OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Kamis, 24 September 2020

TANYA JAWAB UPACARA SEHARI-HARI UMAT HINDU

 TANYA JAWAB UPACARA SEHARI-HARI  UMAT HINDU

Tanya

:

Upacara (yadnya) dalam agama Hindu berdasarkan waktu pelaksanaannya dibedakan atas berapa ?

Jawab

:

1.      Nitya Karma Yadnya

2.      Naimitika Karma Yadnya

Tanya

:

Apakah yang dimaksud dengan Nitya Karma Yadnya ?

Jawab

:

Yadnya atau upacara yang dilaksanakan setiap hari.

Tanya

:

Apakah contoh pelaksanaan Nitya Karma Yadnya ?

Jawab

:

1.      Trisandhya ; sembahyang tiga kali sehari

2.      Yadnya Cesa ;

Tanya

:

Apa yang dimaksud Trisandhya ?

Jawab

:

Tri artinya Tiga. Sandhya artinya perhubungan atau penyatuan. Trisandhya artinya menghubungkan diri (sabda, bayu, idep atau tenaga, ucapan, pikiran) dengan Hyang Widhi yang dilakukan tiga kali sehari; pagi, siang dan sore hari.

Tanya

:

Apa yang dimaksud Yadnya Cesa ?

Jawab

:

Yadnya yang merupakan upakara atau banten saiban (jotan) yaitu nasi sejumput kecil diisi garam, ikan, sayur sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan dan segala macam manifestasi-Nya.

Tanya

:

Apa dasar pelaksanaan Yadnya Cesa ?

Jawab

:

BhagawadGita IV.31 menyebutkan :

Yajna sistamrta bujo yanti brahma sanatanam, na, yamloko;sty ayajnasya kuto’ nyan kurusattama / Mereka yang makan dari sisa persembahan, amerta, mencapai Brahman yang kekal abadi, dunia ini bukan bagi yang tidak beryadnya, apapula dunia yang lain.

Tanya

:

Apakah yang dimaksud dengan Naimitika Karma Yadnya ?

Jawab

:

Yadnya yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, seperti :

1.      Panca (Maha) Yadnya,

2.      Panca (Marga) Yadnya,

3.      Hari-hari Raya Suci Agama Hindu dan

4.      Rerahinan ( hari raya kecil ).  

 

Kamis, 06 Agustus 2020

Cara Bikin Bonsai Kelapa Indah dan Mahal saat Pecah Daun

Cara Bikin Bonsai Kelapa Indah dan Mahal saat Pecah Daun || How to make expensive coconut bonsai, yuk jabat erat persahabatan SUBSCRIBE n LIKE terima kasih.




Bonsai kelapa mahal adalah bonsai kelapa yang Indah tentunya. Dapat dipastikan bonsai kelapa indah akan menjadi bonsai kelapa yang mahal untuk itulah para master bonsai kelapa berlomba-lomba membuat bonsai kelapa indah dan cantik, serta bonsai kelapa berkarakter khas pohon kelapa yang ditanam dalam pot. Bonsai kelapa mahal dapat kita liat dari beberapa komponen, seperti bonsai kelapa pecah daun, hal ini sudah pernah admin kupas tuntas tentang cara menentukan harga sebuah bonsai kelapa dalam konten 8 Kriteria Tentukan Harga Tanaman Hias Bonsai Kelapa. Sehubungan dengan harga bonsai kelapa maka mari kita simak Cara Bikin Bonsai Kelapa Indah dan Mahal saat Pecah Daun || How to make expensive coconut bonsai.

SIMAK PULA : 8 Kriteria Tentukan Harga Bonsai Kelapa klik https://youtu.be/NKJRC8W5Z5E

Cara bikin bonsai kelapa indah menurut para master bonsai kelapa adalah dengan membuat bonsai kelapa pecah daun, membuat bonsai kelapa batok ekspos, membuat bonsai kelapa nungging, dan lain sebagainya. Nanum sebenarnya hanya ada 2 cara bikin bonsai kelapa indah dan berkarakter yaitu pengetahuan estetika dan holtikultura. Kombinasi kedua faktor ini yaitu faktor pengetahuan estetika dan holtikultura juga admin bahas dalam konten 2 Faktor Penyebab Bonsai Kelapa Menjadi Indah. Dengan ini jelas yang menyebabkan bonsai kelapa mahal adalah bonsai kelapa indah dan berkarakter. 

SIMAK PULA : 2 Faktor Penyebab Bonsai Kelapa Indah klik https://youtu.be/0ncF0Pqws6Q 

Jadi cara bikin bonsai kelapa indah dan mahal saat pecah daun adalah tergantung pada pengetahuan kita tentang seni membuat bonsai kelapa yaitu faktor estetika dan pengetahuan kita tentang kesehatan dan kesuburan bonsai kelapa yaitu faktor holtikultura tanaman bonsai kelapa. Mari kita simak selengkapnya agar tidak gagal fokus Cara Bikin Bonsai Kelapa Indah dan Mahal saat Pecah Daun || How to make expensive coconut bonsai.

Salam satu hobby bonkla, Bonsai Kelapa Indonesia

Jumat, 18 Oktober 2019

Percikan Dharma Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan

Percikan Dharma
Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan

Umat se-dharna, dalam kehidupan ada saja bentuk kejahatan yang harus dihadapi oleh umat manusia. Janganlah mundur menghadapi kejahatan? Hadapi orang hahat atau curang dengan ke
bijaksanaan, taklukkan orang yang bengkok dengan akal yang sehat, perlakukan orang yang jahat sesusi hukum (biarlah hukum yang melindungi atau menghukum mereka), jangan gentar menghadapi pelaku kejahatan, demikian pula jangan memakai ilmu sihir, sebab membahayakan pemakainya. Perlakukan orang lain sepantasnya dan bahkan sebagai sahabat.

Hadapi orang yang curang dengan bijaksana



Tvam mayabhir apa mayino
adham ah, svadhabhir ye adhi
suptav ajuhvata.

Rg Veda I. 52. 5

Artinya
Sang Hyang Indra, Engkau meremukan orang-orang yang licik yang menaruh sesaji-sesaji di dalam mulut mereka sendiri, dengan alat-alatmu yang baik.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan ini ada saja yang melakukan kecurangan atau kejahatan sehingga membahayakan hidup manusia. Untuk itu hadapi semua kejahatan atau kecurangan dengan sikap bijaksana agar kita tetap wasapada dan terhindar dari segala bahaya yang setiap saat menghampiri hidup kita.

Demikian yang bisa dilakukan agar bisa terhindar dari kejahatan atau kecurangan dalam hidup di dunia ini. Oleh karena itu jangan ragu untuk tetap melaksanakan kebajikan agar selalu tetap terhindar dari segala kejahatan atau kecurangan dalam hidup ini.

Sabtu, 07 September 2019

Percikan Dharma Pikiran Yang Baik

Percikan Dharma
Pikiran Yang Baik

Umat se-dharna, dalam kehidupan ini kita harus selalu berpikir yang baik atau positif karena akan membawa aura yang positif pula. Oleh karena itu hendaklah pikiran jangan sampai kosong sehingga tidak mudah dimasuki hal-hal yang tidak baik.

Seperti dalam kitab Yajur Veda XXXIV. 2



Yat prajananam uta ceto dhrtisca
Yajjyotirantar amrtam prajasu,
yasmanna 'rte kincana karma kriyate
tanme manah sivasamkalpam astu.

Artinya
Yang menjadi sumber pengetahuan utama, dan merupakan kecerdasan serta kekuatan pikiran, yang merupakan api yang tak kunjung padam pada makhluk hidup, apa adanya itu kita tidak mampu berbuat apa-apa, semoga pikiran kami selalu mengarah kepada yang baik.

Ulasan
Bahwa sesungguhnya pikiran harus dibiasakan pada hal-hal yang baik dan positif sehingga apa yang ada dalam pikiran nantinya itu yang akan dikerjakan atau dilalsanakan. Untuk itu dengan pikiran yang selalu baik dan positif tentunya akan membawa dampak yang baik pula dalam kehidupannya.

Oleh : Bapak Aris Widodo

Minggu, 23 Juni 2019

Percikan Dharma Kedamaian

Percikan Dharma
Kedamaian

Umat se-dharna, dalam kehidupan sering kali kedamaian menjadi impian setiap orang. Kedamaian atau ketentraman batin adalah dambaan setiap makhluk, tidak hanya bagi umat manusia, tumbuhan dan binatang pun memerlukan kedamaian itu.

Demikianlah sabda suci Veda mendambakan kedamaian untuk segalanya, utamanya lingkungan sekitar kita. Kedamaian yang sejati sumbernya adalah bersatunya Atman, sumber hidup setiap makhluk dengan Brahman atau Tuhan Yang Maha Esa. Kedamaian bukan untuk saat ini, tetapi juga untuk masa yang akan datang.

Semoga seluruh dunia memperoleh kedamaian.

Santa dyauh santa prthivi,
santam idam urvantariksam.
santa udanvatir apah,
santa nah santu-osadhih.

Atharva Veda XIX. 9.1



Artinya
Semoga langit penuh damai. Semoga bumi bebas dari gangguan-gangguan. Semoga suasana lapisan udara yang meliputi bumi (atmosfir) yang luas menjadi tenang. Semoga perairan yang mengalir menyejukkan dan semoga semua tanaman dan tumbuhan menjadi bermanfaat untuk kami.

Ulasan
Bahwa kedamaian merupakan kebutuhan setiap manusia untuk kehidupan saat ini maupun yang akan mendatang karena selalu dinantikan. Oleh karena itu dengan kedamaian pasti akan memudahkan untuk dapat berbuat sesuai dengan hati nurani.

Demikian dalam kehidupan ini yang dicari kedamaian dihati, damai di dunia, dan damai selamanya sesuai dengan penutup salam untuk umat Hindu yaitu Om Santih, Santih, Santih Om.

Kamis, 16 Mei 2019

Percikan Dharma Kesejahteraan, Keserasian dan Kerukunan Keluarga

Percikan Dharma
Kesejahteraan, Keserasian dan Kerukunan Keluarga

Umat se-dharma, perlu diketahui bahwa dalam kehidupan ini keluarga merupakan dasar sebuah masyarakat. Oleh karena itu tanpa adanya keluarga-keluarga kecil ini masyarakat tidak terbentuk, sehingga dengan keluarga kecil-kecil ini menjadi besar akhirnya membentuk masyarakat dan jadinya sebuah negara.



Pasangan suami-istri mampu mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan dengan mengembangkan cinta kasih yang mendalam, melakukan kerja keras untuk kemakmuran, menumbuhkan keserasian dalam keluarga, tidak memperturutkan dorongan nafsu seksualitas, tetap riang genbira, memperhatikan kesehahteraan orang tua, memiliki keberanian, tidak takut, sabar dan percaya diri, menjadikan rumah sebagai sorga di bumi, dengan menanam bunga-bunga yang indah dan mengembangkan pikiran mulia serta hidup nyaman.

Lakukan kerja keras untuk kemakmuran

Agne sardha mahate saubhagaya
tava dyumnani-uttamani santu.

Rg Veda V. 28. 3

Artinya
Wahai orang yang mulia, berusahalah yang lebih besar. Semoga kemasyuranmu dan kekayaanmu menjadi unggul.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan sebuah keluarga yang akan dicari adalah kemakmuran dan kesejahteraan, agar kehidupannya menjadi sejahtera. Oleh karena itu hendaknya berusaha dengan bekerja keras yang akhirnya akan mendapatkan hasil yang majsimal.

Demikian keluarga menjadi tumpuhan bagi anak istri yang selalu mendambakan hidup makmur dan sejahtera yang hanya bisa didapatkan dengan kerja keras dengan jalan dharma yang mampu memberikan kesejahteraan yang sesungguhnya. Inilah yang menjadi modal dalam keluarga sehingga kerukunan dalam keluarga akan terbina dengan baik dan nyaman.

Oleh : Aris Widodo


Rabu, 15 Mei 2019

Percikan Dharma Jalan Perbuatan (Karma Marga)

Percikan Dharma
Jalan Perbuatan (Karma Marga)

Umat se-dharma, dalam kehidupan ini untuk dapat mencapai tujuan utama umat Hindu yaitu Moksartham Jagadhita ya ca iti dharma salah satunya yaitu jalan perbuatan. Oleh karena berbuat baik, benar, giat, jujur dan tidak malas disabdakan dalam sabda suci Hyang Widhi.

Jalan perbuatan ini disebut jalan Karma Marga. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa jalam Karma Marga dan Bhakti , demikian Karma dan Jnana, Jnana dan Raja Marga. Sesungguhnya semua jalan hampir sama cuma pemahaman dan kemampuan umat manusia mengkuti jalan-jalan itu berbeda-beda. Jalan perbuatan menekankan pada kerja keras, kejujuran dan meyakini setiap perbuatan bila dikerjakan dengan baik sesuai dengan ajaran-Nya, maka seseorang juga akan sampai kepada-Nya.

Kerja yang jujur



Aksair ma divyah krsim it krsasva
vite ramasva bahu manyanmanah,
tatra gavah kitava tatra jada
tanme vi caste sarvitayam aryah.

Rg Veda X. 34. 13

Artinya
Jangan bermain dadu, tanamilah ladangmu; Berbahagialah  dengan kekayaan itu, banggakanlah itu. Wahai penjudi, ingat ternakmu dan ingat istrimu. Demikianlah nasehat Swanita yang mulia.

Ulasan
Bahwa dalam hidup ini penuh liku-liku maka jangan pernah gunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena kesempatan hidup tidak selamanya seperti ini kadang kehidupan nanti tidak sama karena karna wasana mengikuti kehidupan selanjutnya.

Oleh karena itu gunakan kesempatan seperti ini untuk kerja kerja dan kerja secara jujur agar dapat hasil yang maksimal. Demikian dengan kerja secara jujur tanpa pamrih bisa membawa kita menuju Moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

Oleh : Aris Widodo

Senin, 08 April 2019

Percikan Dharma Pengorbanan Suci (Yajna).

Percikan Dharma
Pengorbanan Suci (Yajna).


Umat se-dharma, dalam hidup ini pasti ada suatu pengorbanan suci yang harus dilakukan oleh manusia itu sendiri. Untuk itu perlu sekali dilakukan agar hidup ini menjadi lebih indah dan memberikan inspirasi untuk selalu melakukan korban suci.

Yajna adalah korban suci, yaitu yang dilandasi oleh kesucian hati, ketulusan dan tanpa pamrih. Yajna mengandung pengertian yang sangat luas, jauh lebih luas dibandingkan dengan pengertian upacara atau upakara. Yajna merupakan pusat alam semesta, diciptakan atas dasar Yajna, keiklhasan-Nya selanjutnya beliau bersabda supaya setiap manusia mengikuti jejak-Nya.

Orang yang telah melakukan yajna memperoleh pencerahan batin. Demikian pula dalam kehidupan modern, donor darah ataupun donor organ tubuhpun dapat disebut sebagai Yajna yang utama. Oleh karena itu dengan yajna yang kita lakukan niscaya semua anugrah pasti didapatkannya.

Pengorbanan untuk kebahagiaan abadi

Svar yanto napeksanta,
a dyam rohanti rodasi

yajnam ye vi vatodharam,
suvidvamso vitenire

Yajur Veda XVII. 68

Artinya
Para sarjana yang terkenal yang melaksanakan pengorbanan, mencapai kahyangan (swarga) tanpa suatu bantuan apapun. Mereka membuat jalan masuk mereka dengan mudah ke kahyangan (Swarga), yang menyeberangi bumi dan wilayah pertengahan.

Ulasan
Bahwa sesungguhnya dalam hidup ini ada sesuatu yang perlu dikorbankan yaitu apa yang kita punya tentunya, namun demikian apapun yang ķita korbankan apabila didasari dengan keikhlasan niscaya akan membuahkan hasil yang sesuai dengan pengorbanan tersebut.

Dengan pengorbanan yang tulus dan ikhlas dan tanpa pamrih pasti Hyang Widhi akan memberikan yang terindah dalam hidupnya.

oleh : Bapak Aris Widodo

Jumat, 29 Maret 2019

Percikan Dharma Susila

Percikan Dharma
Susila

Umat se-dharma, bahwa dalam kehidupan ini sangat diperlukan untuk menjalankan semua aktivitas sehari-hari yaitu tentang susila. Dalam suatu percakapan antara sisya dan guru, sisya. bapa, saya sangat jarang mendengar kata-kata Tat Twam Asi, apa yang dimaksudkan.

Guru, Tat Twam Asi yaitu kata-kata yang ada di filsafat Hindu yang mengajarkan tentang tingkah laku yang adiluhung tanpa batas sebab dimengerti oleh semua umat manusia, sebab aku adalah kamu, aku yaitu kamu dan semua makhluk hidup saling tolong menolong orang lain maksudnya menolong dirinya sendiri. Dan apabila kita menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri.

Tat artinya itu (aku), Twam artinya kamu dan Asi artinya yaitu. Untuk dapat mewujudkan jiwa sosial, fiksafat hidup Tat Twam Asi wujud dari dasar dari susila atau etika Hindu.

Susila artinya tingkah laku atau perbuatan yang baik dan mulia yang sesuai dengan peraturan-oeraturan tentang dharma dan yadnya. Bahwa dharma dalam susila itu yaitu hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhan, hubungan dengan manusia lainnya dan hubungan debgan alam semesta. Hubungan yang selaras dengan dasar yadnya yaitu korban suci yang berdasar rasa ikhlas serta kasih sayang, memberikan kamakmuran.

Demikian susila atau etika yang bisa membuat manusia memanjakan hidupnya dengan baik, karena susila mengajarkan hal-hal yang baik dan bijak.

oleh : Aris Widodo

Minggu, 10 Maret 2019

Percikan Dharma Pemimpin Menurut Asta Brata

Percikan Dharma
Pemimpin Menurut Asta Brata


Umat se-dharma, perlu kita ketahui bahwa suatu bangsa pasti ada seseorang yang akan menjadi pemimpin. Untuk itu pemimpin yang baik dalam memimpin suatu bangsa menurut Asta Brata. Asta Brata artinya ajaran utama rentang kepemimpinan, yang merupakan petunhuk Sri Rama kepada Bharata (adiknya) yang akan dinobatkan menjadi raja Ayodhya.



Asta Brata disimbolkan dari sifat-sifat mulia dari alam semesta yang patut dijadikan pedoman bagi setiap pemimpin yaitu:



1. Indra Brata. Seorang pemimpin hendaknya seperti hujan yaitu senantiasa mengusahakan kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam tindakannya dapat membawa kesejukan dan penuh kewibawaan.

2. Yama Brata. Pemimpin hendaknya meneladani sifat-sifat Dewa Yama yaitu berani menegakkan keadilan menurut hukum atau peraturan yang berlaku demi mengayomi masyarakat.

3. Surya Brata. Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti Matahari (Surya) yang mampu memberikan semangat dan kekuatan pada kehidupan  yang penuh dinamika dan sebagai sumber energi.

4. Candra Brata. Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti Bulan yaitu mampu memberikan penerangan bagi rakyatnya yang berada dalam kegelapan/kebodohan dengan menampilkan wajah yang penuh kesejukan dan penuh simpati sehingga masyarakatnya merasa tentram dan hidup nyaman.

5. Vayu Brata. Pemimpin hendaknya ibarat angin, senantiasa berada ditengah-tengah masyarakatnya, memberikan kesegaran dan selalu turun ke bawah untuk mengenal denyut kehidupan masyarakat yang dipimpinnya.

6. Bhumi Brata (Danada). Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat utama dari Bumi yaitu teguh, menjadi landasan berpijak dan memberi segala yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakatnya.

7. Varuna Brata. Pemimpin hendaknya bersifat seperti Samudra yaitu memuliki wawasan yang luas, mampu mengatasi setiap gejolak (riak) dengan baik, penuh kearifan dan kebijaksanaan.

8. Agni Brata. Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat mulia dari Api yaitu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tetap teguh dan tegak dalam prinsip dan menindal/menghanguskan ysng bersalah tanpa pilih kasih.

Demikianlah seharusnya seorang pemimpin harus memiliki semua sifat-sufat alam semesta kalau bisa minimal salah dua atau satu sehingga rakyat benar-benar diperhatikan oleh pemimpin tersebut.

Narasumber : Aris Widodo

Senin, 04 Maret 2019

Percikan Dharma : Empat jalan menuju Moksa

Empat jalan menuju Moksa



Umat sedharma, perlu diketahui bahwa dalam perjalanan hidup ini ada empat jalan menuju Moksa yaitu:
1. Bhakti Marga
2. Karma Marga
3. Jnana Marga
4. Raja Marga

Bhakti Marga, jalan yang biasa dan mudah dilaksanakan umat Hindu untuk menuju Moksa yaitu dengan jalan kasih sayang, sembahyang sehari-hari, denfan melaksanakan itu semua dengan lascarya niscaya akan mendapatkan kemudahan jalan menuju Moksa. Dengan kasih sayang, mencintai atau menyayangi semua makhluk hidup merupakan sebuah kebutuhan dimana semua mahkluk hidup diciptakan oleh Hyang Widhi, oleh karena itu kita harus saling nemyayanginya. Sembahyang merupakan sembah dan Hyang artinya kita harus selalu ingat bahwa kita diciptakan oleh Hyang Widhi sehingga harus bersyukur dan bhakti kepada Beliau agar selalu diberikan keselamatan dan kebahagiaan.

Bagaimana Cara Mendapat Moksa


Karma Marga, jalan yang harus dilaksanakan umat Hindu untuk menuju Moksa yaitu jalan kerja, kerja dan kerja tanpa pamrih yang harus dilaksanakan untuk dapat tiket menuju Moksa karena dengan jalan kerja tanpa pamrih niscaya semua akan mudah menuju Moksa. Hanya dengan kerja, kerja dan kerja tanpa memikirkannhasilnya itulah yang biasa digunakan untuk bhakti kepada Hyang Widhi.

Jnana Marga, jalan yang harus dilaksanakan umat Hindu untuk menuju Moksa yaitu jalan pengetahuan, dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya bisa mengantarkan kita menuju Moksa. Oleh karena itu gunakan ilmu pengetahuan yang kita miliki sebarkan atau bagikan kepada mereka yang membutuhkan sehingga bermanfaat untuk kehidupannya di dunia ini. Hanya dengan jalan pengetahuan ini bisa mengantakan kita menggapai Moksa yang menjadi tujuan akhir umat Hindu.

Raja Marga, jalan yang harus dilaksanakan umat Hindu menuju Mojsa yaitu jalan tapa, brata, yoga dan semadi, dengan jalan ini umat Hindu bisa menuju Moksa. Namun jalan ini sangatlah sulit untuk dilaksanakan karena harus dengan niat yang tulus dan kemampuan yang lebih untuk dapat melaksanakannya. Karena jalan tapa, brata, yoga dan semadi ini sangat membutuhkan energi yang lebih, namun apabila mau dan.mampu untuk melaksanakannya niscaya lebih cepat untuk mencapai Moksa.

Demikian empat jalan menuju Moksa ini dapat dilaksanakan dengan penuh percaya diri niscaya semua mendapatkan  hasil sesuai dengan kemampuannya, bileh dipilih mana jalan yang bisa untuk mencapai Moksa itulah kita sendiri yang bisa memprediksinya. Namun jangan disalah artikan bahwa empat jalan ini diputarbalikkan dengan jalan bahwa bisa memakai jalan agama lain, hanya di Hindu lah Hyang Widhi memberikan jalan untuk menuju Moksa yang lain lewat.

nara sumber : Aris Widodo

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aris widodo artikel hindu Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda babad bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta banten hindu bali Belajar Hindu bhagavad gita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu bonsai kelapa brahma wisnu siwa brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali Cara Bikin Bonsai Kelapa Indah Catur Brata Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu coconut bonsai tree Dana Punia dewa dewi hindu dewa yadnya dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu epos mahabharata ramayana filsafat agama hindu ganesha Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda kakawin Kamasutra Kerajaan Hindu Kitab Suci Weda lontar Mantra manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit menghafal sloka Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Nuur Tirtha Om or Aum opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya pandita parahyangan agung jagatkartta Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Peradah percikan dharma phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Pujawali purana purnama tilem Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Rsi yadnya sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah Sekta Hindu Semangat Hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa Sloka sloka bhagawad gita sloka Rgveda sloka yayurveda spiritualitas hindu sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba sumpah dalam perkara tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu Tri kaya parisudha upacara hindu Upanisad Utsawa Dharma Gita Vasudhaiva Kutumbakam Vijaya Dashami wija kasawur Yayurveda