OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label Pujawali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pujawali. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2018

Pura Dharma Sidhi Ciledug Tangerang Banten

Pura Dharma Sidhi

Gapura Bali
Pura Dharma Sidhi
SEJARAH PURA DHARMA SIDHI
Tahun 1980-1986
Pembentukan arisan umat Hindu di wilayah Ciledug dan sekitarnya. Umat Hindu dalam melaksanakan persembahyangan ke Pura Kerthajaya Tangerang dan untuk pendidikan agama Hindu dilaksanakan di Pasraman yang berada di Pura Candra Praba Jelambar. Proses belajar-mengajar pendidikan agama Hindu juga dilaksanakan di garase mobil rumah I Nyoman Darsana, kemudian dipindahkan ke lokal Yayasan Budhi Luhur.


Tahun 1987-1990
Pembentukan banjar suka-duka oleh 21 umat Hindu, tepatnya tanggal 4 Januari 1987 dengan dibuatnya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai syarat berdirinya suatu organisasi. Susunan pengurus banjar yaitu Ketua I ketut Sumitha, Wakil Ketua I Wayan Sumantra, Sekretaris I Wayan Sukarta, dan Bendahara I Nyoman Darsana.
Pembentukan panitia pembangunan I dengan Ketua I Ketut Artha, wakil ketua I Nyoman Artha Yadnya, Sekretaris I Nengah Sudipta, Bendahara I Gusti Gde Budiarsa.
Pembelian kavling ke-1 seluas 300m2 dan pembangunan Bale pertemuan yang sekaligus sebagai pasraman untuk belajar-mengajar agama Hindu.
Tahun 1990-1993
Pembangunan Pura Dharma Sidhi  tahap 1 pada kavling ke-1 yaitu bangunan suci Bale Pertemuan, Pelinggih Padmasari, Pengrurah dan Beji.
Pembentukan panitia pembangunan II dengan Ketua I Ketut Artha yang didukung oleh seluruh umat Hindu Ciledug untuk dapat memperluas keberadaan Pura Dharma Sidhi.
Pembelian kavling ke-2 seluas 300m2 dan pembangunan tahap 2 yang merupakan pembangunan Pura Dharma Sidhi terbesar, dimana yang dibangun adalah Bale Pawedan, Bale Papelik, Kori Agung, Bale Kulkul, Taman Sari dan sarana lain.
Karya Ngenteg Linggih dan Pemelaspasan Pura Dharma Sidhi pada Budha Kliwon Ugu, tanggal 26 Mei 1993.
Tahun 1997
Pembangunan Pelinggih Padmasana, yang mana Pelinggih Padmasari menjadi inti Pelinggih Padmasana yang ada sekarang ini.  Atas petunjuk Manggala Pura, bahwasannya Kori Agung yang dibangun kurang pas dengan keberadaan pelinggih Padmasari, maka panitia pembangunan pelinggih Padmasana pun di bentuk.
Tahun 1998
Pembelian kavling ke-3 seluas 300m2 untuk pembangunan Pasraman, Wantilan dan Perantenan. Pembelian satu barung gambelan guna mendukung kegiatan Pujawali dan peningkatan apresiasi seni warga Banjar.
Tahun 2004
Pembelian kavling ke-4 seluas 600muntuk sarana parkir kendaraan yang keberadaannya semakin dibutuhkan guna memberikan kenyamanan pada setiap umat.
Tahun 2005
Pembelian kavling ke-5 seluas 300m2sebagai Nista Mandala guna sarana parkir, perantenan dan sarana pendukung lainnya, serta dapat menjaga kesucian (bagian hulu) dari pelinggih-pelinggih di Uttama Mandala.
Tahun 2015
Pelaksanaan renovasi Gedung Pasraman dengan perluasan ruang kelas sebanyak 3 (tiga) ruang kelas dan 1 (satu) ruang guru, sehingga kini Pasraman memiliki 6 ruang kelas/ belajar dan 1 ruang guru. Pada tahun ini pula dilaksanakan perapian sarana parkir kendaraan dan pembangunan sarana ekonomi umat, berupa warung yang rapi dan bersih, serta pembelian tanah kavling seluas 9 x 20 meter.

Rabu, 04 April 2018

Di Atas Langit Ada Langit

WAYANG CENK BLONK TERKINI



Terbaru_full lucu wayang cenk blonk spesial cenk dan blonk- lelucon wayang cenk blonk 2018
Kumpulan lelucon wayang cenk blonk spesial cenk & blonk yang sangat kocak dan gokil,, semoga terhibur.







Senin, 12 Februari 2018

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174

Dana Punia Sarassamuscaya Sloka 174
Kitab Suci Weda
rigweda
arthavanarthsmarthibiyo na dadatyatra kogunah, ekaiva gatirarthasya danamanya vipattayah.





Kuneng, an wwangujar sang sugih maweh dana ring kasyasih, tan padon ika, apan kewala tunggal doning mas, danakena juga karih, len sangkerika donya, lara katiwasan ngaranika.

Artinya
Akan tetapi, jika menggembar-gemborkan orang yang kaya memberi sedekah kepada orang yang patut dikasihani, sebenarnya tiadalah gunanya itu, sebab hanya satu saja gunanya kekayaan, yaitu untuk disedekahkan, jika lain dari pada itu kegunaannya disebut menimbulkan duka kemiskinan.

Ulasan
Apa yang menjadikan pembicaraan bahwa apabila mereka memberikan sedekah dengan memberitahukan kepada orang lain itu tidaklah baik dilakukan, karena kalau sudah mau memberi dana punia atau sedekah hendaklah jangan diketahui orang banyal.

Oleh karena itu mepunia harus berdasarkan keikhlasan hati sehingga akan betdampak pada bagaimana kehidupan dalam masyarakat saat ini.

Rabu, 25 Oktober 2017

Hari Raya Hindu Hari raya Sarasvati

SARASWATI HARI RAYA HINDU 
Kitab Suci Weda Hindu
Rigweda
Oleh : Ida Bagus Wika Krishna
“ Science without religion is blind,

religion without science is lame “




Hari raya Sarasvati jatuh pada hari ke-210 kalender Bali, yaitu hari Sabtu-Umanis-Wuku Watugunung, pemujaan terhadap dewi Saraswati sesungguhnya telah dimulai sejak dahulu kala, dalam naskah Rg Veda disebutkan : Maho Arnah Sarasvati pra cetayati ketuna, Dhiyo visy virajati, yang artinya ; Oh Sarasvati, sungai yang besar, Dia yang dengan cahayanya memberikan terang, dia menerangi setiap pikiran yang mulia.


Di dalam naskah-naskah Veda Dewi Saraswati di-identikkan dengan Dewi Vac sebagai personifikasi kata-kata, beliau merupakan dewi kebijaksanaan dan pengetahuan yang merupakan sakti dari Dewa Brahma. Saraswati dipuja sebagai personifikasi pengetahuan karena dengan pengetahuan manusia dipermulia. 


Semakin tinggi pengetahuan orang maka akan semakin dihormatilah orang tersebut, hal ini dijelaskan pula dalam Niti sastra I.5 :



Hemani sang mamukti dumadak tika tan hana guna,
yowana rupawan kula wisala tika pada hana,
de nika tanpa sastra tan ateja wadana makucem,
lwir sekar ning sami murub abang tan hana wangi nika.

Artinya :

Sangat disayangkan bila orang kaya tiada mempunyai kepandaian,
biarpun muda, tampan, keturunan bangsawan dan berbadan sehat,
bila tiada pengetahuan mukanya pucat tiada bercahaya,
seperti bunga dapdap, merah menyala namun tiada wangi.

Demikianlah nitisastra menyebutkan betapa pentingnya pengetahuan tersebut, walaupun berkelimpahan materi, wajah yang tampan, semuanya tiada artinya apabila tidak memiliki pengetahuan, karena pengetahuan merupakan kekayaan berharga yang abadi. itulah sebabnya mengapa Hindu sangat menghormati ilmu pengetahuan dan menghayatinya melalui pemujaan hari raya Saraswati. Dengan harapan agar umat Hindu tiada henti-hentinya mengejar ilmu pengetahuan.

Baca Juga : Sarasvati Stava

Hindu merayakan Saraswati karena secara simbolis beliau merupakan aspek Tuhan sebagai penguasa ilmu pengetahuan, dalam ajaran Hindu pengetahuan demikian penting, karena dengan pengetahuanlah manusia sadar akan tujuan hidupnya, tanpa pengetahuan maka tanpa gunalah manusia itu. Demikian pentingnya arti pengetahuan dalam agama Hindu, maka saraswati dirayakan sehingga umat semakin sadar akan pentingnya pengetahuan dalam mengarungi lautan kehidupan, lebih-lebih pengetahuan spiritual (para widya).

v Cerita I Belog (perbedaan konsep pria dan wanita) dan Pan balang tamak.
v Kepradnyanan (Wiweka) jalan tengah= inner beauty

Pengetahuan disampaikan melalui bahasa, mahkota bahasa adalah aksara, dan inti aksara adalah aksara suci ‘Om’ maka aksara suci merupakan linggasthana dari Hyang Saraswati. itulah sebabnya pada saat hari raya Saraswati kita melakukan brata, agar pada hari itu kita menjaga, membersihkan pustaka-pustaka suci sebagai tanda hormat pada beliau penguasa dari segala pengetahuan.
Didalam salah satu banten saraswati ada jajan yang berbentuk cecak lengkap dengan telurnya, sehingga seolah-olah hindu adalah pemuja binatang, Hindu bukanlah penganut totemisme, walaupun seringkali ada anggapan masyarakat bahwa cicak mewakili kehadiran dewi saraswati, namun tidak berarti Hindu memuja cicak, namun ada makna yang sangat dalam dibalik semua itu.

Baca Juga :  Cara Membuat Banten Saraswati

Seperti yang kita ketahui inti mahkota dari pengetahuan adalah aksara, dalam aksara Bali ada yang disebut cecek, yaitu titik yang mengawali penulisan dan diikuti selalu dengan mantra mangajapa Om. Jadi cecek itu adalah benih dari tiada menjadi ada, beliau tiada lain adalah Sang Sangkan Paraning dumadi. Cecek adalah bundar terkecil dalam aksara bali, Bundar mengingatkan kita pada windu dalam aksara suci Omkara, yang berarti kosong atau sunya.
Jnana Sidhanta disebutkan ;

Niskala mijilaken nada, nada mijilaken windu.
windu mijilaken ardhacandra, ardhacandra mijilaken wiswa.
mawaluy-waluy laksanannya. wiswa ngaranya sang Hyang Pranawa

Artinya :

Yang tak nampak melahirkan gema, dari gema nampaklah titik (Windu).
Dari Windu lahirlah ardha candra, ardha candra melahirkan wiswa.
perputaran ini terjadi terus menerus, wiswa berarti bunyi suci OM

Pebratan yang dilakoni saat menyambut perayaan saraswati tersebut, antara lain: Pemujaan Saraswati dilaksanakan pada saat pagi hari sebelum tengah hari tiba, Saat melaksanakan pemujaan saraswati dilarang membaca dan menulis lebih-lebih yang berkaitan dengan pustaka-pustaka suci, dan melakukan jagra atau tidak tidur hingga keesokan harinya pada hari redite paing wara sinta melakukan upacara penyucian atau banyu pinaruh ditempat sumber mata air atau di segara, dan asuci laksana dengan air kumkuman.



Rabu, 10 September 2014

Pembangunan Pelinggih Ratu Gede Dalem Peed

Semeton umat Hindu yang nangkil ke Parahyangan Agung Jagatkartta Tamansari Gunung Salak, tentunya akan bersembahyang ring Pelinggih Ratu Gede Dalem Peed Gunung Salak. Berikut sekilas tentang Pelinggih Ratu Gede Dalem Peed yang admin kutip dari buku Parahyangan Agung Jagatkarta Bogor Jawa Barat, Pujawali IX, 9 September 2014. Lihat video KSDHD Banjar Ciledug Ngiring Pekuluh.

Saat melaksaksanakan upacara ngenteg linggih, telah dibangun pelinggih darurat Pesimpangan Ratu Gede Dalem Peed, di depan kanan Pelinggih candi. Pada awal tahun 2010, kondisi pelinggih penyawangan yang bersifat darurat tersebut, mulai mengusik rasa estetika para pengayah. Melalui rapat Yayasan disepakati  (bila ada kemampuan) untuk membangun pelinggih permanen di lokasi yang sesuai masterplan,mengikuti petunjuk manggala pura.



Rupa-rupanya ada umat dari Jakarta yang terketuk hatinya untuk menghaturkan punia dalam bentuk pelinggih yang dimaksud. Gayung bersambut dan akhirnya pelinggih tersebut (berupa dua gedong) dapat direalisasikan beberapa hari sebelum pujawali ke lima, purnamaning sasih ketiga tahun 2010.

Bersamaan dengan pembangunan pelinggih Ratu Gede Dalem Peed, juga dilaksanakan pembangunan  turap belakang kedua pelinggih tersebut. Dana yang digunakan bersumber dari dana SCR Bank Mandiri dan punia umat. Dengan memanjatkan puja dan puji angayu bagya, bangunan suci ini dapat dipelaspas serta dilanjutkan dengan upacara mendak nuntun sehari sebelum upacara pujawali ke lima, bulan agustus 2010.

Dengan upacara tersebut maka secara spiritual Ratu Gede Dalem Ped sudah melinggih ajeg di Parahyangan Agung Jagatkarta. Atas petunjuk Jro Mangku Lingsir Pura Dalem Ped Nusa Penida, Pelinggih disini secara resmi disebut Pelinggih Ratu Gede Dalem Peed Gunung Salak. (RANBB)

Jumat, 07 Februari 2014

Tari Rejang Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug

Tari Rejang Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug.  

Tari Wali yang sakral tari Rejang Dewa saat Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug yang ditarikan oleh anak-anak remaja STHD Ciledug. Pujawali pura Dharma Sidhi pada Budha Kliwon Ugu, rabu 5 februari 2014, banyak umat Hindu dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang yang rawuh tangkil ngaturang bakti.


Tari Rejang Dewa adalah simbol Widyadari yang menuntun Bhatara turun ke dunia. Tarian yang memiliki gerak tari yang sederhana dan lemah gemulai, ditarikan oleh penari putri (pilihan maupun campuran dari berbagai usia) yang dilakukan secara berkelompok atau massal di halaman pura pada saat berlangsungnya suatu upacara.

Tari Rejang Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug di youtube :



Kamis, 06 Februari 2014

Topeng Bondres Pujawali Pura Dharma Sidhi


Topeng Bondres Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug Tangerang Banten. Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug pada Budha Kliwon Ugu, Rabu 5 Februari 2014 kemarin, selain menampilkan Tari Wali Topeng Sidha Karya dan Tari Rejang juga diawali dengan topeng bondres. Para penari Bondres  dengan yang dilengkapi dengan aneka topeng lucu sangat mengibur umat Hindu yang hadir.

Topeng Bondres yang dihadirkan diawal Pujawali Pura Dharma Sidhi ini melantunkan tembang-tembang geguritan dan banyolan, sentilan dan lelucon. Sejarah singkat Dalem Waturenggong disampaikan pada malam itu. 

Topeng Bondres Pujawali Pura Dharma Sidhi Ciledug Tangerang Banten di youtube :


RANBB

Minggu, 02 Februari 2014

Nuur Tirtha Ke Pura Tribhuana Agung Depok Timur

Hindu Banten
Rig Veda
Pura Tribhuana Agung Depok Timur. Sebagai warga banjar Ciledug, tepatnya Kerama Suka Duka Hindu Dharma Banjar Ciledug Tangerang Banten, telah menjadi keharusan untuk selalu mensukseskan acara-acara yang diselenggarakan banjar, lebih-lebih dalam pujawali Pura Dharma Sidhi sebagai Panembahan kita warga banjar. Pujawali yang akan dilaksanakan pada 5 Februari 2014, Budha Kliwon Ugu merupakan kegiatan perayaan hari 'kelahiran' sebuah tempat ibadah Hindu. Pujawali sering disebut Piodalan, Odalan, Wali, yang bisa datangnya enam bulan sekali atau satu tahun sekali berdasarkan kalender Bali. Pujawali memang puncaknya pada hari Rabu 5 Februari, namun sebagai sebuah 'tradisi' yang telah dijalankan oelh umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya yaitu untuk Nuur Tirtha ke sejumlah pura dilingkungan jakarta.


Bagi Admin, kesempatan ngaturangayah di saat pujawali menjadi hal yang sangat membanggakan, mempunyai nilai spiritual yang tinggi. Dalam pujawali pula kita umat Hindu bisa berinteraksi dengan sesama umat di seluruh Jabodetabek. Interaksi yang akan meningkatkan rasa persaudaraan diantara umat Hindu. Pada kesempatan ini Admin dapat tugas Nuur Tirtha ke Pura Tribhuana Agung Depok. Kesempatan untuk bisa tangkil dan bersembahyang selalu mendorong keinginan Admin, kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan spiritual dan kehidupan bermasyarakat di rantau.

Terkumpul beberapa Photo dan Lokasi Pura yang telah Admin kunjungi baik dengan sepeda sambil gowes pagi maupun saat-saat ngaturangayah baik saat pujawali pura tersebut.

Semoga dapat bermanfaat bagi semeton Hindu yang baru merantau ke Jakarta dan sekitarnya. Orang Bali yang selalu menjaga budayanya dimanapun berada. Orang Bali lebih mengutamakan kesatuan dan persatuan dalam setiap gerak langkahnya. Orang Bali memikirkan tempat di "alam sana" dikedituane yang lebih utama daripada di dunia ini. (RANBB)

Minggu, 20 Oktober 2013

Pujawali Pura Giri Kusuma Bogor Purnama Kapat

Pujawali ke 15 Pura Giri Kusuma Bogor dilaksanakan pada Purnamaning Kapat (bulan purnama sasih ke empat), tanggal 19 Oktober 2013 dengan tingkatan Uttamaning Nista. Pura Giri Kusuma Bogor terletak di komplek Institut Pertanian Bogor (IPB) Baranangsiang IV Bogor Baru Bogor. Pura ini disungsung dan diempon oleh Kerama Suka Duka Hindu Dharma banjar Bogor yang peristiwa Ngenteg Linggih nya pada 6 Oktober 1998 dipuput oleh Ida Pedanda Mabe Gde Putra Sidemen.

Video pujawali pura Giri Kusuma Bogor. Klik disini. Video ini milik pribadi (bukan laporan resmi panitia).

Pujawali Pura Giri Kusuma Bogor dalam guyuran hujan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik Oka dari griya Cimangu Depok. Sebelumnya telah dilaksanakan rangkaian persiapan pujawali meliputi nuasen karya, negtegang karya pada hari jumat 4 Oktober yang dipuput oleh Ida Pedanda Nabe Gde Putra Sidemen griya Ciledug, kemudian Nuur tirtha ke sepuluh pura dilingkungan Jabodetabek dan matur piuning di lima pura di lingkungan Bogor pada 18 Oktober. Lihat foto Ida Pedanda Nabe Gde Putra Sidemen. Klik disini.

Puncak pujawali pada Sabtu Umanis Sungsang Purnama Kapat Saka 1935 dipuput oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik Oka dari griya Cimangu Depok, serta akan dilanjutkan dengan penyineban pada malam harinya pukul 23.00. Dalam puncak pujawali Pura Giri Kusuma ini ditarikan tarian sakral tari Rejang dan tari Topeng Sidakarya dengan tujuan agar pujawali yang dilaksanakan stata labda karya paripurna. Tarian Bali-balian (hiburan) ditampilkan di jaba tengah seperti tari panyembrama, tari truna jaya dan lain sebagainya.

Dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik Oka. Lihat foto Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik Oka, klik disini. Pada kesempatan nunas tirtha diselingi laporan ketua panitia pujawali, Ibu dokter, sambutan ketua banjar Prof. Suastijaya dan Dharma wacana dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bogor bapak Wayan Suastika.

Dalam Dharma wecananya bapak Wayan Suastika menyatakan kesuksesan pujawali ini didasari oleh keiklasan lascharya dari semua pihak baik itu panitia, banjar maupun masyarakat Hindu di Bogor ini. Semua jenis pekerjaan dalam persiapan pujawali harus didasarkan dengan keiklasan, kegiatan dalam pujawali bukan hanya mejejahitan membuat Yadnya, tetapi juga termasuk mencuci piring, menyapu maupun membuat tekor. Semua kegiatan ini adalah sama dihadapan Ida Hyang Widhi asalkan didasari atas keiklasan.

Bapak Wayan Suastika (PHDI kota Bogor) menegaskan bahwa dengan pujawali diharapkan rasa bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa semakin tinggi, yang kedua; rasa tresna yang meningkat di lingkungan umat, pekedek pekenyum menyama braya, dan yang ke tiga adalah rasa peduli pada lingkungan disekitar kita baik itu kebersihan maupun toleransi beragama.

Kerama Suka Duka Hindu Dharma banjar Ciledug melaksanakan kegiatan Ngiring Pekuluh ke pura Giri Kusuma ini diwakili oleh tempek Joglo. (RANBB)

Banjar Ciledug Tangerang Ngiring Tiga Pekuluh

Kerama Suka Duka Hindu Dharma  
(KSDHD) banjar Ciledug melaksanakan kegiatan Ngiring Pekuluh. Pada Sabtu Umanis Sungsang (19/10) yang bertepatan dengan bulan Purnama Kapat (sasih ke empat), KSDHD banjar Ciledug Ngiring Pekuluh ke 3 (tiga) pura yang sedang melaksanakan pujawali. Ke tiga pura tersebut adalah Pura Giri Kusuma Bogor, Pura Eka Wira Anantha Serang Banten dan Pura Penataran Agung Kerta Bumi di TMII Jakarta Timur.

Video kegiatan Ngiring Pekuluh. Klik disini.

Tradisi Ngiring Pekuluh setiap Pujawali  Umat Hindu Jakarta, Bogor, Bekasi dan Banten merupakan tradisi "ngelunganin" pada pujawali salah satu Pura di lingkungan wilayah ini. Ini sedikit berbeda dengan pujawali di Bali. Namun hal ini juga terjadi di Bali saat pujawali besar di Pura Besakih, pada saat Bhatara Turun Kabeh atau pada satu dua pura yang mempunyai ciri khusus.

Kerama Suka Duka Hindu Dharma banjar Ciledug sebagai pengempon pura Dharma Sidhi dengan didukung oleh tempek-tempek yang ada melaksanakan kegiatan Ngiring Pekuluh dengan penuh antusias dan tentunya karena akan memperoleh kesempatan untuk tangkil ring ajeng Ida Panembahan disaat Beliau katurin pujawali. Tempek-tempek membagi diri untuk Ngiring Pekuluh yang ke Pura Eka Wira Anantha Serang terdiri dari tempek Parung Serab, Tempek Ciledug Indah dan Tempek Kunciran, yang ke Pura Penataran Agung Kerta Bumi TMII adalah tempek Mahartika. Tempek Joglo yang pada kesempatan ini sebagai 'panitia' persiapan Ngiring Pekuluh mendapat ngiring Ida Panembahan Pura Dharma Sidhi ke Pura Giri Kusuma Bogor.

Foto-foto Pura Hindu se Jabodetabek. klik disini.

Tradisi Ngiring Pekuluh ini sangat bermanfaat bagi umat Hindu didalam meningkatkan Srada dan Bhakti-nya, meningkatkan rasa memiliki Pura Kahyangan di wilayah ini, meningkatkan rasa menyama braya, dan meningkatkan solidarias umat. Sagilik Saguluk Paras Paros Sarpanaya menyama Braya di daerah rantauan. (RANBB)

Senin, 26 Agustus 2013

Pujawali Pura Agung Jaganatha Pekanbaru Riau

Umat Hindu Pekanbaru Gelar Odalan Pura Agung
Umat Hindu di Kota Pekanbaru baru saja menggelar Odalan Pura Agung di Pura Agung Jaganatha jalan Rawa Mulya, Rabu (21/8/2013) malam. Direktur Agama Hindu Indonesia Ketut Lancar SE, MM turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan Karma Carita  atau ceramah keagamaan kepada umat yang hadir disana.

Tak hanya berdoa bersama, Umat Hindu dan masyarakat yang hadir juga disuguhkan dengan beragam tontonan menarik. Mulai dari pagelaran tarian khas Bali hingga kabaret komedi yang dimainkan oleh para remaja Hindu disana.

Pantauan Tribun disana, tak kurang dari 250 orang hadir dalam kegiatan religius tersebut. Acara yang dimulai sejak pukul 18.00 tersebut berlangsung khidmat dan tertib. Setelah mendoa bersama, seluruh umat yang hadir diajak untuk mendengarkan ceramah bersama-sama.

"Sesama umat beragama, kita harus mengedepankan toleransi kepada sesama. Dengan begitu, rasa saling pengertian dan kerukunan antar sesama bisa terpelihara dengan baik," ujarnya dalam ceramah tersebut.
Pinandita Pura Agung Jaganatha Wayan Sutama juga menyebutkan hal yang sama. Ia menilai, Odalan Pura Agung tak hanya bicara nilai spiritual umat agama tertentu, tapi juga memiliki nilai budaya yang menarik untuk disimak.

"Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Banyak kebudayaan yang berbasis pada nilai spiritual, dan ini harus dilestarikan atas dasar keberagaman tersebut," tuturnya.
Disebutkannya juga, Odalan Pura Agung biasa dilakukan untuk menghormati kelahiran Pura sebagai tempat ibadah Umat Hindu. Biasanya dilakukan dalam waktu tertentu untuk mengumpilkan seluruh umat Hindu untuk berdoa bersama.

Namun, dikarenakan ada unsur budaya yang kental, maka Odalan Pura Agung Jaganatha selalu dibuka untuk umum dan bebas dinikmati oleh setiap lapisan masyarakat. "Saya yakin, Odalan memiliki nilai spiritualitas yang tinggi dan bisa menjadi pendukung nilai wisata di Riau," katanya lagi.
Diantara masyarakat yang hadir, nampak beberapa orang yang bukan beragama Hindu disana. Seperti Mulyadi, tenaga pengajar salah satu kampus teknik swasta di Pekanbaru ini hadir karena penasaran dengan acara Odalan tersebut.

"Ini yang pertama kali saya datang di Odalan Pura Agung. Bagi saya, acara ini merupakan kegiatan menarik dan sangat terbuka sekali," ucapnya.

sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com

Senin, 19 Agustus 2013

Pujawali atau Piodalan Pura Hindu saat Rerahinan Tumpek

Tumpek Landep.

Tumpek Landep.  (Saniscara Kliwon Landep ) Mengadakan upacara selamatan terhadap semua jenis alat yang tajam atau senjata, serta memohon kehadapan Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati agar semua alat/senjata tetap bertuah.
Pujawali Pura bertepatan dengan Hari Raya Tumpek Landep
  • Pura Agung Tirta Bhuana, Bekasi, Jawa Barat.
  • Pura Ksatria Dharma - Asrama Pusdik Polwan, Pasar Jumat, Jakarta  Selatan.
  • Pura Giri Purwa Dharma, Bengkayang Kalimantan Barat
  • Pura Dharma Praja - Bambu Apus Tangerang Selatan

Tumpek Wayang.
Tumpek Wayang. (Saniscara Kliwon Wayang).Pada hari ini diadakan upacara yang berkenaan dengan kesenian khususnya wayang, persembahan kehadapan Bhatara Iswara memohon agar kesenian itu lestari, menyenangkan, dan bertuah.
Pujawali Pura bertepatan dengan Hari Raya Tumpek Wayang.
  • Pura Penataran Giri Purwa dan Pesraman Dusun Kuto Rejo Kendal Rejo Tegal Delimo Banyuwangi. Pura Agung Widya Mandala - Komplek Yon Zikon, Desa Putra, Lenteng Agung, Jakarta – Selatan.
  • Pura Dalem Sakti - Jln Adi Sucipto Komplek Pemakaman Bakthi Suci Sui Raya Kalimantan Barat
  • Pura Prajapat -  Jln Adi Sucipto Komplek Pemakaman Bakthi Suci Sui Raya Kalimantan Barat
  • Pura Giri Penataran Agung, Sintang Kalimantan Barat.
  • Pura Jala Siddhi Amertha Juanda Sidoarjo.
  • Pura Jala Sidhi Amertha Juanda. Surabaya
  • Pura Jati Pramana, Jl. Cinemai Raya Cirebon
  • Pura Penataran Giri Purwa, Banyuwangi.
  • Pura Agung Arga Sunya, Blitar Jawa Timur

Tumpek Krulut.
Tumpek Krulut. Menghaturkan sesaji kepada Ida Sang Hyang Widi / Bhatara Iswara di Sanggah Kemulan, mohon keselamatan. Tumpek Krulut (Saniscara Kliwon Wuku Krulut).
Pujawali Pura bertepatan dengan Hari Raya Tumpek Krulut.
  • Pura Kertha Jaya - Jl. KS. Tubun Dalam No. 108, Tangerang, Banten.
  • Pura Raditya Dharma - Komplek TNI – AD (Ditbekang), Cibinong


Tumpek Kandang.
Tumpek Kandang. (Saniscara Kliwon Uye). Hari ini merupakan weton wewalungan, mengadakan upacara selamatan terhadap binatang peliharaan/ternak dan pemujaan terhadap Sang Rare Angon sebagai dewanya ternak, supaya terhindar dari segala penyakit dan tetap dalam keadaan sehat, selamat serta menyenangkan.

Tumpek Pengatag / Wariga / Uduh/
Tumpek Uduh (Saniscara Kliwon Wariga ). Hari ini merupakan peringatan "Kemakmuran'
Pujawali Pura bertepatan dengan Hari Raya Tumpek Pengatag.
  • Pura Wira Dharma Samudra - Komplek Marinir KKO, Cilandak, Jakarta – Selatan
  • Pura Tri Bhuana Agung - Jl. Kerinci Raya No. 10 Depok II Timur 16417
(RANBB)


Mohon di tambahin data ini karena masih sangat kurang, terima kasih.

Pujawali Pura Hindu Dharma Saat Bulan Purnama - Tilem

semangat hindu
Swami Vivekananda
Pujawali Pura Hindu Dharma Saat Bulan Purnama - Tilem

Purnama Kasa.
  • Pura Gunung Kuripan, Lombok.
  • Pura Amrta Jati Kompleks ALRI Pangkalan Jati Cinere Jakarta Selatan.
  • Pura Jagatdhita Selong-Lombok Timur.
  • Pura Agung Mandara Giri Gunung Semeru-Lumajang Jawa Timur.
  • Pura Batu Bolong Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.
Purnama Karo.
  • Pura Dharma Prima Jagadnatha Sangatha Kalimantan Timur
 Purnama Ketiga.
Purnama Kapat.
  • Pura Meru Cakra Lombok.
  • Pura Puseh Werdi Agung emoga Bolang Mangondow Sulut.
  • Pura Penaratan Agung Kertabumi Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur.
  • Pura Agung Surya Bhuwana Skyline Jayapura Papua.
  • Pura Dadia Dukuh Segening, Desa Swastika Buana Seputih Banyak Lampung Tengah.
  • Pura Eka Wira Anantha Taman - Komplek Koppassus Group I, Taman Serang, Banten
  • Pura Giri Kusuma  Komplek IPB Baranangsiang IV, Bogor Baru – Bogor.
  • Pura Giri Penyanggar Anatasana, Bengkayang, Kalimantan Barat
  • Pura Udaya Giri, Transad, Desa Padak, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
  • Pura Puseh Wirata Agung Desa Wirata Agung, Seputih Mataram, Lampung Tengah
  • Pura Giri Natha - Jl. Perintis Kemerdeka 162, Makasar

     
Purnama Kelima.
  • Pura Desa Pemenang di Lombok.
  • Pura Suranadi di Lombok.
  • Pura Narmada di Lombok.
  • Pura Segara di Ampenan Lombok.
  • Pura Sri Aji Jayabaya, Kediri Jawa Timur
     
Purnama Kenam.
  • Pura Lingsar di Lombok.
  • Pura Bebengan Tanjung di Lombok.
  • Pura Prajapati Balikpapan.
  • Pura Segara -  Jl. Kremasi Rt. 007/ Rw. 04, Cilincing, Jakarta – Utara.
Purnama Kepitu.
  • Pura Suranadhi di Lombok.
  • Pura Narmada di Lombok.
  • Pura Segara Ampenan - Lombok.
  • Pura Payogan Agung - Kutai Kartanegara.
  • Pura Kesatrya Loka - Komplek POMAD, Jl. Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta – Selatan.
  • Pura Giri Harta - Bagan Besar, Komplek Rudal Angkatan Darat Dumai Riau
     

Purnama Kesanga.
  • Pura Agung Wira Satya Buana - Komplek Paspampres, Jl. Kesehatan, Tanah Abang, Jaskarta – Pusat
  • Purnama Kedasa.
  • Pura Pita Maha di Palangkaraya Kalteng.
  • Pura Candra Peraba Komplek Polri Jelambar Jakarta Barat.
  • Pura Jagathita Karana, Samarinda.
  • Pura Penataran Agung Sriwijaya, Palembang Sumatera Selatan.
  • Pura Agung Girinatha, Semarang.
  • Pura Giri Kertha Bhuana, Kubu Raya Kalimantan Barat
  • Pura Giri Amertha Bhuana, Kayong Utara Kalimantan Barat
Purnama Jiyestha.
  • Pura Segara di Lombok.
  • Pura Dwijawarsa di Malang.
  • Pura Eka Dharma, Sweta Indah-Mataram, NTB.
  • Pura Agung Taman Sari - Komplek LANUD Halim Perdana Kusuma
Purnama Sada.
  • Pura Mertha Sari Jl. Kenikir No. 20 Desa Rengas, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang – Selatan.
  • Pura Satya Dharma -  Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning – Batam
     
Tilem Ketiga.
  • Pura Prajapati - Komplek Jaha Indah, Pondok Gede, Jakarta – Timur.
Tilem Keenem.
  • Pura Prajapati Purna Pralina - Komplek Brimob Akses UI Kelapa Dua – Jakarta Timur.
(RANBB)

Mohon di Tambahkan karena informasi masih sangat kurang, terima kasih.

Pura Agung Sari Agung (PASA) desa Buranga

semangat hindu
Atharva Weda 9.147

Umat Hindu Sulawesi Tengah.

Pura Agung Sari Agung Desa Buranga terletak di Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Pura Agung Sari Agung Desa Buranga disungsung oleh lembaga tertinggi umat Hindu yaitu PHDI yang dibentuk atau dipilih dalam jangka 5 tahun sekali.

Pujawali Pura Agung Sari Agung jatuh pada Purnamaning Sasih Kedasa. Pura Agung Sari Agung Desa Buranga terdiri atas Tri Mandala dengan pelinggih utama adalah Padmasana terdapat pula Bale Gong, Bale Pewaregan, Candi Kurung, Candi Apit Surang, Papan nama pura dan penyengker pura.

Pura Agung Sari Agung yang terletak di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo ini, merupakan satu-satunya simbol yang menunjukan keberadaan umat Hindu di wilayah ini. Jalan Trans Sulawesi yang menjadi jalur akses utama dari dan menuju pura ini, menjadikan keberadaannya sangat strategis

Kegiatan keagamaan umat Hindu di propinsi Sulawesi Tengah ini dipusatkan di Pura Agung Sari Agung, seperti Perayaan Hari Raya Nyepi, Hari Raya Galungan dan Kuningan, rerahinan Purnama - Tilem, perayaan Saraswati, Pagerwesi, Kajeng Kliwon, Tumpek dan lain sebagainya. Pura ini merupakan saksi utama dinamika umat Hindu, baik yang berhubungan dengan rasa spiritualitas maupun dinamika sosial kemasyarakatan, intern maupun ekstern.

Dari berbagai sumber. (RANBB)

Minggu, 04 Agustus 2013

PURA DHARMA SIDHI Kecamatan Ciledug Kodya Tangerang


Om Awighnam Astu Namo Sidham, Pada hari ini Budha Kliwon Ugu Sasih Sada, tanggal 26 Mei 1993 tahun caka 1915, Karya Agung Ngenteg Linggih dan Pemelaspasan PURA DHARMA SIDHI Kecamatan Ciledug Kodya Tangerang Kepuput Antuk Ida Pedanda Gde Putra Sidemen dan Disaksikan oleh Parisadha Hindu Dharma Indonesia Pusat, Mayjen.Pol.Purn. Drs. I Made Sudiartha



Saat ini Admin sedang menyelesaikan penulisan buku Sejarah Bendirinya Pura Dharma Sidhi Ciledug, semoga dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Senin, 29 Juli 2013

Pura Pemacekan Gunung Lawu Karanganyar

--> Umat Hindu Surakarta.

Pura Pemacekan Karanganyar terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Pasekan, Desa Keprabon, Kecamatan Karangpandan, Surakarta. Pujawali Pura Pemacekan jatuh pada  Purnama Katiga.

Lokasi ini pada awalnya adalah petilasan dari tokoh pemuka masyarakat dan agama Hindu pada zaman dahulu ,setelah dilakukan perombakan terhadap fasilitas fisik di Pura Pemacekan tersebut, akhirnya pada 11 Februari 2005 Pura Pemacekan secara resmi berada di bawah naungan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), salah satu organisasi yang menaungi pura leluhur. 

Pengempon Pura Pemacekan merupakan semeton Pasek, Bali dan Jawa terutama yang berada di wilayah Karanganyar Surakarta.

Pura Pemacekan terdiri atas tiga Mandala yaitu Utama Mandala terdapat petilasan leluhur Kiai I Gusti Ageng Pemacekan dan istrinya. Ada juga Meru Tumpang Pitu yang melambangkan Parahyangan Sapta Pandita atau tujuh pendeta, yaitu Mpu Ketek, Mpu Kananda, Mpu Wiradnyana, Mpu Witadharma, Mpu Ragarunting, Mpu Prateka dan Mpu Dangka.

Masih di Utama Mandala Pura Pemacekan terdapat pula Candi Gelung Patung Panca Tirta, Candi Gelung Patung Dewa,  Bale Piasan (tempat pemujaan Ista Dewata), Padmasana (tempat pemujaan Hyang Widhi), Sapta Pertala (tempat pemujaan penguasa bumi), Bale Pawedan (tempat bagi para pandita brahmana), Candi Bentar, Bale Agung (tempat sesaji) dan Patung Ghana.

Pada Madya Mandala Pura Pemacekan Gunung Lawu terdapat Bale Banjar yang biasanya digunakan oleh umat Hindu untuk menggelar kegiatan sosial, rapat, sangkepan, dan juga untuk menggelar Wilujeng Sura bagi warga Dusun Pasekan.

Pada  Nsita Mandala terdapat Taman Beji dengan adanya Beji, maka sarana Pura Pemacekan semakin lengkap untuk kenyamanan batin umat yang nangkil.

Dari berbagai sumber.
2c6WTNVovpEa3P9W-OUAzGpUlG4
(RANBB)

Rabu, 24 Juli 2013

Piodalan Pura Giri Arjuno Kota Batu Malang Jawa Timur

Piodalan Pura Giri Arjuno Diikuti Umat dari Bali

Umat Hindu Malang. Acara piodalan Pura Giri Arjuno ke V di Desa Giripurno Kota Batu, Senin (22/7/2013), dihadiri sejumlah warga asal Pulau Dewata Bali. Mereka berbaur dengan ratusan umat hindu dari berbagai daerah, untuk mengikuti doa bersama dipimpin oleh Pinandita Mangku Suparman.

Ketua panitia Piodalan, Tri Suhasto menyebutkan ada dua rombongan bus dari Bali. Tujuan mereka datang, memang berkunjung ke pura-pura untuk sembahyang. Piodalan digelar bertepatan dengan purnama kasa yang jatuh pada Senin (22/7/2013) dan diikuti sekitar 500 umat. “Diperkirakan pura ini ramai dikunjungi umat Hindu, hingga dua hari ke depan,” terang Suhasto.
--> Umat Hindu mulai bersembahyang pukul 11.30 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Dengan khidmat, baik perempuan maupun laki-laki duduk bersila di dalam pura memanjatkan doa-doa.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jatim, I Ketut Sudiarta menceritakan, Pura Giri Arjuno itu terletak di pertengahan Gunung Arjuno 1.600 meter di atas permukaan laut (dpl). Pura itu beridiri sejak 1998, dibangun oleh para resi, tokoh umat Hindu di Malang Raya. "Yang perlu diketahui, kehadiran pura ini sudah tersosialisasi sampai seluruh nusantara. Hampir tiap hari Sabtu dan Minggu, warga Hindu dari berbagai belahan Indonesia ke pura ini,” paparnya.

Ketut berharap, piodalan kali dijadikan media mengintegrasikan perbedaan antar umat Hindu. Mulai romo resi, pemangku, dan umat biasa supaya umat Hindu selalu sehat walafiat, sejahtera, bahagia. "Bagaimana kita umat Hindu, baik dari Jawa, luar Jawa, Bali,  semua umat Hindu yang hanya dibedakan oleh wilayah, budaya, dan tata cara, mari kita memahami perbedaan itu. Kalau kita memahami itu, perbedaan memberi kekuatan dan membentuk hidup harmonis,” harapnya.

sumber : http://surabaya.tribunnews.com

Selasa, 23 Juli 2013

Tradisi Ngiring Pekuluh Saat Pujawali Umat Hindu Jakarta

Pujawali Pura Amrtha Jati Cinere (22/7).

Umat Hindu Jakarta. Tradisi Ngiring Pekuluh setiap Pujawali  Umat Hindu Jakarta, Bogor, Bekasi dan Banten merupakan tradisi "ngelunganin" pada pujawali salah satu Pura di lingkungan wilayah ini. Ini sedikit berbeda dengan pujawali di Bali. Namun hal ini juga terjadi di Bali saat pujawali besar di Pura Besakih, pada saat Bhatara Turun Kabeh atau pada satu dua pura yang mempunyai ciri khusus. Lihat foto pura se Jabodetabek
Di Jakarta sudah menjadi tradisi bahwa pekuluh pura-pura di Jakarta dan sekitarnya ini lunga ke iring para umat penyungsungnya, ke Pura yang sedang katuran Pujawali. Ibarat kata  berkunjung ke rumah teman yang sedang berulang tahun. Untuk maksud tersebut biasanya dibuatah "asagan" untuk linggih Pekuluh dan Daksina Palinggih sane rawuh. Daksina Palinggih dihias dengan bunga anggrek, crysiam, dilengkapi pula daksina, pucuk daun sirih dan dupa.

Bila kita perhatikan Pura di Jakarta dan sekitarnya terdapat pelinggih Bale Papelik. Bale Papelik ini berfungsi untuk tempat Daksina Pelinggih yang rawuh.

Seperti halnya pada Pujawali Pura Amrtha Jati Cinere pada Purnama sasi Kasa ini, pada tanggal 22 Juli 2013, umat Hindu Ciledug yang sebagai pengempon Pura Dharma Sidhi melaksanakan tradisi ini. Diawali dengan pembuatan asagan Daksina Palinggih linggih Ida Bhatara Sesuhunan Kahyangan Pura Dharma Sidhi, kemudian persembahyangan sebelum keberangkatan ke tempat pujawali, dan setelah kembali dari tempat pujawali kita ngeluhuring Ida Bhatara di pura masing-masing.

Tradisi ini sangat bermanfaat bagi umat Hindu di dalam meningkatkan Srada dan Bhakti-nya, meningkatkan rasa memiliki Pura Kahyangan di wilayah ini, meningkatkan rasa menyama braya, dan meningkatkan solidarias umat. Sagilik Saguluk Paras Paros Sarpanaya menyama Braya di daerah rantauan.

Silakan Lihat Video Tradisi Ngiring Pekuluh umat Hindu di Jakarta.

(RANBB)

Rabu, 17 Juli 2013

Umat Hindu Lampung Tengah Ingin Memiliki Gamelan

Umat Hindu Lampung. Surat Pembaca  16 Juli 2013 | BP. Warga kami dari Buana Makmur Kampung Mataram Udik Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah mau mewujudkan keinginan membeli gamelan baleganjur yang sudah terkirim/diterima dari warga Buana Makmur Kampung Mataram Udik Kecamatan Bandar Mataram pada tanggal 14 Maret 2013 dari pihak pemilik gamelan Gema Kencana Denpasar bernama Bapak Wayan Redana. Gamelan yang sudah dikirim ke warga kami masih tersangkut/belum lunas. Karenanya saat ini warga kami sangat mengharapkan uluran tangan/bantuan punia dari umat se-dharma di mana pun berada. Sehingga kami bisa melunasi pembelian gamelan tersebut, karena kemalangan warga kami yang jauh berada di wilayah pedalaman Kabupaten Lampung Tengah dalam kondisi kurang mampu, tetapi mereka sangat ingin memiliki seperangkat gamelan baleganjur untuk dapat mereka jadikan sarana upacara dan melestarikan seni budaya Bali.

--> Dana yang dibutuhkan Rp 26.800.000 (dua puluh enam juta delapan ratus ribu rupiah). Masyarakat kami yang berada di Buana Makmur berjumlah 140 KK dan 554 jiwa. Memiliki tempat ibadah Pura Puseh, Desa dan Dalem, piodalan-nya pada Purnamaning Kasa dan piodalan di Pura Dalem jatuh pada Purnamaning Kapat. Untuk itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Kecamatan Bandar Mataram memohon dengan sangat uluran tangan umat se-dharma agar dapat kiranya warga kami memiliki seperangkat gamelan sida karya atau balegajur hingga dapat menambah sakralnya upacara tersebut serta tetap dapat mengajegkan Bali walaupun jauh di seberang sana.



PHDI Desa Adat Buana Makmur

I Ketut Suwitra Yasa

PHDI Kec. Bandar Mataram

I Made Sudarte, S.Pd., M.Pd.

Mengetahui

Ketua PHDI Kab. Lampung Tengah

I Ketut Suryadi


 sumber : Surat Pembaca  16 Juli 2013 | BP  http://www.balipost.co.id

MOHON PADA UMAT YANG MENGETAHUI NO CONTACT  ATAU NO REKENING UNTUK MENYALURKAN BANTUAN, DAPAT DI TULISKAN DISINI.

Rabu, 10 Juli 2013

Suka Duka Hindu Dharma Banjar Ciledug

Pada Budha Kliwon Ugu tanggal 10 Juli 2013, Kerama Suka Duka Hindu Dharma Banjar Ciledug melaksanakan Pujawali Pura Dharma Sidhi yang ke -40. Pujawali diawali dengan Puja Mantra Sang Pandita, di iringi Tari Topeng Sidakarya dan Tari Pujawali  yaitu Tari Rejang.
Pelaksanaan Pujawali Pura Dharma Sidhi yang ke -40 ini mengambil tingkatan Yadnya Kanistamaning Kanistama sesuai pedoman yang telah dituliskan.
Para pemedek yang tangkil sangatlah banyak, dari seluruh propinsi Banten dan Sejabodetabek.

Pada saat pujawali telah dilaksanakan maka kerama suka duka banjar ciledug menghibur masyarakat yang tangkil dengan tari bebalian, balih-balihan. Ada Tari Penyambutan, Tari Margepati, Tari Tenun, dan lain sebagainya. Puncak acara dihadirkan hiburan Tari Jangger oleh ibu-ibu Kerama Suka Duka Banjar Ciledug. Gelak tawa umat pecah saat menyaksikan para ibu-ibu mejanggeran.

Saksikan Videonya on Youtube. http://www.youtube.com/user/eben3d

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini