Sanatana Dharma Artinya Agama Abadi
Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :
Semangat Hindu Belajar Filsafat Hindu Mari Berbagi Artikel Singkat Aktivitas Keagamaan, Sosial Budaya, Adat Istiadat, Suka dan Duka, Social Bookmarking
BANGGALAH MENJADI HINDU
HINDU adalah ARYA DHARMA
HINDU adalah ARYA DHARMA yang dimaksud adalah bahwa agama
Hindu merupakan agama ksatrya pemberani dan bertanggung jawab. Setiap
perbuatannya dipertanggung jawabkan secara individu. Hindu tidak pernah
mengajarkan keroyokan, berani berbuat berani bertanggung jawab, karena
keyakinan akan Hukum Karmanya. Tidak seperti keyakinan tetangga sebelah, asal sudah
satu agama akan selalu dibela mati-matian walaupun salah.😪
HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA
HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA yang dimaksud adalah bahwa
Hindu merupakan 'Wahyu Suci Brahman' yang diterima langsung oleh para Maha Rsi
kita melalui bahasa 'Daivivac' atau bahasa Deva. Hindu juga bersifat
'Apauruseya' yang artinya bukan karya purusa atau manusia. Jadi tidak benar
tuduhan yang mengatakan Hindu sebagai agama Budaya, hasil karya cipta manusia.
Veda dan Hindu diturunkan untuk mewujudkan kesejahteraan semesta 'Loka
Samgraha', seperti dalam bait mantra Tri Sandya, yaitu : Sarva prani
hitankarah, semoga seluruh makhluk sejahtera & bahagia, jadi Hindu tidak
berfikir hanya untuk dirinya sendiri, tidak seperti agama tetangga sebelah
kita. Sungguh mulia bukan....?
HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA
HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA yang dimaksud adalah agama
Hindu mengusung kebenaran yang absolut, kebenaran yang hakiki, kebenaran yang
sejati yaitu Brahman atau Tuhan yg Maha Sempurna, yang bisa dijumpai dengan
berbagai cara dan sarana. Kalau kita lihat dalam agama tetangga, seolah olah
Tuhan sangatlah membatasi manusia yang hanya bisa ditemui dengan satu bahasa
saja, satu cara saja. Mereka akan menyatakan salah dan sesat jika ada sebagian
umatnya yang menjalankan ibadah tidak sesuai dengan umat mayoritasnya. Sehingga
jika ada umat yang menyandang cacat permanen, seperti bisu tuli, seolah mereka
menyandang 'dosa permanen'.
Itulah Hindu, yang sangat menghargai perbedaan dan
keragaman, yang tidak gampang menyatakan sesat walau tidak sehaluan, yang tidak
mudah berkata salah pada sebagian yang tidak sama dalam ritual.
Utk itu melalui coretan ini saya mengajak kepada anak-anak
muda mari kita pahami agama kita dengan baik , agar mendapatkan hasil yang
baik. Jangan mudah digoyang keyakinan kita, janganlah minder walau kita
minoritas.
BANGGALAH MENJADI HINDU!!!!
Om Swastyastu
1. Tri Dharma (tiga landasan pengabdian)
a. Rumangsa melu handarbeni (merasa ikut memiliki artinya seorang pemimpin merasa memiliki dan dimiliki rakyat dan negaranya.
b. Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mengamankan) artinya seorang pemimpin wajib melindungi rakyat dan mengamankan negaranya dari ancaman musuh-musuhnya.
c. Mulat sarira hangrasa wani (berani mawas diri / instrupeksi dan retrospeksi, untuk selanjutnya melakukan koreksi dan perbaikan.
2. Landasan Diplomasi
a. Sugih tanpa banda (kaya tanpa harta) maksudnya pemimpin selalu bersyukur dan merasa berkecukupan dan selalu mengutamakan kesejahteraan rakyat.
b. Ngelurug tanpa bala (menyerang tanpa bala tentara) maksudnya menggunakan cara persuasi/strategi pendekatan/lobiing serta diplomasi dalam memgalahkan lawan politiknya.
c. Menang tanpa ngasarake (menang tanpa mengalahkan) maksudnya berusaha cari jalan keluar tanpa orang lain merasa dirugikan (ambil ikannya, tetapi airanya jangan sampai keruh).
d. Weweh tanpa kelangan (memberi tanpa kehilangan) maksudnya setiap pengorbanan pemimpin dilandasi dengan ikhlas (karena setiap pengorbanan pasti berpahala/tidak sia-sia).
3. Berpedoman Pada Sifat Profesi
a. Sifat Raja/Ratu : bijaksana, adil, berpedoman pada kebenaran (ambeg Paramartha)
b. Sifat Pandita : menjauhi hal-hal/kemewahan duniawi, taat pada pantangan (brata).
c. Sifat Petani : jujur, sederhana, tekun, ulet, terbuka (blaka).
d. Sifat Guru : memberikan tauladan yang baik kepada pengikutnya.
Demikian sekelumit kepemimpinan menurut Jawa Kuna yang masih bisa diikuti atau diterapkan oleh pemimpin di masa kini dan masa mendatang karena masih relevan untuk diterapkan dalam kepemimpinan.
Om Ssntih Santih Santih Om
Aris Widodo
Penyuluh Agama Hindu
Kota Serang
![]() |
| Buku Wija Kasawur |
![]() |
| Prof. Louis Renou |
![]() |
| Mundakopanisad |
Filosofi Pohon Bambu Om Swastiastu; Om Anobhadrah krtavoyanthu visvataha ; semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru ...