Pūjā Trisaṅdhyā adalah sebuah kewajiban
Salah satu kewajiban kita sebagai umat hindu kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa adalah bersembahyang tiga kali sehari dikenal dengan Trisaṅdhyā. *Weda mewabhya sennityam yatha kalamatandrtah, tam hyasyahuh param dharmam uphadharmo nya ucyate*, hendaknya ia tanpa merasa payah setiap hari mengucapkan mantram weda pada saatnya karena hal itu adlh tugas yang utama, semua yang lainnya adalah kewajiban - kewajiban yang kedua (mds IV.147).
Pelaksanaan Trisaṅdhyā biasanya kita lakukan pada saat pergantian waktu, yaitu ; Sembahyang di pagi (Pratamam Samdhya) adalah pergantian waktu dari Malam ke Siang untuk tujuan menumbuhkan sifat Satvam, sembahyang Siang (Surya Madyanika) adalah pergantian waktu dari Pagi ke Sore dalam rengka mengendalikan sifat Rajas, sedangkan sembahyang sore (Sayamsamdhya/Sandyakala Upasana) adalah pergantian waktu dari Siang ke Malam untuk tujuan mengendalikan sifat Tamas.
Pergantian
- pergantian waktu ini juga merupakan
simbul perubahan, baik perubahan status sosial dan ekonomi, maupun perubahan
usia. Disaat kita tidak siap menghadapi perubahan - perubahan tersebut, maka
terkadang perubahan tersebut membuat kita lupa diri, bingung (moha). Perubahan
waktu dari malam ke siang adalah perubahan dari seorang anak – anak menuju ke
dewasa, dari kehidupan yang susah/berat menjadi berhasil/kaya, dari karyawan
biasa kemudian mejadi pejabat, dari umat biasa kemudian menjadi orang suci, dan
lain – lain, pokoknya perubahan dari sesuatu yang tidak nyaman menjadi nyaman.
Siang hari adalah disaat mana kita sedang berada diatas, sedang berada di puncak ke-jaya-an, sedangkan sore hari perubahan dari siang ke malam adalah dari keadaan Nyaman ke keadaan Tidak Nyaman, mengalami kebangkrutan lah (jika dikatakan secara kasar..), dari keadaan muda kini menjadi tua.
Nah dalam
perubahan – perubahan tersebutlah kita diharapkan *untuk ingat dengan Sang
Hyang Widhi Wasa*, menyadari bahwa dalam kehidupan ini tidak ada yang abadi,
semuanya berubah dan kita diharapkan senantiasa angayubhagia dan memohon
perlindungan hanya kepada-Nya. *tam eva śaraṇaṁ gaccha sarva-bhāvena
bhārata tat-prasādāt parāṁ śāntiṁ sthānaṁ
prāpsyasi śāśvatam* “Sebab itu Arjuna, berserahlah sepenuhnya pada
Dia; karena dengan anugerah-Nya,
kau dapat mencapai kedamaian sejati dan kesempurnaan abadi.” (Bg. 18.62)








0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih atas kunjungan dan kesan yang telah disampaikan