuka dan semuanya tercengang mendapati bahwa jenazah itu sudah lenyap, yang ada hanya seonggok bunga. Ajaran Guru Nanak dituliskan dalam kitab Guru Granth Sahib. Sumber bacaan buku Pancaran Dharma (Dharma Vahini) Wejangan Bhagawan Sri Sathya Sai Baba. (RANBB)

Jumat, 15 November 2013

Vrata dalam Kitab Suci Veda

VRATA ATAU BRATA

Vrata atau Brata adalah janji dengan sungguh-sungguh melaksanakan disiplin atau latihan rohani tertentu. Brata diartikan disiplin tertentu. Seorang yang melaksanakan Vrata atau Brata akan memperoleh penyucian diri (diksa). Brata harus ditandai dengan Sraddha (keimanan) yang mantap. Keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dapat dirasakan melalui Brata, dan dengan tapa seseorang mencapai sorga.


 

Brata atau Vrata mengantarkan menuju Tuhan Yang Maga Agung

Vratena diksam apnoti
diksaya-apnoti daksinam
daksina sraddham apnoti
sraddhaya satyam apyate

Yayurveda XIX.30
"Dengan menjalankan brata, seseorang mencapai diksa (penyucian diri). Dengan diksa seseorang mencapai daksina (penghormatan). Dengan daksina seseorang mencapai sraddha (kepercayaan/keyakinan) dan melalui sraddha seseorang menyadari kebenaran sejati/Tuhan Yang Maha Agung"

Semoga kami dapat mewujudkan Brata dan Sraddha

Vratam ca sraddham ca-upaimi

Yayurveda XX.24
"Dengan melaksanakan persembahan (korban), semoga kami mewujudkan brata dan kepercayaan / keyakinan (sraddha)"

Jalankanlah Brata dengan sungguh-sungguh

Vrata raksante amrtah sahobhih

Rgveda I. 62. 10
"Para Dewa menjalankan brata, mereka menggunakan sarana"

Kebenaran Tuhan Yang Maha Esa dapat dirasakan melalui Tapa

Ataptatanur na tada asnute

Rgveda XIX. 83. 1
"Orang yang tanpa menjalankan tapa (pengekangan diri) yang keras, tidak dapat menyadari Tuhan Yang Maha Esa"

Dengan Tapa menuju Sorga / Kahyangan

Tvam tapah paritapya-ajayah svah

Rgveda X.167.1
"Ya Sang Hyang Indra, Engkau menjalankan Tapa dan memenangkan (memperoleh) sorga/kahyangan"

Semoga nafsu seksual tidak mengganggu kesucian kami

Ma sisnadeva api gur rtam nah

Rgveda VII.21.5
"Ya, Tuhan Yang Maha Esa, semoga dorongan nafsu seksual tidak mengganggu kesalehan kami"

Sumber bacaan Buku Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan oleh I Made Titib. (RANBB)

Senin, 04 November 2013

Hindu Membangun Kerukunan Universal

HINDU MEMBANGUN KERUKUNAN UNIVERSAL



Umat Hindu Bali yang berdomisili di luar Pulau Bali, hidup berkelompok dalam satu komunitas Hindu selalu berkeinginan untuk membangun kerukunan hidup, baik dengan umat Hindu daerah setempat maupun dengan umat agama lain, seperti umat Islam, Nasrani, Budha maupun dengan aliran kepercayaan yang lain. Landasan utama dari umat Hindu adalah Panca Sradha, Lima Keyakinan Umat Hindu. Inilah hal utama yang selalu melandasi gerak-gerik umat Hindu dimanapun berada. Panca Sradha telah menjadi dasar yang kokoh bagi umat Hindu didalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Dalam hal Keyakinan kepada Tuhan, Percaya Kepada Brahman salah satu dari Panca Sradha itu, umat Hindu membangun tempat suci yang disebut Pura Kahyangan Jagat. Untuk di Bali terdapat beberapa Pura Kahyangan Jagat yaitu Pura Besakih, Pura Lempuyang Luhur, Pura Andakasa, Pura Goa Lawah, Pura Luhur Uluwatu, Pura Luhur Batu Karu, Pura Puncak Mangu, Pura Batur, dan Pura Pusering Jagat.

Sedangkan umat Hindu di luar Bali telah memiliki tempat suci Pura Kahyangan Jagat pada setiap kota propinsi, bahkan ada yang memiliki lebih dari satu. Tidak hanya di kota propinsi, namun juga hingga ke kota madya ataupun kabupaten. Ini tergantung dari jumlah umat yang ada didaerah tersebut.

Di Pura Kahyangan Jagat inilah umat Hindu membangun kerukunan universal. Kerukunan universal adalah kerukunan dengan tidak membeda-bedakan asal-usul keturunan, asal desa, perbedaan jenis profesi, perbedaan warna (catur warna) dan lain sebagainya. Demikian pula untuk di Bali. Leluhur kita telah membangun tempat, tempat yang suci untuk kita semua, untuk umat Hindu agar terjalin kerukunan antar umat, antar golongan, antar jabatan dan masyarakat luas.

Memang tidak mudah membangun kerukunan universal, namun inilah tugas umat Hindu, umat yang berada di jalan Kebajikan, Jalan Dharma. Berbahagialah selalu, bersemangatlah selalu umat Hindu dimanapun berdomisili dalam membangun kerukunan universal ini. (RANBB)

Jumat, 16 Agustus 2013

Apa Arti Vasudhaiva Kutumbakam?

 Vasudhaiva Kutumbakam
hindu banten
Sri Ramakrishna Paramahansa



Vasudhaiva Kutumbakam berasal dari ungkapan bahasa Sansekerta; vasudha - bumi, eva - yang memberi penekanan (emphasizer) dan Kutumbakam - keluarga, jadi ungkapan ini adalh "seluruh dunia ini adalah satu keluarga tunggal" (the whole world is one single family).

Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :



Kata Vasudhaiva Kutumbakam ditemukan dalam Hitopadesha; 1.3.71 ; Udaracharitanam tu vasudhaiva kutumbakam, artinya ,' Ini adalah keluarga saya dan itu adalah orang asing' - adalah perhitungan untung rugi dari pikiran sempit; karena bagi hati yang lapang (murah hati), seluruh bumi tidak lain adalah satu keluarga. Ucapan ini juga terdapat di dalam Pancatantra 5.3.37, ini dianggap sebagai bagian integral dari filsafat atau tattva Hindu.





Hitopadesha adalah kumpulan cerita-cerita dalam bahasa Sansekerta di dalam bentuk prosa dan puisi ditulis pada abad 12, dan Pancatantra (Lima Prinsip) satu kumpulan kisah-kisah binatang di dalam prosa dan puisi yang saling berkaitan. Karya asli dalam bahasa Sansekerta disusun pada abad ketiga BCE, diasalkan kepada Vishnu Sharma. Unkapan Vasudhaiva Kutumbakam memang tidak ditemukan di dalam Veda tetapi dasar filsafatnya jelas bersumber dari Veda, khususnya Upanisad, bagian akhir dari Veda, yaitu dalam ungkapan agung (mahawakya) " Tat Tvam Asi "

Mahawakya " Tat Tvam Asi " memiliki dua arti yaitu metafisika dan etika. Secara metafisika, ungkapan ini berarti; jati diri atau esensi manusia adalah sama dengan hakikat Tuhan (atman adalah Brahman). Secara etika, karena semua manusia memiliki esensi yang sama dan berasal dari sumber yang sama, maka semua manusia (mahluk) adalah satu keluarga, satu keluarga suci. Sebagai satu keluarga, setiap manusia harus saling menjaga, saling membantu, saling memelihara dan bersama-sama menuju tujuan yang sama.

Bagi kita orang Hindu, dan bagi siapa saja yang menggunakan akal sehat dan hati nuraninya, sudah jelas, bila ingin masyarakat kita dalam NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA dibebaskan dari konflik, perang agama, SARA, bila kita ingin masa depan manusia diselamatkan, hidup berdampingan secara damai dalam sejahtera dan bahagia, filosofi Vasudhaiva Kutumbakam adalah jawabannya.

Vasudhaiva Kutumbakam , kita adalah bersaudara.
Bhinneka Tunggal Ika , berbeda-beda tetapi tetap satu.
Loka samasta sukhina bhavantu, biarlah seluruh dunia bahagia.


Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :

sumber bacaan buku Hindu Menjawab 2 Susila dan Upakara oleh Ngakan Made Madrasuta.
(RANBB)

Minggu, 21 Juli 2013

Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram Jawa Barat



Umat Hindu Jawa Barat.


Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram terletak di Pura Angkasa Amertha Dharma Jati, Komplek Lanud Atang Sendjaja, Jl. Raya Semplak, Salabenda- Bogor, Jawa Barat.

Visi Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram  :
Terwujudnya Sumber Daya Manusia Hindu Yang Berkualitas,Berbudi Pekerti Luhur,  Berdaya Saing Tinggi dan Tangguh Dilandasi Filosofi “VASUDHAIVA KUTUMBAKAM”
--> Misi Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram :
  1.     Membentuk Sisya yang cerdas, terampil dan berbudhi luhur
  2.     Menuntun Sisya agar mampu memahami tentang ajaran Veda melalui metode Sad Dharma.
  3.     Mendidik Sisya agar mampu membiasakan diri berperilaku agamis dalam kehidupan sehari-hari.
  4.     Meningkatkan Sumber Daya manusia melalui 3 tertib : Tertib Waktu, Tertib Belajar dan Tertib Bersih
  5.     Membangun sistem kerja yang baik dan saling mendukung satu dengan yang lain.
  6.     Menciptakan suasana yang agamis dan kekeluargaan di lingkungan Pasraman.

Surat Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha Nomor : DJ.V/92/SK/2003 Tentang Penunjukan Parisadha Hindu Dharma Indonesia, Pasraman, Sekolah Minggu Agama Hindu sebagai Penyelenggara Pendidikan Agama Hindu Tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi.

sumber : http://ganeshabrahmachariashram.blogspot.com/

Jumat, 12 Juli 2013

Mujabu - Jembatan Informasi Hindu Kaharingan

Mujabu - Jembatan Informasi Hindu Kaharingan

Umat Hindu Kaharingan. Sekelompok anak muda Hindu Kaharingan yang memiliki visi untuk memajukan kehidupan beragama Hindu etnis Dayak membuat sebuah terobosan dengan menerbitkan sebuah majalh dengan nama MUJABU. MUJABU merupakan akronim dari MAJALAH KETURUNAN RAJA BUNU.

Dalam keyakinan umat Hindu Kaharingan, Raja Bunu adalah salah satu dari Dewa bersaudara kembar 3. Keturunan Raja Buni  berikutnya adalah manusia sekarang ini.
MUJABU hadir untuk mengisi kekosongan media yang sifatnya user freindly bagi umat Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah. MUJABU berharapt dapat tetap menjaga keberadaan umat Hindu etnis Kaharingan yang selalu menjadi target konversi. Semoga MUJABU selalu menjadi media jembatan Informasi Hindu Kaharingan.

Artikel Raja Bunu silakan klik disini

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini