OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Jumat, 24 Januari 2014

Tuhan Menurut Bhuwanakosa dan Dangdang Bang Bungalan

Tuhan Menurut Bhuwanakosa dan Dangdang Bang Bungalan.


Tuhan itu gaib, ada dimana-mana dan tidak terbayangkan. Kitab Bhuwanakosa dan Dangdang Bang Bungalan menyatakan bahwa Tuhan itu ada dimana-mana. Dia gaib dan sukar dibayangkan, bagaikan ether. Di bawah ini berturut-turut adalah pernyataan dari Kitab Bhuwanakosa dan Dangdang Bang Bungalan dimaksud :

Siwas sarwa gata suksmah
bhutanam antarikswat
acintyam mahagrhyante
naindriyam parigrhyante

Bhatara siwa sira wyapaka
sira suksma tar kneng agen-agen
kadyangganaing akasa sira
tan kagrahita dening manah mwang indriya


Bhuwanakosa
Artinya : 
Tuhan itu ada dimana-mana, Dia gaib sukar dibayangkan bagaikan angkasa atau ether, Dia tidak dapat ditangkap oleh akal maupun panca indria.

Ya iku sengguh tanakku sira ta nunggalaken bhuwana ngaranika, nihan ta upamanta sira waneh, kalinganyane kadyangganing manuk sanga manon, mur tan pahelar, malesat tan pacikara, manon ndtana pamata, mangrengo tan patilangan, mangambu tan pangrana, magamelan tan patangan, lumaku tan pasuku, rumasa rasa tan paidep, ta papurus ya jana jana prawerti, tatan panak yaya wrdhhi, tan paweteng yaya amangan, tan pailat yaya mangrasani.
Dangdang Bang Bungalan
Artinya :
Demikian itulah Dia disebut. Ia yang menunggalkan bhuwana. Adapun perumpamaannya adalah Tuhan itu bagaikan burung, terbang tanpa sayap, kian kemari tanpa kepala, melihat tanpa mata, mendengar tanpa telinga, membau tanpa hidung, memegang tanpa tangan, bergerak tanpa kaki, merasakan tanpa berperasaan, melahirkan tanpa berciri jantan atau betina, tidak beranak tetapi membiak, tidak berperut tetapi hidup, tidak bermulut namun dapat menikmati, tidak berlidah tetapi dapat merasakan.

Ndan sira sang malekasing rat kabeh
pinangan sari-sari awaknira, sira pinaka
doning sang wiku, sira ta luputing taya
luputing bayu, apan bayunira ikang bayu
liputing idep apan idepira ikang idep
luputing sabda apan sabdanira ikang sabda
luputing tutur sira, apan tutur ira ikang tutur

Dangdang Bang Bungalan
Artinya :
Maka Dia mengkodratkan alam semesta yang dinamakan sar-sari wujud-Nya. Dialah yang menjadi tujuan orang beriman, Ia tidak memerlukan hawa, karena Dia adalah hawa dari hawa, tidak memerlukan suara, karena Ia adalah suara dari suara, tidak berperasaan karena Ia adalah perasaan dari perasaan, tidak memerlukan kesadaran karena Ia adalah sumber kesadaran.

sumber bacaan buku Brahman Eksistensi, Perwujudan dan Sifat-Sifat Tuhan Menurut Kitab Suci dan Susastra Hindu Lainnya oleh Drs.K.M.Suhardana. (RANBB)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kunjungan dan kesan yang telah disampaikan

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu



Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu Arya Wedakarna Atharvaveda Balipost Belajar dari Sejarah Bhagavadgita Bhagawan Wiyasa Brahmana Cendekiawan Hindu Dharma Doa Anak Hindu Doa Melayat Orang Meninggal Dunia Doa Mengheningkan Cipta Doa Mengujungi Orang Sakit Doa Mohon Ketengangan dalam Keluarga Durga Puja Evolusi Melalui Reinkarnasi & Karma Eyang Roro Anteng Ganesha Chaturthi Gayatri Mantram Hari Raya Galungan Hari Raya Nyepi Hari Raya Saraswati Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Bali Hindu Banten Hindu Batam Hindu Bogor Hindu Ciledug Hindu Festival Hindu German Hindu India Hindu Jakarta Hindu Jawa Hindu Jawa Barat Hindu Jawa Tengah Hindu Jawa Timur Hindu Jogjakarta Hindu Kaharingan Hindu Kalimantan Hindu Klaten Hindu Kresna Hindu Malang Hindu Maluku Hindu Nepal Hindu Palembang Hindu Papua Hindu Pekanbaru Hindu Pematangsiantar Hindu Sulawesi Hindu Sulawesi Tengah Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda Gede Made Gunung Implikasi Keyakinan Atas Prilaku Joko Seger Juan Mascaro Kasada Kebangkitan Hindu Kemenag ki nirdon Kitab Suci Veda Kuil Mariaman lontar Mahabharata Ramayana Mantra Meditasi Matahari Terbit Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema Mundakopanisad nakbalibelog Nirukta pandita Pasraman Pitra Yadnya Ngaben Principle Beliefs of Hinduism Pujawali Pujawali Pura Hindu Pura Agung Blambangan Pura Agung Raksa Buana Pura Dharma Sidhi Pura Giri Kusuma Pura Kerta Buana Giri Wilis Pura Mandara Giri Semeru Agung Pura Sangga Buwana Hamburg renungan suci Rgveda Rig Weda sad guru Samaveda Semangat Hindu Swami Harshananda Swami Vivekananda Tanya Jawab Hindu Tirtayatra Tuhan Krishna tutur Upanisad Upanisad Himalaya Jiwa Vasudhaiva Kutumbakam Veda Veda Sabda Suci wija kasawur