OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Tampilkan postingan dengan label upacara hindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label upacara hindu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Juni 2023

3 Tri Kerangka Agama Hindu

Percikan Dharma

Tri Kerangka Agama Hindu


Om Swastyastu

Umat Se-dharma, agama Hindu disusun dalam Tri Kerangka Agama Hindu untuk memudahkan umat mempelajari, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tertuang dalam (Anonim: I.1968) yaitu



1. Brahma Widya (Widya Tattwa) yaitu:

    a. Widhi Tattwa

    b. Tattwa Upacara

2. Susila/Etika Agama yaitu :

    a. Samania Dharmasastra

    b. Naimitika Dharmasastra

    c. Karmya Dharmasastra

    d. Upacara Dharmasastra

3. Upacara Agama yaitu :

     a. Dewa Yajna

     b. Rsi Yajna

     c. Pitra Yajna

     d. Manusia Yajna

     e. Bhuta Yajna



Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :

Dalam agama Hindu Tri Kerangka Agama Hindu dibagi menjadi tiga yaitu Widhi Tattwa, Susila/Etika dan Upacara.


Widhi Tattwa 

Widhi Tattwa disebut juga Brahma Widya adalah falsafah /ajaran tentang Sang Hyang Widhi Wasa yang dimuat didalsm kitab suci Weda yang langgeng dan abadi. Dalam Widhi Tattwa mengupas tentang Ketuhanan, bagaimana menghaturkan ucapan terima kasih atas semua yang diberikan pada umat manusia.


Susila

Susila/Etika memuat ajaran dan petunjuk moral berperilaku baik. Sering juga disamakan dengan Dharmasastra, terdiri dari samania dharmasastra, nitya dharmasastra, naimitika dharmasastra dan kamya dharmasastra.

Samania dharmasastra artinya mirip, identik, serupa. Samania dharmasastra artinya dharma itu identik/mirip/serupa kitab suci, Agama, sastra-sastra dan ilmu pengetahuan.

Naimitika Dharmasastra artinya etika atau tata susila yang berlaku di dalam lingkungan atau kelompok terbatas.

Kamya Dharmasaatra, kamya artinya wajib. Ada hal-hal yang wajib dilaksanakan umat Hindu. Misalnya melakukan upacara Panca Yadnya, melakukan sembah bhakti kehadapan Hyang Widhi.


Upacara

Upacara sering kali disamakan artinya dengan upakara seperti telah disebutkan sebelumnya. Upacara ialah ritual atau tatacara yang memuat aturan-aturan untuk melaksanakan kegiatan ritusl tertentu dari agama. Ada lima yadnya yang dilakukan yaitu Dewa yadnya, Rsi yadnya, Pitra yadnya, Manusia yadnya dan Bhuta yadnya.


Tattwa, Susila dan Upacara merupakan satu kesatuan dalam pelaksanaannya. Misalnya bila akan melakukan persembahyangan ke Pura. Sebelum datang di Pura, pikiran dan perasaan sudah ditujukan kehadapan Hyang Widhi.

Om Santih Santih Santih Om


Aris Widodo

Penyuluh Agama Hindu

Kita Serang

Minggu, 02 April 2023

UPACARA MENEK DEHA (RAJASWALA)

 UPACARA MENEK DEHA (RAJASWALA)

Upacara ini dilaksanakan pada saat anak menginjak dewasa. Upacara ini bertujuan untuk memohon ke hadapan Hyang Samara Ratih agar diberikan jalan yang baik dan tidak menyesatkan bagi si anak.

Sarana :

Banten pabyakala, banten prayascita, banten dapetan, banten sesayut tabuh rah (bagi wanita), banten sesayut ngraja singa, (bagi laki-laki), banten padebarian.

 


Waktu Upacara menginjak dewasa (munggah deha) dilaksanakan pada saat putra/putri sudah menginjak dewasa. Peristiwa ini akan terlihat melalui perubahan-perubahan yang nampak pada putra-putri. Misalnya pada anak laki-laki perubahan yang menonjol dapat kita saksikan dari sikap dan suaranya. Pada anak putri mulai ditandai detang bulan (menstruasi) pertama.

 

Orang tua wajib melaksanakan upacara meningkat dewas (munggah deha) ini. Tempat Upacara dilaksanakan dirumah. Pelaksana Dilakukan oleh pandita / pinandita atau yang tertua di dalam lingkungan keluarga.

 

Tata cara :

Dalam upacara meningkat dewasa, pertama-tama putra / putri yang diupacarai terlebih dahulu mabyakala dan maprayascita. Setelah itu dilakukan dengan natab sesayut tabuh rah (bagi yang putri), sayut raja singa bagi yang putra.

 

Ciri-Ciri anak telah meningkat dewasa.

Siklus kehidupan makhluk didunia adalah lahir, hidup dan mati (kembali ke asalnya). Manusia hidup didunia mengalami beberapa fase yaitu, fase anak-anak, fase ini anak dianggap sebagai raja, semua permintaannya dipenuhi. Fase berikutnya adalah pada masa anak meningkat dewasa. Saat ini anak itu tidak lagi dianggap raja, tetapi sebagai teman. Orang tua memberikan nasihat kepada anak-anaknya dan anak itu bisa menolak nasihat orang tuanya bila kondisi dan lingkungannya tidak mendukung, artinya terjadi komunikasi timbal balik atau saling melangkapi. Dan yang terakhir adalah fase tua, disini anak tadi menjadi panutan penerusnya.

 

Sebagai tanda kedewasaan seseorang adalah suaranya mulai membesar/ berubah/ ngembakin (bahasa Bali) bagi laki-laki dan bagi perempuan pertama kalinya ia mengalami datang bulan. Sejak saat ini seseorang mulai merasakan getar-getar asamara, karena Dewa Asmara mulai menempati lubuk hatinya. Dua perasaan getar-getar ini tidak dibentengi dengan baik akan keluar dari jalur yang sebenarnya.

 

Perasaan getar-getar asmara itu dibentengi oleh dua jalur yaitu, jalur miskala, membersihkan jiwa anak dengan mengadakan Upacara yang disebut Raja Sewala dan jalur sekala, dengan memberikan wejangan-wejangan yang bermanfaat bagi dirinya.

 

Upacara Raja Sewala ini sesuai dengan apa yang diungkapkan didalam Agastya Parwa bahwa, disebutkan ada tiga perbuatan yang dapat menuju Surga, yaitu: Tapa (pengendalian), Yadnya (persembahan yang tulus ikhlas) dan Kirti (perbuatan amal kebajikan) Upacara Raja Sewala merupakan Yadnya (persembahan yang tulus ikhlas) yang membuat peluang bagi keluarganya untuk masuk Surga.

 

Nilai Pendidikan

Upacara Raja Sewala atau meningkat dewasa yang dilakukan oleh umat Hindu adalah merupakan salah satu jenis Upacara Manusa Yadnya yang bertujuan untuk memohon kehadapan Sanghyang Widhi Waca (Tuhan yang maha Esa) dalam menifestasinya sebagai Sang Hyang Semara Ratih, agar orang itu dibimbing, sehingga ia dapat mengendalikan dirinya dalam menghadapi Pancaroba. Dalam masa Pancaroba ini seseorang sangat rentang terhadap godaan-godaan khusunya godaan dari Sad Ripu yaitu: Kroda (sifat marah), Loba (rakus/tamak), Kama (nafsu/keinginan), Moha (kebingungan), Mada (kemabukan), dan Matsarya (rasa iri hati).

 

Pada Upacara ini juga terselip nilai pendidikan. Anak diberikan wejangan-wejangan yang menyatakan bahwa dirinya telah tumbuh dewasa, apapun yang akan diperbuatnya berikabat juga kepada orang tuanya. Jadi anak itu tidak bebas begitu saja menerjunkan diri dalam pergaulan di masyarakat. Dia harus tahu mana yang pantas untuk dilakukan dan mana yang dilarang. Dalam hal ini anak-anak juga merasa mendapat perhatian dari orang tuanya sehingga menimbulkan rasa lebih hormat kepada orang tuanya.

 

Melalui Upacara Raja Sewala/meningkat dewasa ini diharapkan seseorang dapat meningkatkan kesucian pribadinya sehingga mampu memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

 

Demikian kami sampaikan “Upacara Menek Deha (Rajaswala)” atas segala perhatiannya diucapkan terimakasih, Semoga apa kami sampaikan, dapat bermanfaat.

 

Akhir kata, kami sampaikan Parama Shanti,

Jumat, 30 Agustus 2013

Upacara Vratyastoma adalah Upacara Peng-Hindu-an

UPACARA VRATYASTOMA

Upacara vratyastoma sendiri adalah upacara penyucian diri dalam agama hindu, sebelum seseorang masuk dalam agama hindu dan menjadi anggota suatu kasta. Upacara vratyastoma juga dilakukan ketika ada seseorang yang di keluarkan dari kasta. Melalui upacara yang cukup berat ini, segala macam kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan oleh seorang anggota kasta dapat di hapus, dan orang yang telah di keluarkan dari kasta dapat di terima kembali menjadi anggota kasta.



Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :


Upacara vratyastoma dalam agama hindu ini dikenal dan diterapkan oleh bangsa Indonesia pertama kali diperkirakan di wilayah Kalimantan Timur, karena pada tahun 1879 ditemukan 7 buah prasasti yupa, tepatnya di Bukit Berubus, Muara Kaman, yang mengindikasikan adanya kerajaan pada masa itu, pada prasasti yupa ini bahasa yang di gunakan adalah bahasa sansekerta dan menggunakan huruf palawa yang diperkirakan berasal dari abad ke-V Masehi, yang berarti kebudayaan India telah masuk pada kerajaan itu, kerajaan ini adalah kerajaan Kutai, yang didirikan oleh Kudungga yang merupakan orang asli Indonesia, kebudayaan India mulai masuk kerajaan ini, ketika raja yang memimpin adalah Asmawarman,anak dari kudungga, dari prasasti yupa itulah kita mengetahui bahwa kebudayaan india pertama kali masuk di Indonesia berasal dari kerajaan kutai, karena tidak ada bukti yang lebih tua dari prasasti yupa.




Upacara vratyastoma dan adanya sistem kasta pertama di Indonesia, berasal dari Agama hindu ber aliran Saiwa-siddhanta, adapun kemungkinan upacara vratyastoma pertama kali dilakukan oleh para brahmana di Indonesia di lakukan untuk mengangkat Asmawarman menjadi anggota dari suatu kasta dan beragama Hindu. Karena tidak ada bukti lain yang lebih tua dari prasasti tentang Asmawaran. Dari sinilah akhirnya kebudayaan India dan agama Hindu akhirnya berkembang di Indonesia.  http://lintas-sejarah.blogspot.com/2013/04/upacara-vratyastoma-dan-sistem-kasta.html

Vratyastoma iku salah sijining upacara keagamaan ing agama Hindu yaiku upacara pemberkatan nganut agama Hindu. http://jv.wikipedia.org/wiki/Vratyastoma

Dari berbagai sumber. (RANBB)


Minggu, 14 Juli 2013

Adhi Tiruwila atau Durga Puja

Upacara Suci Adhi Tiruwila atau Duga Puja.  
Umat Hindu India. Durga Puja adalah ritual suci  umat Hindu yang beraliran Shakta dan pemuja Dewi Durga. Pernah di laksanakan di Shri Bathara Kaliamman Tangerang oleh Yayasan Shri Bathara Kaliamman. Semua umat Hindu yang beraliran Shakta dan pemuja Dewi Durga melaksanakan brata puasa umat.

Upacara Suci Adhi Tiruwila ata Durga Puja diawali dengan pemujaan di depan altar Dewi Durga lalu dilanjutkan beriringan menuju sungai/sumber mata air. Sampai di sungai diadakan ritual penyucian terutama bagi yang mempunyai niat suci. Umat yang melakukan niat suci dengan berbagai cara seperti berjalan di atas bara api, berjalan di atas golok, tusuk badan dengan menggunakan kail serta menjungjung tungku susu suci sebagai ungkapan niat suci. Setelah selesai ritual di sungai , Karagam diarak mengelilingi komplek kuil diikuti umat yang melakukan nazar dan pembawa kendi air suci. Ritual dipusatkan di altar utama pemujaan Dewi Durga.
-->
Karagam dibuat untuk memeriahkan Upacara Tiruwila ini, Karagam merupakan hiasan sebuah karangan bunga yang terdiri dari 3 warna bunga merah, kuning, putih dan daun intaran (daun Nim) yang menyerupai mahkota Dewi Durga. Bunga Merah merupakan simbolis dari para Shati yang artinya seorang Hindu dituntut untuk berani bertindak atas dasar kebenaran / Dharma dalam Dharma Agama dan Dharma Negara. Bunga Warna Kuning melambangkan Dewi Laksmi yang artinya hidup makmur dengan jerih payah sendiri / kerja keras sesuai dengan swadharmanya. Kaitannya dengan ini, Dewi Durga diwujudkan dengan fungsinya sebagai Thirumagal (dewi kemakmuran). Seorang Hindu harus berpengetahuan yang positif / suci yang dilambangkan sebagai dewi Saraswati dengan bunga berwarna Putih.

Karagam adalah simbol Dewi Durga yang bersthana pada Mulastana (Altara Utama) kuil sebagai personifikasi Tuhan dalam wujud Bathra Kaali Amman ( Ibu Penyelamat Dunia ). (RANBB)

Rabu, 10 Juli 2013

Pakanan Patahu Hindu Kaharingan

UPACARA PAKANAN PATAHU.

Bagi umat Hindu Kaharingan Keselarasan kehidupan sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup, keselarasan itu dapat berupa keselarasan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia dan alam lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu umat Kaharingan selalu memperhatian hubungan harmonis itu baik dengan Tuhan, sesama manusia bahkan dengan alam sekitar.

Dalam meyelaraskan hubungan yang harmonis antara umat Hindu Kaharingan dengan alam sekitarnya umat Hindu Kaharingan selalu melaksanakan upacara Pakanan Patahu yaitu ritual yang bertujuan kepada Patahu Lewu atau Patahu Keluarga yang selalu membantu dan meyertai umat Hindu Kaharingan pada kehidupan sehari-hari dilingkungan tempat mereka tinggal.

Upacara Pakanan Patahu ini dilaksanakan setiap setahun sekali umumnya setelah habis panen. Pelaksanaan ini tidak hanya terfokus pada umat Hindu Kaharingan saja tetapi semua umat dan lapisan masyarakat yang mendiami wilayah/kampung mereka.
--> Menurut kepercayaan umat Hindu Kaharingan bahwa pelaksanaan upacara Pakanan Patahu adalah sebagai sarana untuk menghubungkan diri atau melaksanakan komunikasi dengan roh-roh penjaga alam sekitar, hal tersebut dilakukan dan dilaksanakan sebagai ungkapan syukur dan hormat terhadap para Penjaga Lewu, yang wajib dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan untuk menjaga keharmonisan hubungan alam sekitar dengan kehidupan umat Hindu Kaharingan dimana mereka berada .

Upacara ini juga sebagai sarana komunikasi atau melakukan hubungan dengan roh-roh penjaga lewu beserta manifestasi Ranying Hatalla dengan tujuan adalah memohon perlindungan, keselamatan, dan kedamaian bagi kelangsungan umat Hindu Kaharingan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesucian dan menetralisasikan suatu wilayah yang dianggap suci dan keramat untuk selalu dijaga dan dilestarikan melalui pelaksanaan upacara Pakanan Patahu.

Menciptakan hubungan yang harmonis antara sesama umat dengan umat yang lain dengan pelaksanaan upacara Pakakan Patahu karena dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

Dengan demikian pentingnya dilaksanakan upacara Pakanan Patahu adalah sebagai pengamalan nilai-nilai ajaran agama dan kepercayaan terhadap Ranying Hatalla beserta manifestasinya oleh umat Hindu Kaharingan, melalui sistem simbolisasi, yang terkait dengan sistem ritual mereka.

sumber : http://rid755.wordpress.com/

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini