OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label hindu nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hindu nusantara. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2016

Pura Nirwana Jati Dan Pura Di Jawa Timur

Pura Nirwana Jati terletak di Dusun Sekelor, Kecamatan Balong Bendo Sidoarjo. Pura ini disungsung oleh kurang lebih 16 KK Umat Hindu asli etnis Jawa.Pura ini mengalami proses yang cukup berliku, akhirnya astungkara Pura ini dapat berdiri dan selesai tahun 2011. Pura ini dipimpin oleh seorang pemangku asli Jawa yaitu Mangku Sampan.

Pura Agung Blambangan yang ada di Kecamatan Muncar merupakan pura terbesar di Kabupaten Banyuwangi. Pura ini sering dikunjungi umat Hindu Bali terutama saat merayakan Hari Raya Kuningan.

Pura Penataran Luhur Medang Kamulan terletak di Dusun Buku Desa Mondoluku Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur. Semoga semua junjungan menganugerahi kehidupan abadi, semoga berhasil sesuai keinginan kita bersama dan selalu mengampuni segala kekurangan maupun keterbatasan kami sebagai hamba NYA.

Pura Mandara Giri Semeru Agung salah satu Pura mbak-mbak mejeng di depan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Setiap akhir pekan ada saja rombongan yang berkunjung ke pura ini. Kebanyakan pengunjung adalah dari pulau seberang, pulau Bali. Dan acara paling ramai yang diselenggarakan disini adalah pada saat ulang tahun pura (Piodalan).

Pura Agung Jagad Karana terletak di jalan Gresik-Surabaya atau di Jalan Ikan Lumba-Lumba No 1, Perak Barat, Krembangan dekat dengan Museum Loka Jala Srana Sehingga membuat ibadah lebih hikmat dan tenang. Lokasinya jauh dari keramaian sehingga membuat suasana tempat ini tenang dan hikmat.

Pura Jala Siddhi Amertha, Juanda-Sidoarjo. Seperti bangunan suci umat hindu di tempat lain. Pura yang berlokasi di Juanda Sidoarjo ini juga terlihat sangat besar dan indah.

Pura Sunialoka terletak di Dusun Tangjung Rejo, Desa Kebon Dalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pura ini letaknya di atas bukit bebatuan yang disebut Gunung Sari, dan di sebelah Gunung Sari terdapat sebuah bukit yang lebih tinggi yang disebut Gunung Srawet yang dikelilingi hutan jati dengan aura terasa angker.

Pura Natar Sari. Terletak di Dusun Kali Wadung, Desa Kali Gondo, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Pura ini dapat dicapai sekitar satu jam perjalanan dari Pura Agung Blambangan ke arah barat laut menuju lereng Gunung Raung. Pura ini dibangun sekitar tahun 1967 oleh sekelompok masyarakat setempat yang masih kuat memegang keyakinan leluhur. Walaupun pada saat itu mereka mengalami intimidasi yang kuat oleh golongan tertentu. Namun di tengah tekanan dan intimidasi, mereka masih memiliki keyakinan akan keagungan agama leluhur.



Pura Candi Purwo diadakan setiap Purnama Ketiga, sesuai dengan pesan Prabu Brawijaya lima ratus tahun yang lalu,

PURA LUHUR POTEN (pura yang berada di lautan pasir). Pura ini menjadi pusat kegiatan pemujaan dalam rangka yadnya kesada dan kegiatan keagamaan Suku Tengger. Pura Luhur Poten sebagai tempat pemujaan kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam Prabhawa sebagai Batara Brahma. Pura ini disungsung oleh ribuan umat di kawasan Tengger yang terdiri dari desa-desa pegunungan seperti desa Argosari, Ngadisari, Ngadas, Sukapura, Tosari, Wonokitri, dll., yang tersebar di empat kabupaten yakni Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.

Pura Penataran Agung Kilisuci Kediri dikunjungi pada kali kedua kami ke Kawasan Wisata Gua Selomangleng, sesaat setelah meninggalkanMuseum Airlangga. Karena letak Pura Penataran Agung Kilisuci ini bersebelahan dengan Museum Airlangga, maka kami hanya berjalan kaki menuju ke lokasi pura saat matahari sudah mulai naik sepenggalah.

Kunjungi site Bimas Hindu Jatim http://bimashindujatim.blogspot.co.id/

Rabu, 02 Desember 2015

Indonesia Maju Tirulah Bali

Tirulah Bali jika Indonesia ingin maju. Tidak berlebihan bukan ? Bali bukanlah sebuah negara merdeka, Bali bagian dari propinsi di Indonesia, namun (saya dengar) diluar negeri, Bali lebih terkenal dari Indonesia."Bali next to where Indonesia?" "Bali sebelah mananya Indonesia ?" begitulah kira-kira kata mereka para wisatawan luar negeri yang ingin ke Bali.

Budaya Indonesia
Indonesia kaya Budaya, Budaya adi luhur yang telah diwariskan nenek moyang kita. Kekuatan Indonesia ada pada Budaya sendiri. Budaya Indonesia sumber kehidupan dan kedamaian. Indonesia jika ingin maju HARUS mempertahankan Budaya sendiri. Cintailah Budaya kita sendiri. Budaya nenek moyang Indonesia Budaya yang sangat luhur. Jika Budaya Indonesia dikedepankan Indonesia akan maju. Budaya adalah darah daging Indonesia. Indonesia kaya Budaya luhur yang sangat bagus. Budaya itu Indah, Budaya itu Indonesia. Jagalah Budaya Kita. Tiada keindahan tanpa Budaya Indonesia. 

Jumat, 21 Agustus 2015

Ngaben Massal Hindu Lampung

Masyarakat Hindu Bali Lampung Akan Ngaben Massal di desa Sanggar Buana

Masyarakat Hindu Bali Desa Sanggar Buana Kecamatan Seputih Banyak mempunyai tradisi Ngaben Masal yang dilakukan 5 tahun sekali.

Ratusan Jenazah yang sebelumnya di kubur akan dibongkar untuk diambil tulangnya. Tulang jenazah ini akan di bakar untuk diambil abu-nya. Acara ini akan diikuti oleh 300 peserta dengan banyaknya jenazah 412.

Dalam siaran persnya kepada Saibumi.com, Minggu, 16 Agustus 2015, acara yang dipersiapkan selama sebulan menghabiskan biaya Rp1,1 miliar yang di peroleh dari iuran. Menurut salah satu panitia Drh. Ketut Suwendra. MM mengatakan, acara akan diresmikan pada H-1 yaitu tanggal 22 Agustus 2015 oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Kapolda Lampung, Parisada Hindu (PHDI) Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Tokoh Masyarakat Provinsi Lampung. (*)
 

sumber berita : http://www.saibumi.com

Selasa, 04 Agustus 2015

Pegajahan, Desa Hindu di Sumatera

Ada Bali Di Sumatera Utara (Desa Pegajahan)

Bali, siapa yang tidak mengenal destinasi wisata ini. Mata dunia seolah terpaku melihat eksostisme dan keindahan pesona alam, budaya, religi, dan sejarahnya. Namun bagi anda yang tidak memiliki budget cukup, datang dan berkunjunglah ke Desa Pegajahan di Serdang Bedagai. Maka anda akan merasakan atmosfer layaknya di pulau Dewata. 

Desa Pegajahan berdiri dan hidup dengan pola hindu di Sumatera Utara. Patung, ukiran, dan tradisi turun temurun dari leluhur umat hindu bali di desa Pegajahan menyatu dan memberikan indahnya toleransi ditengah masyarakat Serdang Bedagai yang mayoritas beragama muslim dan dengan latar suku melayu dan batak. Selain budaya bali yang kental di desa Pegajahan.
Disini juga terdapat berbagai usaha kerajinan masyarakat. Jadi bagi anda yang hobby berwisata belanja tidak perlu was-was melewatkan kegemaran anda. 
Kebudayaan bali di Sumatera Utara mulai muncul sejak tahun 1962. Kala itu sebuah PT Perkebunan mendatangkan tenaga kerja dari pulau dewata Bali. 

Namun seiring perkembangan dari masa ke masa, mereka hidup dan tinggal di Serdang Bedagai dengan mendirikan sebuah desa yang mana keseluruhan warganya merupakan keturunan Bali. 

Desa Pegajahan biasa dikunjungi oleh wisatawan dan masyarakat hindu. Selain karena keunikannya, Pegajahan juga memiliki pura hindu tempat mereka beribadat dan sering menjadi pusat perayaan hari raya keagamaan Hindu. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai desa bali alias pegajahan. Hanya sekitar 2 jam dari kota Medan dan 20 menit dari Perbaungan. 

Kabupaten Serdang Bedagai memang memiliki destinasi wisata yang beragam, sehingga kerap dikunjungi oleh wisatawan. Beberapa destinasi wisata lain sebagai refrensi perjalanan anda adalah Pulau Berhala, Pantai Labu, Arung Jeram Bah Bolon, Pantai Cermin, Pantai Gudang Garam, dan masih banyak lagi.

sumber artikel : https://komunitastkj.wordpress.com

Rabu, 20 Agustus 2014

Pura Agung Sangga Bhuwana Kerawang

Pura Agung Sangga Bhuwana

Pura Agung Sangga Bhuwana Kerawang berlokasi di Komplek Rumah Ibadah, Perumahan Resinda Karawang 41361. Pura Agung Sangga Bhuwana dibangun di atas tanan seluas 2.065 m2, dengan pelinggih-pelinggih utama adalah Pelinggih Padmasana, Anglurah dan Taman Sari, juga sebuah Pasraman.

Pura penataran Agung Sangga Bhuwana adalah satu-satunya Pura yang berada di Kabupaten Karawang, terletak di area strategis di lingkungan Perumahan  Elit Resinda Karawang. Pura ini sangat mudah di akses, hanya berjarak kurang lebih 4 km dari Gerbang Tol Karawang Barat.

Pura Agung Sangga Bhuwana yang berada di komplek Perumahan Resinda, Desa Purwadana Kecamatan Telukjambe Timur .





Ngiring tangkil ngaturang bakti ring Ida Hyang Widhi, niki pura ring Bandung dan Bogor.

KOTA CIMAHI – BANDUNG
1. Pura Wira Satya Loka

Alamat : Cimahi – Bandung
Telepon : 022 - 6640019
Pujawali :
Pemangku Gede : Made Wirawan
BEKASI
1. Pura Agung Tirta Bhuana

Alamat : Jl. Jatiluhur I, Jaka Sampurna, Kalimalang, Bekasi – Barat.
Telepon : 021 – 8840965.
Pujawali : Tumpek Landep
Pemangku : Mangku Made Mudhita (HP.081316895054)
KERAWANG
1.  Pura Penataran Agung Sangga Bhuwana

Komplek Rumah Ibadah, Perumahan Resinda Karawang 41361
Telepon : 0267 - 600638
Pengurus Pura :  Sang Made Sudiarta (Ketua Panitia Pembangunan Pura)
dan Ketua Sabha Walaka Parisada Kab. Karawang)Tlp 0812 991 7517
BOGOR
1.  Pura Raditya Dharma

Alamat : Komplek TNI – AD (Ditbekang), Cibinong
Telepon :
Pujawali : Rabu Kliwon Dungulan (Galungan)
Pemangku Gede : Nyoman Susila.
2.  Pura Giri Kusuma

Alamat : Komplek IPB Baranangsiang IV, Bogor Baru – Bogor
Telepon :
Pujawali : Purnama Sasih Kapat
Pemangku Gede :
3.  Pura Parahyangan Agung Jagat Kartha

Alamat : Desa Tamansari – Gunung Salak – Bogor
Telepon : 0251 – 485775
Pujawali : Purnama Sasih Ketiga
Pemangku Gede :
4.  Pura Cikuray – Bogor

Alamat : Asrama Bali Cikuray, Jl. Raya Cikuray No. 10 , Bogor.
Telepon :
Pujawali : Sabtu Watugunung (Saraswati)
Pemangku Gede :
5. Pura Loka Arcana

Komplek TNI - AL Ciangsana, Gunung Putri, Bogor,
Contact Person : Bapak Ketut Teken Marsma (Purn)08161693441

Rabu, 20 November 2013

Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis Kabupaten Nganjuk

Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis
Kabupaten Nganjuk merupakan Pura tertua di Pulau Jawa ini, terletak di lereng Gunung Wilis Dusun Cukrik Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Piodalan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis jatuh pada Purnama ke Lima.
Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis
 Foto Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis dikirim oleh ponakan (Fua) yang kuliah di ITS Surabaya.

Dalam setiap kegiatan keumatan ataupun kehidupan bermasyarakat umat Hindu selalu kompak, bersatu padu serta penuh ketulus-ikhlasan dalam berkegiatan. Umat Hindu yang tangkil (datang untuk bersembahyang) saat piodalan selain dari Nganjuk Jawa Timur, juga dari Surabaya, Jakarta, Bali, Kediri dan lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwasanya umat Hindu sangat bersatu dan penuh rasa cinta bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.

Tirtayatra Mahasiswa
 Foto Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis dikirim oleh ponakan (Fua) yang kuliah di ITS Surabaya.




Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis ini sering pula dikunjungi umat Hindu dari seluruh nusantara walaupun bukan pada saat pujawali. Kegiatan ini disebut dengan Tirtayatra, yaitu mengunjungi dan ngaturang bakti pada tempat-tempat suci yang dikunjungi, selain mengenal secara dekat juga untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti kita kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa.

Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis (ada yang menulis dengan kata Buana) merupakan Pura Penyawangan dari Candi Sapto Argo yang berada di puncak Gunung Wilis. Candi Sapto Argo yang dipuncak Gunung Wilis dipercaya sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu, Dewi Sri dan leluhur. Disekitar Candi Sapto Argo terdapat situs-situs, dilereng Gunung Wilis terdapat tempat-tempat pertapaan, serta goa besar sebagai tempat bersamadhi. Kawasan Candi Sapto Argo memiliki lima Mandala, dan Candi Sapto Argo terletak di tengah-tengah Mandala tersebut. Pajenengan yang ditemukan di areal Candi Sapto Argo saat ini disimpan dan dirawat sebagai Pajenengan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, yaitu berupa Genta berhulu Triwikrama, Lonceng berhulu Narasingha dan Pasepan yang berukiran empat dewa-dewa.

Dari berbagai sumber. (RANBB)

Kamis, 24 Oktober 2013

Pura Girinatha Satu-satunya Pura di Dili Timor Leste

Pura Girinatha Satu-satunya Pura di Dili, Timor Leste Peninggalan Indonesia
Pura Girinatha, adalah satu-satunya pura peninggalan jaman Indonesia di Dili, Timor Leste. Pura ini dibangun pada jaman Gubernur Mario Vegas Carrascalao, 1987 lalu. Meski kondisinya memprihatinkan, tapi pura ini masih tetap digunakan oleh sedikit umat Hindu di Dili.

PURA yang biasa digunakan umat Hindu di Dili pada jaman Indonesia dulu, terletak di daerah Taibesi. Seperti layaknya pura-pura lain di Indonesia di luar Bali, pura ini terletak di perbukitan. Tapi, bukit yang ada di sini tidak terlalu tinggi. Sehingga tidak begitu sulit untuk sampai di jaba (bagian terluar) pura. Bahkan, bisa ditempuh dengan mobil.

Jalan aspal yang menuju pura yang diresmikan Gubernur Timtim, Mario Vegas Carrascalao, 27 Juni 1987 ini juga masih bagus. Cuma, karena kemungkinan jarang dilalui kendaraan roda dua, sebagian bibir jalan mulai dijalari rumput liar.

Memang ada saja yang masih datang ke sini. Tapi tidak seperti dulu. Paling orang datang dua atau tiga orang yang datang. Kadang ada juga yang sendirian. Mungkin banyak yang tidak tahu kalau ada tempat sembahyang di sini. Yang datang paling sering hari Sabtu dan Minggu. Tapi tidak pernah malam seperti dulu.

Keberadaan Pura di kota Dili Timor Leste hingga kini tetap dipertahankan. Hal ini tak terlepas dari keinginan Xanana Gusmao, sewaktu masih menjabat sebagai presiden.

Akhirnya hingga kini, Pura di sana sampai kini masih utuh. Beruntung di negeri itu ada umat Hindu walau jumlahnya segelintir saja.

sumber : http://binginbanjah.wordpress.com/2011/03/16/pura-di-timor-leste/

Hasil penelusuran lain diantaranya :

DILI, Jan 15 - Malaysian Ambassador to Timor Leste joins the Malaysian Hindus celebrate the Hindu?s Pongal Festival Celebration yesterday (14 January 2010). The celebration was organized by the Indian Community & the International Hindu Community in Timor Leste. The prayer ceremony was held at the Acient Balinese Temple in Lahane, Dili.

http://www.kln.gov.my/web/tls_dili/home

-->

Sabtu, 19 Oktober 2013

Pura Giri Bhuana Manokwari Papua

Pura Giri Bhuana Manokwari Papua terletak di jalan Brawijaya, Manokwari, Papua Barat. Umat Hindu di Manokwari dalam melaksanakan kegiatan keagamaan untuk meningkatkan Sradha dan Bakthi nya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa banyak dipusatkan di Pura Giri Bhuana ini. Seperti sekarang ini dalam menyambut perayaan hari raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu sudah bersiap-siap,  mejejahitan, membuat penjor dan Yadnya lainnya.

Pura Giri Bhuana sebagai tempat yang sangat strategis bagi umat Hindu untuk bertemu, berkumpul dan bertukar pengalaman serta informasi yang bermanfaat. Melaksanakan kegiatan kerohanian seperti belajar mekidung, matembang, belajar filsafat dan diskusi agama. Dari segala lapisan masyarakat terutama umat Hindu yang merantau di Manokwari ini selalu berkumpul, baik untuk acara pujawali Pura Giri Bhuana maupun dalam meningkatkan persatuan umat, segalak segilik selunglung sabayan taka menyama braya ring perantauan.

Umat Hindu semakin meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas di Manokwari ini, dimana Parisada Hindu Dharma sudah terbentuk lengkap dengan susunan pengurusnya yang selalu bekerja meningkatkan dalam pelayanan umat Hindu di ibukota Papua Barat ini.  Warga Hindu di Manokwari berasal dari latar belakang pekerjaan berbeda. Selain banyak sebagai polisi, PNS, juga ada petani yang menempati areal kompleks trasmigrasi di daerah Wasege, SP 3 Perapi dan Desa Mantegi.

Pura Giri Bhuawa merupakan pusat kegiatan keagamaan hari besar seperti hari raya Nyepi juga dipusatkan di pura Giri Bhuana, selain rerahinan Purnama-Tilem, Kajeng Kliwon, Pagerwesi, Saraswati maupun Tumpek. (RANBB)

-->

Rabu, 16 Oktober 2013

Pasraman Raditye Widya Pura Dharma Loka Jepara

Pasraman Raditye Widya terletak di komplek Pura Dharma Loka Jepara Jawa Tengah.

Kota Jepara terkenal dengan kota seni ukirnya yang sudah mendunia. Umat Hindu di Kota Jepara mayoritas di desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara Semarang Jawa Tengah. Kegiatan umat Hindu di Kota Jepara difokuskan pada beberapa Pura Hindu yang tersebar di pelosok desa seperti :

Pura Dharma Loka, Pura Puser Bumi, Pura Giri Tungka dan Pura Manggala Dharma, yang semuanya  terletak di desa Plajan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara Jawa Tengah.

Sedangkan di Kota Semarang Jawa Tengah terdapat pura Hindu yang sangat besar dan megah, seperti Pura Agung Giri Natha di Jalan Sumbing Raya No 12, Pura Amerta Sari di jalan Udan Riris Perum Telogosari, Pura Saraswati di komplek AKPOL, Pura Satya Dharma dan Pura Buana Mandala di MIjen Semarang.

Informasi kegiatan umat Hindu di Kota Jepara, salah satunya dapat kita lihat dalam blog hindujepara.wordpress.com . Segala kegiatan umat Hindu seperti pujawali, Sudi Widani, perayaan hari besar Galungan dan Kuningan, Nyepi ataupun kegiatan siswa-siswi di pasraman Raditye Widya juga disampaikan dalam blog tersebut baik informasi maupun foto dokumentasi.

Marilah berikan dukungan kepada umatkita umat Hindu dimanapun berada, penyebaran informasi, dukungan buku-buku ilmu pengetahuan maupun dukungan dana punia. Perkembangan Hindu di Indonesia harus dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia baik dalam bermasyarakat dengan ajaran Dharma maupun dalam kehidupan berpolitik, berbangsa dan bernegara.

Silakan kunjungi blog hindujepara.wordpress.com (RANBB)

Selasa, 17 September 2013

Suku Tengger dan Kepercayaan Hindu Mahayana

Suku Tengger dan Kepercayaan Hindu Mahayana

Pada awal tahun 100 Sebelum Masehi orang-orang Hindu Waisya yang beragama Brahma bertempat tinggal di pantai-pantai yang sekarang dinamakan dengan kota Pasuruan dan Probolinggo. Namun, setelah Islam mulai masuk ke tanah Jawa pada tahun 1426 Sebelum Masehi keberadaan mereka mulai terdesak.

Mereka pun kemudian mencari daerah yang sulit dijangkau oleh manusia (pendatang) yakni di daerah pegunungan tengger dan membentuk kelompok atau suku yang di kenal sebagai tiang tengger (orang tengger).

Masyarakat Tengger memiliki kepercayaan yaitu Hindu Mahayana. Pada abad ke-16, para pemuja Brahma yang tinggal di Pegunungan Tengger kedatangan pelarian dari orang Hindu Parsi (parsi berasal dari kata Persia) sehingga orang-orang Tengger yang semula beragama Brahma beralih ke agama Parsi, yaitu agama Hindu Parsi.

Perpindahan agama orang Tengger dari agama Brahma ke Hindu Parsi tersebut ternyata tidak serta merta menghilangkan seluruh kepercayaan awal mereka. Orang Tengger masih tetap melakukan ajaran Budha termasuk kebiasaan yang pada akhirnya dianut juga oleh penganut Hindu Parsi.

Masyarakat Tengger mempercayai Sang Hyang Agung, roh para leluhur, hukum karma, reinkarnasi, dan moksa. Kepercayaan masyarakat Tengger terhadap roh diwujudkan sebagai danyang (makhluk halus penunggu desa) yang di puja di sebuah punden.

Punden tersebut biasanya terletak di bawah pohon besar atau dibawah batu besar. Roh leluhur pendiri desa mendapatkan dibawah batu besar. Roh leluhur pendiri desa mendapatkan pemujaan yang lebih besar di sanggar pemujaan. Setahun sekali masyarakat suku tengger mengadakan upacara pemujaan roh leluhur di kawah Gunung Bromo yang disebut dengan upacara Kasada. Ajaran agama tersebut di satukan dalam sebuah kitab suci yang ditulis di atas daun lontar yang dikenal dengal nama Primbon.

Sesaji dan mantra amat kental pengaruhnya dalam masyarakat suku Tengger. Masyarakat Tengger percaya bahwa mantra-mantra yang mereka pergunakan adalah mantra-mantra putih bukan mantra hitam yang sifatnya merugikan.

Dalam melaksanakan peribadatan, masyarakat Tengger melakukan ibadah di punden, danyang dan poten. Poten adalah tempat pemujaan bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu. Keberadaan poten ada pada sebidang lahan di lautan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara Kasada. Poten terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dalam suatu susunan komposisi di pekarangan yang dibagi menjadi tiga Mandala/zona yakni Mandala utama (Jeroan), Mandala Madya (jaba tengah) dan mandala Nista (Jaba sisi).

sumber : http://www.wartabromo.com/2013/07/27/suku-tengger-dan-kepercayaan-hindu-mahayana/


-->

Senin, 16 September 2013

Gajah Mada adalah Patih Mangkubumi

Belajar dari Sejarah.

Gajah Mada adalah patih mangkubumi (maha patih) Kerajaan Majapahit. Namanya mulai dikenal setelah beliau berhasil memadamkan pemberontakan Kuti. Gajah Mada muncul sebagai seorang pemuka kerajaan sejak masa pemerintahan Jayanegara (1309-1328). Kariernya dimulai dengan menjadi anggota pasukan pengawal raja (Bahanyangkari). Mula-mula, beliau menjadi Bekel Bahanyangkari (setingkat komandan pasukan). Kariernya terus menanjak pada masa Kerajaan Majapahit dilanda beberapa pemberontakan, seperti pemberontakan Ragga Lawe (1309), Lembu Sura (1311), Nambi (1316), dan Kuti (1319).

Pada tahun 1328 Raja Jayanegara wafat. Beliau digantikan oleh Tribhuanatunggadewi. Sadeng melakukan pemberontakan. Pemberontakan Sadeng dapat ditumpas oleh pasukan Gajah Mada. Atas jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi Maha Patih Majapahit pada tahun 1334. Pada upacara pengangkatannya, beliau bersumpah untuk menaklukkan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Sumpah itu dikenal dengan Sumpah Palapa.

Gajah Mada tetap menjadi Patih mangkubumi ketika Hayam Wuruk naik tahta. Beliau mendampingi Hayam Wuruk menjalankan pemerintahan. Pada masa inilah Majapahit mengalami masa Kejayaan. Wilayah Majapahit meliputi hampir seluruh Jawa, sebagian besar Pulau Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Indonesia bagian timur hingga Papua.

Kamis, 15 Agustus 2013

Pura Lawangan Agung Bali

 
Prof. Louis Renou

Umat Hindu Bali. Pura Lawangan Agung merupakan tempat suci tergolong ke dalam pura umum,pura jagat,atau kahyangan jagat karena keberadaannya berkaitan dengan Pura Penataran Agung Besakih dan mesti dipuja oleh semua umat Hindu sebagai tempat bersthananya Ida Sang Hyang Widhi beserta manifestasi-Nya. Secara lebih spesifik Pura Lawangan Agung merupakan pintu gerbang untuk masuk ke dalam kawasan suci yang besar,luhur,dan mulia (sthana Ida Sang Hyang Widhi Wasa),di Bali kompleks pura terbesar terletak di Pura Besakih.


Pura Lawangan Agung berdiri pada tahun Saka 835 (913 Masehi) ketika Rsi Markandeya juga mendirikan pura Besakih pada masa pemerintahan Sri Kesari Warmadewa.


Fungsi Pura Lawangan Agung adalah Sebagai tempat suci sthana Ida Sang Hyang Widhi dan manifestasinya, Sebagai tempat umat Hindu untuk menghubungkan diri dan atau memuliakan serta memuja kebesaran Ida Sang Hyang Widhi dan segala manifestasiNya, Sebagai tempat persembahyangan bersama bagi umat sedharma khususnya ketika piodalan atau tibanya hari-hari raya, Sebagai tempat untuk melaksanakan pendidikan dan atau meningkatkan pengetahuan,pendalaman,penghayatan,dan pengamalan Agama Hindu bagi umatnya, Sebagai tempat untuk melaksanakan paruman guna membahas berbagai masalah tentang pura dan krama dadia penyungsung pura, sebagai tempat untuk melaksanakan sangkepan yaitu membayar iuran dan kewajiban lain dari Krama Dadia untuk kepentingan Pura dan lain-lain.   Selain itu terdapat pula tiga fungsi khusus pura yakni : Fungsi Religius Magis, Fungsi Didaktis, dan Fungsi sosial budaya.

Struktur Palinggih Pura Lawangan Agung terdiri dari : Bale Kulkul, Gedong Linggih Sang Hyang Pasupat, Rong Tiga Linggih Hyang Pramesti Guru,Balai Gong, Apit Lawang Linggih Bhuta Panandiswara,Palinggih Pamangkalan Agung, Sanggar Agung, Pelinggih Dasar, Gedong Linggih Bhatara Sakti Lawangan Agung, Bale Pasamuhan, dan Bale Pegat.


Gedong Linggih Bhatara Sakti Lawangan Agung

Bhatara Sakti Lawangan Agung diyakini sebagai Dewa Penguasa Pintu Gerbang niskala untuk memasuki kawasan suci Pura Besakih. Seyogianya umat yang hendak sembahyang ke Pura Besakih meminta restu dan berkat kepada Bhatara Sakti Lawangan Agung. Tradisi seperti ini merupakan budaya yang umum di Bali,seperti halnya pada Puri Klungkung juga ada keyakinan kepada Bhatara Pamedal Agung yang bersthana pada Gelung (pintu gerbang Puri). Atau pada masing-masing rumah,pada bagian pintu gerbang dipercaya terdapat Dewa Penjaga yang menjaga penghuni rumah dari mara bahaya.

Keunikan pada Pura Lawangan Agung terletak pada bentuk Bale Kulkulnya. Bale kulkul di Bali umumnya hanya beratap satu , namun tidak demikian halnya dengan Bale kulkul Pura Lawangan Agung dimana atapnya terdiri dari dua tumpang (atap),sehingga menyerupai bentuk meru tumpang dua. (lebih lengkap silakan ke http://mekarnya.blogspot.com)

(RANBB)

Jumat, 09 Agustus 2013

Pura Bhakti Widhi Gunungkidul

Umat Hindu Yogjakarta.

Pura Bhakti Widhi dengan alamat : Dusun bendo, Rt 02/04, Beji, Ngawen, Gunungkidul, DI. Yogyakarta. Pujawali Pura Bhakti Widhi jatuh pada Purnama ke sebelas.
Pura yang terletak di Dusun Bendo Desa Beji Kecamatan Ngawen Gunung Kidul memiliki halaman yang luas dan juga fasilitas pendukung yang lengkap, mulai dari ruang penyimpanan, gedung pasraman yang merangkap gedung serbaguna juga dapur dan kamar kecil. Pura ini terletak di pinggir jalan Jogja-Ngawen sehingga mudah dicapai.

Pura Widya Dharma, Jogjakarta, Jawa Tengah
Pura Widya Dharma berada di Dusun Ndero, Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman.

Pura Srigading, Jogjakarta, Jawa Tengah
Pura Srigading terletak di Barat Laut kota Jogja, tepatnya di Dusun Kasuran, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman.

Pura Karanggede, Jogjakarta, Jawa Tengah
Pura Karanggede berada di Desa Karanggede Kecamatan Pendowoharjo Kabupaten Bantul. Pura ini mudah dicapai karena kita cukup mengikuti jalan raya Bantul dan belok kanan di gang sebelum gapura masuk kota Bantul. Pura berjarak 50 m dari jalan raya. Odalan di Pura ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Kuningan.


Terdapat Pura Hindu lainnya di Yogjakarta, diantarnya :

Pura Eka Dharma, Jogjakarta, Jawa Tengah
Pura Eka Dharma berada di Dusun Gonjen Desa Tamantirto Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul. Odalan Pura Eka Dharma dilaksanakan bertepatan dengan hari raya Saraswati.

Pura Podowenang, Jogjakarta, Jawa Tengah
Pura Podowenang berada di Dusun Kaliwaru Desa Beji Kecamatan Ngawen Gunung Kidul.

Pura Ngesthi Beratha Dharma, Jogjakarta, Jawa Tengah
Pura Ngesthi Beratha Dharma berada di Gunung Gambar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul.

Pura Dharma Jati, Jogjakarta, Jawa Tengah
Pura Dharma Jati berada di Dusun Ngelo Kidul Desa Ngelo Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunung Kidul.



Dari berbagai sumber. (RANBB)

Kamis, 08 Agustus 2013

Pura Vaikuntha Vyomantara Jogjakarta Jawa Tengah

Umat Hindu Jogjakarta.

Pura Vaikuntha Vyomantara berada di komplek Pangkalan TNI AU Adi Sucipto Janti Sleman Jogjakarta. Pura ini tidak saja diperuntukkan untuk warga di kesatuan TNI AU, namun juga sebagai Pura untuk umum di mana umat dari di luar juga dapat mengikuti persembahyangan di Pura ini yang biasanya dilaksanakan tepat pada pukul 17.00 setiap rerahinan Purnama dan Tilem. Pura Vaikuntha Vyomantara letaknya yang berada di dalam komplek Pangkalan TNI mengharuskan kita melewati pos penjagaan, tapi cukup dengan mengatakan akan ke Pura maka kita dipersilahkan untuk lewat. Bangunan pura sangat luas dan saat ini masih berada dalam tahap pengembangan fasilitas-fasilitas pendukungnya.


Pura Vaikuntha Vyomantara di Pangkalan TNI AU Adisutjipto yogyakarta,dibangun diatas Lahan seluas + 5000 m2 ( 50 Are ) yang  berlokasi di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Bantul,  Yogyakarta yang bersebelahan dengan Museum Dirgantara Mandala TNI AU Yogyakarta. Dalam perawatan  pura sehari-hari dilaksanakan oleh   pembinaan mental TNI AU, bersama-sama dengan Paguyuban Umat Hindu Lanud Adisutjipto “Dharma Laksana” sebagai pengempon pura . 

Nama Pura “Vaikuntha  Vyomantara

Vaikuntha  artinya Inkarnasi Shri Wisnu, yang diliputi oleh Maya, tanaman Suci atau Shri Wisnulah yang menyatukan ke-33 Dewa yang menjaga semesta alam.
Vyomantara  artinya  Angkasa, Loka, Luhuring Acintya

Jadi Pura Vaikuntha Vyomantara artinya  alam dimana dewa Wisnu mencapai kesempurnaan tertinggi, luhuring Acintya,pura angkasa yang penuh dengan tanaman suci dan tempat untuk mencapai ketenangan,kebijaksanaan dan pengetahuan suci ( kitab Suci Wisnu Purana )

Upacara Pawedalan pura Vaikuntha Vyomantara

Hari Pawedalan Pura Vaikuntha Vyomantara  di Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta dilaksanakan setiap tahun sekali bertepatan dengan Purnama  yaitu “ Purnamaning Sasih Kedasa

Pura  Vaikuntha Vyomantara di Lanud Adisutjipto  Yogyakarta  dibangun atas kebutuhan  umat Hindu yang  berdinas dan bertugas  di Pangkalan  TNI AU Adisutjipto  Yogyakarta,di samping itu  juga merupakan  kebijakan dari pimpinan TNI Angkatan Udara untuk menyiapkan sarana tempat ibadah bagi prajurit TNI beserta keluarganya  yang beragama Hindu dalam bentuk Pura, Mengingat di pangkalan TNI AU Adisutjipto belum Memiliki pura sebagai tempat untuk melakukan persembahyangan, Pembinaan Mental bagi Prajurit TNI AU beserta keluarganya,Karbol AAU,dan Siswa Sekolah penerbang khususnya  yang beragama Hindu ,untuk itu sangat dibutuhkan adanya tempat Ibadah/pura.

Pura Vaikuntha Vyomantara  di Pangkalan TNI AU Adisujtipto Yogyakarta dirintis dan didirikan dalam waktu yang cukup panjang mulai  tahun 1997 sampai tepatnya  23 Mei 2007 dapat dilaksanakannya proses peletakan Batu pertama berdirinya Pura Vaikuntha Vyomantara oleh komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsma TNI Benyamin Dandel,S.IP selaku Komandan pangkalan TNI AU Adisutjipto. Pada acara peletakan batu pertama berdirinya  Pura  Vaikuntha Vyomantara  dihadiri oleh seluruh Pejabat dilingkungan Lanud Adisutjipto, PHDI DIY,PHDI Kabupaten dan Kota Se-DIY dan Peguyuban Umat Hindu lanud Adisutjipto “Dharma laksana” dan masyarakar Hindu sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut  Marsma TNI Benyamin Dandel,SIP mengharapkan dengan dibangunnya Pura Vaikuntha Vyomantara betul –betul dapat dimanfaatkan dan difungsikan dengan sebaik-bainya Untuk melaksanaakan fungsi pembinaan mental ( Bintal ) bagi prajurit TNI AU beserta keluarganya, para Karbol  AAU, Siswa Sekolah penerbang khususnya yag beragama Hindu untuk dapat berperan dalam menyiapkan insan prajurit yang Sapta Marga, Pancasilais serta memiliki mental yang prima.

Dari berbagai sumber. (RANBB)

Rabu, 07 Agustus 2013

Pura Darma Winanjaya Umat Hindu Klaten

Melaspas : Ritual Penyucian Bangunan Umat Hindu


Ratusan umat Hindu dari berbagai daerah berdatangan dengan membawa sesaji berupa hasil bumi ke Pura Darma Winanjaya. Prosesi upacara melaspas pura atau pembersihan bangunan  diawali dengan ritual medak betara, upacara caru, persembahyangan dan pembagian tirta suci. Lantunan mantram suci yang diiringi kidung suci sarat dengan musik gamelan menciptakan suasana sakral upacara berlangsung.

Untuk menyemarakkan upacara melaspas pura ini juga digelar berbagai kesenian tradisional yakni seni tari dan karawitan. Upacara melaspas pura bertujuan membersihkan dan menyucikan bangunan yang baru selesai  dibangun atau baru ditempati kembali. Upacara ini wajib dilakukan oleh umat Hindu  dan sudah menjadi tradisi secara turun temurun hingga saat ini. Kegiatan upacara ini diadakan agar orang yang akan menempati bangunan tersebut merasa tentram, kerasan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam upacara ini diperlukan berbagai sesaji berupa hasil bumi. Selanjutnya sesaji ini ditempatkan diberbagai sudut bangunan yang dianggap suci. Kegiatan ini ditutup dengan upacara nuntun yakni prosesi pembersihan tempat suci yang nantinya akan digunakan sebagai tempat ibadah umat serta prosesi memercikan air suci.

sumber : http://manteb.com

Senin, 05 Agustus 2013

Pasraman Kilat Siswa dan Siswi se-Samarinda

Libur, Ratusan Siswa Ikut Pasraman Kilat

Umat Hindu Samarinda.

Mengisi libur sekolah, siswa di Samarinda yang beragama Hindu diajak mengikuti Pasraman Kilat yang berlangsung 2 – 4 Agustus lalu. Acara tahunan yang digagas Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Samarinda tersebut dilaksanakan di Pura Jagat Hita Karana dan diikuti ratusan siswa dan siswi dari berbagai tingkatan sekolah se-Samarinda.


Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang ketika membuka Pasraman Kilat mengatakan, kegiatan ini salah satu sarana penting dalam membangun karakter siswa dan siswi, khususnya yang beragama Hindu agar mereka tumbuh dengan pemahaman agama yang baik, sehingga berimbang dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah.

“Pendidikan agama yang diterima siswa di sekolah selama 2 jam pelajaran tentu kurang untuk membentuk pemahaman siswa terhadap nilai agama yang dianut. Karena itu peran para pemimpin umat dan orangtua sangat penting untuk membimbing anak-anak agar dapat memahami nilai agama yang dianut sehingga tidak mudah terikut dalam arus globalisasi dan gaya hidup yang tidak benar,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PHDI Samarinda I Made Subamia mengatakan, Pasraman Kilat ini untuk menunjang dan memperluas pengetahuan mengenai ajaran agama Hindu bagi para siswa. “Pasraman Kilat ini juga melatih anak-anak untuk disiplin, mandiri dan belajar bertanggung jawab sejak dini,” ujarnya

sumber : http://www.kaltimpost.co.id

Kamis, 01 Agustus 2013

Pura Agung Blambangan di Banyuwangi Jawa Timur

Umat Hindu Banyuwangi. 

Pura Agung Blambangan, awalnya merupakan situs umpak songo, peninggalan zaman kerajaan blambangan. Pura agung blambangan, terletak di desa tembok rejo kecamatan muncar kabupaten Banyuwangi.

--> Pura Agung Blambangan merupakan pura terbesar diantara 92 buah pura lainnya yang ada di banyuwangi dan telah diresmikan pada hari raya Kuningan, 28 juni 1980. Puncak karya mamungkah, ngenteg linggih, mapadudusan agung medasar tawur balik sumpah madya di Pura Agung Blambangan Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan pada Purnama Sasih Karo, 2 Agustus 2012.
Upacara diawali ngenteg linggih dan ngingkup di-puput Ida Pedanda Gede Putra Keniten dan Ida Pedanda Buda, Gria Gunung Sari, Ubud serta diiringi pementasan tari wali topeng, rejang, baris gede dan wayang lemah. Dilanjutkan ngiring Ida Batara mepasaran di-puput Ida Pedanda Putra Pemaron Sideman, Gria Sideman, Mengwi. Upacara Ida Batara munggah ke peselang di-puput Ida Pedanda Putra Keniten, Gria Dalem Sibang dan Ida Pedanda Buda, Gria Gunung Sari Ubud, serta upacara pedanan di jaba Pura di-puput Ida Pedanda Putra Pasuruan, Gria Taman Lukluk dan Ida Pedanda Buda, Gria Jadi.

Pelataran Pura Agung Blambangan mempunyai Luas 1.375 m2, dan itu pun tidak cukup menampung Umat Hindu di Banyuwangi ketika melakukan persembahyangan bersama.

Dari berbagai sumber (RANBB)

Rabu, 31 Juli 2013

Pura Agung Raksa Buana dan Kuil Sri Mariamman Medan

Umat Hindu Medan.

Kuil Sri Mariamman berdiri pada tahun 1800 sebagai awal perkembangan Umat Hindu di Medan Sumatera, dimana latar belakang Umat Hindu ini berasal dari India Selatan (Tamil). Saat ini komunitas Hindu di Medan berasal dari India Selatan (Tamin), Bali, Suku Karo. Langkat dan etnis Cina, dan dari segi kerukunannya sangatlah tinggi.Terlihat dari perayaan-perayaan hari besar umat Hindu, seperti Hari Dipawali untuk Hindu dari India, dan hari raya Nyepi untuk umat Hindu dari Bali.

Pura Agung Raksa Buana terletak di Jalan Polonia No.26 Kompleks Angkatan Udara, cukup dekat dengan Bandara Polonia Medan.Pendirian Pura Agung Raksa Buana dirintis sejak tahun 1974 dan baru diresmikan pada tahun 1982.
--> Pura Agung Raksa Buana terdiri atas Tiga Mandala, dimana terdapat pelinggih Padmasana, Pengrurah, Dewi Saraswati, Patung Wisnu, Patung Siwa, Kori Agung dengan Pengapit Lawang serta Bale Gong.Pengempon Pura Agung Raksa Buana ini berasal dari multi etnis seperti Bali, Batak Karo, Mangali, Umat Sik, Cina, Jawa dan lain sebagainya yang tetap mempertahankan agama Hindu dan budayanya masing-masing, seperti dalam hal berpakaian.

Hubungan antar umat sangat guyub, tidak ada konflik, tidak ada mempermasalahkan latar belakang, Umat Hindu melaksanakan ajaran Hindu menurut Catur Marga nya masing-masing.

(RANBB)

Selasa, 30 Juli 2013

Pura Oebanantha Kupang Nusa Tenggara Timur

Umat Hindu Kupang.

Pura Oebanantha terletak di Jl. Sabu kelurahan Fatubesi Kupang, Pura Oebanantha dibangun tahun 1979 merupakan Pura tertua di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak tahun 1962 tempat ini sudah dipergunakan untuk beribadat umat Hindu, namun baru  pada tahun 1979 lah dibangun dalam wujud Pura. Pura Oebanantha terletak di pinggir laut yang indah, dan pemerintah daerah sangat memberikan perhatian dengan pembangunan tembok pengaman pantai.

Pura Oebanantha sebagai tempat Suci Umat Hindu untuk wilayah Kupang dan sekitarnya, persembahyangan Purnama-Tilem selalu dilaksanakan oleh umat. Demikian juga saat-saat hari besar keagamaan , seperti Hari Raya Nyepi, umat mempersiapkan segala upacara Yadnya di lingkungan Pura Oebanantha, pelaksanaan Tawur Agung dan Brata Penyempian juga dilaksanakan di lingkungan Pura Oebanantha. Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan hari raya Kemenangan Dharma atas Adharma selalu dirayakan oleh Umat Hindu Kupang di Pura Oebanantha ini.

Selain kegiatan keagamaan yang berhubungan dengan Yadnya, Pura Oebanantha juga tempat bertemunya para umat dalam Lokasabha, pesamuan, sangkepan, mebanjar menyama braya atau pertemuan-pertemuan PHDI Kupang. Stata segalak segilik selunglung sebayanta paras paros sarpanaya menyama braya.

Kerukunan umat di Kupang sangat bagus, baik dalam kegiatan keagamaan maupun dalam bergotong-royong membangun daerah. Tempat Suci umat Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya; Pura Giri Satrianantha;  Komplek Bataliyon Infantri 744, Satya Yudha Bhakti Tobir, Atambua, Pura Atambuanantha Kutamba di  Komplek  Kodim 1605 Belu, Pura Wakikah, Pura Webananta dan Pura Agung Giri Kertabhuana

(RANBB)

Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu

Umat Hindu Indonesia.

Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional sebelumnya bernama Festival Seni Sakral Keagamaan Hindu Tingkat Nasional yang  pertama kali digelar  di Kota Surakarta Solo pada tahun 2010. Untuk Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional ke dua diadakan di Jogjakarta yang dipusatkan di Kraton Pura Pakualaman Yogyakarta pada tahun 2012.
--> Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional  menampilkan berbagai keragaman ekspresi seni dan budaya masyarakat Hindu di Indonesia baik dalam bahasa, musik tradisi, lagu-lagu daerah, tari, maupun ritual keagamaannya.

Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu  Tingkat Nasional mempresentasikan bagaimana agama sangat mempengaruhi penciptaan karya seni yang menjadi ciri khas masing-masing agama dan daerah. Bagi umat Hindu, seni tidak bisa dipisahkan dengan agama. Dalam setiap kegiatan ritual upacara keagamaan, umat Hindu selalu menyertakan berbagai kesenian, baik musik maupun tari, sebagai bagian dari ritual upacara.

Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional ini menjadi salah satu media pelestarian seni keagamaan sekaligus meningkatkan kerukunan umat beragama di Indonesia. Jangan sampai seni-seni yang sakral yang mengiringi upacara keagamaan semakin ditinggalkan. Lebih dari itu, dengan penyelenggaraan festival dua tahunan ini diharapkan potensi-potensi seni keagamaan Hindu mampu mengambil peran untuk meningkatkan kualitas srada dan bhakti umat Hindu di Indonesia.

Catatan :
Festival Seni Sakral Keagamaan Hindu Tingkat Nasional  I di Kota Solo tahun 2010
Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional  II di Kota Jogjakarta tahun 2012
Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional III di Kota wilayah Indonesia semoga dapat kembali berlangsung, serta dapat diikuti oleh seluruh propinsi di Indonesia. Awighnamastu..

Dari berbagai sumber (RANBB)  

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini