BALI SUNDA MENYATU

OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Senin, 26 Oktober 2026

Pūjā Trisaṅdhyā adalah sebuah kewajiban

 Pūjā Trisaṅdhyā adalah sebuah kewajiban

Salah satu kewajiban kita sebagai umat hindu kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa adalah bersembahyang tiga kali sehari dikenal dengan Trisaṅdhyā. *Weda mewabhya sennityam yatha kalamatandrtah, tam hyasyahuh param dharmam uphadharmo nya ucyate*, hendaknya ia tanpa merasa payah setiap hari mengucapkan mantram weda pada saatnya karena hal itu adlh tugas yang utama, semua yang lainnya adalah kewajiban - kewajiban yang kedua (mds IV.147). 

Pelaksanaan Trisaṅdhyā biasanya kita lakukan pada saat pergantian waktu, yaitu ; Sembahyang di pagi (Pratamam Samdhya) adalah pergantian waktu dari Malam ke Siang untuk tujuan menumbuhkan sifat Satvam, sembahyang Siang (Surya Madyanika) adalah pergantian waktu dari Pagi ke Sore dalam rengka mengendalikan sifat Rajas, sedangkan sembahyang sore (Sayamsamdhya/Sandyakala Upasana) adalah pergantian waktu dari Siang ke Malam untuk tujuan mengendalikan sifat Tamas. 




Pergantian - pergantian waktu  ini juga merupakan simbul perubahan, baik perubahan status sosial dan ekonomi, maupun perubahan usia. Disaat kita tidak siap menghadapi perubahan - perubahan tersebut, maka terkadang perubahan tersebut membuat kita lupa diri, bingung (moha). Perubahan waktu dari malam ke siang adalah perubahan dari seorang anak – anak menuju ke dewasa, dari kehidupan yang susah/berat menjadi berhasil/kaya, dari karyawan biasa kemudian mejadi pejabat, dari umat biasa kemudian menjadi orang suci, dan lain – lain, pokoknya perubahan dari sesuatu yang tidak nyaman menjadi nyaman. 

Siang hari adalah disaat mana kita sedang berada diatas, sedang berada di puncak ke-jaya-an, sedangkan sore hari perubahan dari siang ke malam adalah dari keadaan Nyaman ke keadaan Tidak Nyaman, mengalami kebangkrutan lah (jika dikatakan secara kasar..), dari keadaan muda kini menjadi tua. 


Nah dalam perubahan – perubahan tersebutlah kita diharapkan *untuk ingat dengan Sang Hyang Widhi Wasa*, menyadari bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang abadi, semuanya berubah dan kita diharapkan senantiasa angayubhagia dan memohon perlindungan hanya kepada-Nya. *tam eva śaraṇaṁ gaccha sarva-bhāvena bhārata  tat-prasādāt parāṁ śāntiṁ sthānaṁ prāpsyasi śāśvatam*  “Sebab itu Arjuna, berserahlah sepenuhnya pada Dia; karena dengan anugerah-Nya, kau dapat mencapai kedamaian sejati dan kesempurnaan abadi.” (Bg. 18.62)


0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kunjungan dan kesan yang telah disampaikan

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Mokshartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pūjā Trisaṅdhyā adalah sebuah kewajiban Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana tri sandya Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini