OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Kamis, 07 April 2022

Tabuh Telu Gesuri Sekaa Gong Semara Dharma Gita Kutuh Sayan Ubud

 Tabuh Telu Gesuri Sekaa Gong Semara Dharma Gita Kutuh Sayan Ubud

Tabuh Kreasi Baru Terbaik PLEASE SUBSCRIBE - LIKE - COMMENT – SHARE

Mohon di SUBSCRIBE n LIKE, Terima Kasih

SIMAK VIDEONYA PADA LINK DIBAWAH INI !!

Tabuh Bebarongan Sekaha Gong PEWA Banjar Serang Banten https://youtu.be/TtHx3WC1daw

Tabuh Tari Rejang Sari Sekaa Gong Banjar PEWA Serang Banten https://youtu.be/BqAa-CNHcpY

KEREN ! Baleganjur Muda Mudi Hindu Tangerang Selatan https://youtu.be/4NMH9oMGxUc

Belajar Tabuh Tari Rebong Puspa Mekar https://youtu.be/dpPGTs4myf0

Baleganjur Permuditha Muda-Mudi Tangerang https://youtu.be/POztTk4fK-Y

Belajar Calung Tabuh Tari Rejang Dewa https://youtu.be/wjeEmnksS-E

 

Tabuh Bebarongan, Sekaha Gong PEWA Banjar Serang, Tabuh Tari Rejang Sari, Baleganjur Muda Mudi Hindu, Belajar Tabuh Tari Rebong, Tabuh Tari Rebong, Baleganjur Permuditha, Belajar Calung, Tari Rejang Dewa

 

TARI BALI

Tari Sekar Jagad Parahyangan Jagatguru BSD Tangsel || Balinese Dance https://youtu.be/XcGYiYo-VW0

 


Artikel Terkait Vasudhaiva Kutumbakam :

INSTRUMENTAL

Full Versi Tabuh Gari STSI Denpasar || Balinese Gamelan https://youtu.be/15QjzLdyUa8

Tabuh Tari Topeng Keras || Balinese Gamelan https://youtu.be/LqFUbHHYuf0

 

Cara Mengkilapkan Uang Kepeng Cina 'Pis Bolong' Hitam menjadi Kuning https://youtu.be/phFwAORCjPg



Kamis, 10 Juni 2021

Hindu Banten : Yadnya yang Satwika

Hindu Banten Yadnya yang Satwika 

Dalam kitab Yayur Weda 19.30 disebutkan : Pratena diksam apnoti. Diksaya apnoti daksinam. Daksina sraddham apnoti. Sraddhaya satyam apyate. Artinya: "Melalui pengabdian kita memperoleh kesucian. Dengan kesucian kita mendapatkan kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapatkan kehormatan. Dan dengan kehormatan kita peroleh kebenaran." Sehingga bentuk pelayanan dan pengabdian ber-Yadnya yang Satwika tentu sangatlah baik dilakukan oleh setiap umat Hindu, lebih-lebih menjalani “Sewaka Dharma “ yaitu melakukan pelayanan dengan penuh ikhlas dan total.




Ber-Yadnya yang Satwika akan dapat dilakukan oleh setiap umat jika didasari oleh :

Bhagawad Gita

1.    Sraddha: Yadnya harus dilakukan dengan keyakinan penuh

2.    Aphala: Tanpa ada motif untuk mengharapkan hasil dari pelaksanaan yadnya yang dilakukan karena tugas manusia hanya mempersembahkan dan dalam setiap yadnya yang sebenarnya sudah diduga hasilnya.

3.    Dharma Gita: ada lagu-lagu kerohanian yang dilantunkan dalam kegiatan yadnya tersebut.

4.    Mantra: pengucapan doa-doa pujian kepada Brahman.

5.    Punia Daksina: penghormatan kepada pemimpin upacara berupa Rsi Yadnya

6.    Lascarya: Yadnya yang dilakukan harus bersifat tulus ikhlas.

7.    Nasmita: tidak ada unsur pamer atau jor-joran dalam Yadnya tersebut.

8.    Annaseva: ada jamuan makan - minum kepada tamu yang datang pada saat Yadnya dilangsungkan, berupa Prasadam / lungsuran, karena tamu adalah perwujudan Brahman itu sendiri 

9.    Sastra: setiap Yadnya yang dilakukan harus berdasarkan pada sastra yadnya atau sumber sumber yang jelas, baik yang terdapat dalam Sruti maupun Smrti.


Manavadharmasatra

Dalam Manavadharmasatra VII.10 bahwa setiap aktivitas spiritual termasuk Yadnya yang dilakukannya dengan mengikuti;

1.    Iksa: Yadnya yang dilakukan implementasi sesuai dng  maksud dan pengertiannya.

2.    Sakti: disesuaikan dengan tingkat kemampuan baik dana maupun pemahaman kita terhadap Yadnya yang dilakukan sehingga tidak ada kesan pemborosan dalam Yadnya tersebut.

Sesuai dengan Desa Kala Patra,

1.    Desa: memperhatikan situasi dimana Yadnya tersebut dilakukan termasuk sumber daya alam yang dimiliki oleh wilayah tersebut.

2.    Kala: kondisi suatu tempat juga harus mempertimbangkan kondisi alam, maupun umat.

3.    Tattva: dasar sastra yang dipakai sebagai acuan untuk melaksanakan Yadnya tersebut,

Manavadharmasastra II.6 ada lima sumber hukum Hindu yang dapat dijadikan dasar pelaksanaan Yadnya, yaitu: 

1.    Sruti, wahyu Tuhan secara langsung.

2.    Smrti, yang perlu diperhatikan dan dihayati

3.    Sila, agar tidak menyimpang dari norma-norma kebenaran dan peringatan

4.    Acara yang praktis dalam kegiatan praktis menunjukkan rasa bhakti dan kasihnya kepada Hyang Widhi Wasa.

5.    Atmanastusti, mengantarkan umat mencapai kebahagiaan rokhani.



Kamis, 24 September 2020

TANYA JAWAB UPACARA SEHARI-HARI UMAT HINDU

 TANYA JAWAB UPACARA SEHARI-HARI  UMAT HINDU

Tanya

:

Upacara (yadnya) dalam agama Hindu berdasarkan waktu pelaksanaannya dibedakan atas berapa ?

Jawab

:

1.      Nitya Karma Yadnya

2.      Naimitika Karma Yadnya

Tanya

:

Apakah yang dimaksud dengan Nitya Karma Yadnya ?

Jawab

:

Yadnya atau upacara yang dilaksanakan setiap hari.

Tanya

:

Apakah contoh pelaksanaan Nitya Karma Yadnya ?

Jawab

:

1.      Trisandhya ; sembahyang tiga kali sehari

2.      Yadnya Cesa ;

Tanya

:

Apa yang dimaksud Trisandhya ?

Jawab

:

Tri artinya Tiga. Sandhya artinya perhubungan atau penyatuan. Trisandhya artinya menghubungkan diri (sabda, bayu, idep atau tenaga, ucapan, pikiran) dengan Hyang Widhi yang dilakukan tiga kali sehari; pagi, siang dan sore hari.

Tanya

:

Apa yang dimaksud Yadnya Cesa ?

Jawab

:

Yadnya yang merupakan upakara atau banten saiban (jotan) yaitu nasi sejumput kecil diisi garam, ikan, sayur sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan dan segala macam manifestasi-Nya.

Tanya

:

Apa dasar pelaksanaan Yadnya Cesa ?

Jawab

:

BhagawadGita IV.31 menyebutkan :

Yajna sistamrta bujo yanti brahma sanatanam, na, yamloko;sty ayajnasya kuto’ nyan kurusattama / Mereka yang makan dari sisa persembahan, amerta, mencapai Brahman yang kekal abadi, dunia ini bukan bagi yang tidak beryadnya, apapula dunia yang lain.

Tanya

:

Apakah yang dimaksud dengan Naimitika Karma Yadnya ?

Jawab

:

Yadnya yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, seperti :

1.      Panca (Maha) Yadnya,

2.      Panca (Marga) Yadnya,

3.      Hari-hari Raya Suci Agama Hindu dan

4.      Rerahinan ( hari raya kecil ).  

 



Jumat, 18 Oktober 2019

Percikan Dharma Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan



Percikan Dharma
Hadapi Berbagai Bentuk Kejahatan

Umat se-dharna, dalam kehidupan ada saja bentuk kejahatan yang harus dihadapi oleh umat manusia. Janganlah mundur menghadapi kejahatan? Hadapi orang hahat atau curang dengan ke
bijaksanaan, taklukkan orang yang bengkok dengan akal yang sehat, perlakukan orang yang jahat sesusi hukum (biarlah hukum yang melindungi atau menghukum mereka), jangan gentar menghadapi pelaku kejahatan, demikian pula jangan memakai ilmu sihir, sebab membahayakan pemakainya. Perlakukan orang lain sepantasnya dan bahkan sebagai sahabat.

Hadapi orang yang curang dengan bijaksana



Tvam mayabhir apa mayino
adham ah, svadhabhir ye adhi
suptav ajuhvata.

Rg Veda I. 52. 5

Artinya
Sang Hyang Indra, Engkau meremukan orang-orang yang licik yang menaruh sesaji-sesaji di dalam mulut mereka sendiri, dengan alat-alatmu yang baik.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan ini ada saja yang melakukan kecurangan atau kejahatan sehingga membahayakan hidup manusia. Untuk itu hadapi semua kejahatan atau kecurangan dengan sikap bijaksana agar kita tetap wasapada dan terhindar dari segala bahaya yang setiap saat menghampiri hidup kita.

Demikian yang bisa dilakukan agar bisa terhindar dari kejahatan atau kecurangan dalam hidup di dunia ini. Oleh karena itu jangan ragu untuk tetap melaksanakan kebajikan agar selalu tetap terhindar dari segala kejahatan atau kecurangan dalam hidup ini.

Sabtu, 07 September 2019

Percikan Dharma Pikiran Yang Baik



Percikan Dharma
Pikiran Yang Baik

Umat se-dharna, dalam kehidupan ini kita harus selalu berpikir yang baik atau positif karena akan membawa aura yang positif pula. Oleh karena itu hendaklah pikiran jangan sampai kosong sehingga tidak mudah dimasuki hal-hal yang tidak baik.

Seperti dalam kitab Yajur Veda XXXIV. 2



Yat prajananam uta ceto dhrtisca
Yajjyotirantar amrtam prajasu,
yasmanna 'rte kincana karma kriyate
tanme manah sivasamkalpam astu.

Artinya
Yang menjadi sumber pengetahuan utama, dan merupakan kecerdasan serta kekuatan pikiran, yang merupakan api yang tak kunjung padam pada makhluk hidup, apa adanya itu kita tidak mampu berbuat apa-apa, semoga pikiran kami selalu mengarah kepada yang baik.

Ulasan
Bahwa sesungguhnya pikiran harus dibiasakan pada hal-hal yang baik dan positif sehingga apa yang ada dalam pikiran nantinya itu yang akan dikerjakan atau dilalsanakan. Untuk itu dengan pikiran yang selalu baik dan positif tentunya akan membawa dampak yang baik pula dalam kehidupannya.

Oleh : Bapak Aris Widodo

Minggu, 23 Juni 2019

Percikan Dharma Kedamaian



Percikan Dharma
Kedamaian

Umat se-dharna, dalam kehidupan sering kali kedamaian menjadi impian setiap orang. Kedamaian atau ketentraman batin adalah dambaan setiap makhluk, tidak hanya bagi umat manusia, tumbuhan dan binatang pun memerlukan kedamaian itu.

Demikianlah sabda suci Veda mendambakan kedamaian untuk segalanya, utamanya lingkungan sekitar kita. Kedamaian yang sejati sumbernya adalah bersatunya Atman, sumber hidup setiap makhluk dengan Brahman atau Tuhan Yang Maha Esa. Kedamaian bukan untuk saat ini, tetapi juga untuk masa yang akan datang.

Semoga seluruh dunia memperoleh kedamaian.

Santa dyauh santa prthivi,
santam idam urvantariksam.
santa udanvatir apah,
santa nah santu-osadhih.

Atharva Veda XIX. 9.1



Artinya
Semoga langit penuh damai. Semoga bumi bebas dari gangguan-gangguan. Semoga suasana lapisan udara yang meliputi bumi (atmosfir) yang luas menjadi tenang. Semoga perairan yang mengalir menyejukkan dan semoga semua tanaman dan tumbuhan menjadi bermanfaat untuk kami.

Ulasan
Bahwa kedamaian merupakan kebutuhan setiap manusia untuk kehidupan saat ini maupun yang akan mendatang karena selalu dinantikan. Oleh karena itu dengan kedamaian pasti akan memudahkan untuk dapat berbuat sesuai dengan hati nurani.

Demikian dalam kehidupan ini yang dicari kedamaian dihati, damai di dunia, dan damai selamanya sesuai dengan penutup salam untuk umat Hindu yaitu Om Santih, Santih, Santih Om.

Kamis, 16 Mei 2019

Percikan Dharma Kesejahteraan, Keserasian dan Kerukunan Keluarga

Percikan Dharma
Kesejahteraan, Keserasian dan Kerukunan Keluarga

Umat se-dharma, perlu diketahui bahwa dalam kehidupan ini keluarga merupakan dasar sebuah masyarakat. Oleh karena itu tanpa adanya keluarga-keluarga kecil ini masyarakat tidak terbentuk, sehingga dengan keluarga kecil-kecil ini menjadi besar akhirnya membentuk masyarakat dan jadinya sebuah negara.



Pasangan suami-istri mampu mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan dengan mengembangkan cinta kasih yang mendalam, melakukan kerja keras untuk kemakmuran, menumbuhkan keserasian dalam keluarga, tidak memperturutkan dorongan nafsu seksualitas, tetap riang genbira, memperhatikan kesehahteraan orang tua, memiliki keberanian, tidak takut, sabar dan percaya diri, menjadikan rumah sebagai sorga di bumi, dengan menanam bunga-bunga yang indah dan mengembangkan pikiran mulia serta hidup nyaman.

Lakukan kerja keras untuk kemakmuran

Agne sardha mahate saubhagaya
tava dyumnani-uttamani santu.

Rg Veda V. 28. 3

Artinya
Wahai orang yang mulia, berusahalah yang lebih besar. Semoga kemasyuranmu dan kekayaanmu menjadi unggul.

Ulasan
Bahwa dalam kehidupan sebuah keluarga yang akan dicari adalah kemakmuran dan kesejahteraan, agar kehidupannya menjadi sejahtera. Oleh karena itu hendaknya berusaha dengan bekerja keras yang akhirnya akan mendapatkan hasil yang majsimal.

Demikian keluarga menjadi tumpuhan bagi anak istri yang selalu mendambakan hidup makmur dan sejahtera yang hanya bisa didapatkan dengan kerja keras dengan jalan dharma yang mampu memberikan kesejahteraan yang sesungguhnya. Inilah yang menjadi modal dalam keluarga sehingga kerukunan dalam keluarga akan terbina dengan baik dan nyaman.

Oleh : Aris Widodo



Rabu, 15 Mei 2019

Percikan Dharma Jalan Perbuatan (Karma Marga)

Percikan Dharma
Jalan Perbuatan (Karma Marga)

Umat se-dharma, dalam kehidupan ini untuk dapat mencapai tujuan utama umat Hindu yaitu Moksartham Jagadhita ya ca iti dharma salah satunya yaitu jalan perbuatan. Oleh karena berbuat baik, benar, giat, jujur dan tidak malas disabdakan dalam sabda suci Hyang Widhi.

Jalan perbuatan ini disebut jalan Karma Marga. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa jalam Karma Marga dan Bhakti , demikian Karma dan Jnana, Jnana dan Raja Marga. Sesungguhnya semua jalan hampir sama cuma pemahaman dan kemampuan umat manusia mengkuti jalan-jalan itu berbeda-beda. Jalan perbuatan menekankan pada kerja keras, kejujuran dan meyakini setiap perbuatan bila dikerjakan dengan baik sesuai dengan ajaran-Nya, maka seseorang juga akan sampai kepada-Nya.

Kerja yang jujur



Aksair ma divyah krsim it krsasva
vite ramasva bahu manyanmanah,
tatra gavah kitava tatra jada
tanme vi caste sarvitayam aryah.

Rg Veda X. 34. 13

Artinya
Jangan bermain dadu, tanamilah ladangmu; Berbahagialah  dengan kekayaan itu, banggakanlah itu. Wahai penjudi, ingat ternakmu dan ingat istrimu. Demikianlah nasehat Swanita yang mulia.

Ulasan
Bahwa dalam hidup ini penuh liku-liku maka jangan pernah gunakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena kesempatan hidup tidak selamanya seperti ini kadang kehidupan nanti tidak sama karena karna wasana mengikuti kehidupan selanjutnya.

Oleh karena itu gunakan kesempatan seperti ini untuk kerja kerja dan kerja secara jujur agar dapat hasil yang maksimal. Demikian dengan kerja secara jujur tanpa pamrih bisa membawa kita menuju Moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

Oleh : Aris Widodo


Senin, 08 April 2019

Percikan Dharma Pengorbanan Suci (Yajna).

Percikan Dharma
Pengorbanan Suci (Yajna).


Umat se-dharma, dalam hidup ini pasti ada suatu pengorbanan suci yang harus dilakukan oleh manusia itu sendiri. Untuk itu perlu sekali dilakukan agar hidup ini menjadi lebih indah dan memberikan inspirasi untuk selalu melakukan korban suci.

Yajna adalah korban suci, yaitu yang dilandasi oleh kesucian hati, ketulusan dan tanpa pamrih. Yajna mengandung pengertian yang sangat luas, jauh lebih luas dibandingkan dengan pengertian upacara atau upakara. Yajna merupakan pusat alam semesta, diciptakan atas dasar Yajna, keiklhasan-Nya selanjutnya beliau bersabda supaya setiap manusia mengikuti jejak-Nya.

Orang yang telah melakukan yajna memperoleh pencerahan batin. Demikian pula dalam kehidupan modern, donor darah ataupun donor organ tubuhpun dapat disebut sebagai Yajna yang utama. Oleh karena itu dengan yajna yang kita lakukan niscaya semua anugrah pasti didapatkannya.

Pengorbanan untuk kebahagiaan abadi

Svar yanto napeksanta,
a dyam rohanti rodasi

yajnam ye vi vatodharam,
suvidvamso vitenire

Yajur Veda XVII. 68

Artinya
Para sarjana yang terkenal yang melaksanakan pengorbanan, mencapai kahyangan (swarga) tanpa suatu bantuan apapun. Mereka membuat jalan masuk mereka dengan mudah ke kahyangan (Swarga), yang menyeberangi bumi dan wilayah pertengahan.

Ulasan
Bahwa sesungguhnya dalam hidup ini ada sesuatu yang perlu dikorbankan yaitu apa yang kita punya tentunya, namun demikian apapun yang ķita korbankan apabila didasari dengan keikhlasan niscaya akan membuahkan hasil yang sesuai dengan pengorbanan tersebut.

Dengan pengorbanan yang tulus dan ikhlas dan tanpa pamrih pasti Hyang Widhi akan memberikan yang terindah dalam hidupnya.

oleh : Bapak Aris Widodo


Jumat, 29 Maret 2019

Percikan Dharma Susila



Percikan Dharma
Susila

Umat se-dharma, bahwa dalam kehidupan ini sangat diperlukan untuk menjalankan semua aktivitas sehari-hari yaitu tentang susila. Dalam suatu percakapan antara sisya dan guru, sisya. bapa, saya sangat jarang mendengar kata-kata Tat Twam Asi, apa yang dimaksudkan.

Guru, Tat Twam Asi yaitu kata-kata yang ada di filsafat Hindu yang mengajarkan tentang tingkah laku yang adiluhung tanpa batas sebab dimengerti oleh semua umat manusia, sebab aku adalah kamu, aku yaitu kamu dan semua makhluk hidup saling tolong menolong orang lain maksudnya menolong dirinya sendiri. Dan apabila kita menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri.

Tat artinya itu (aku), Twam artinya kamu dan Asi artinya yaitu. Untuk dapat mewujudkan jiwa sosial, fiksafat hidup Tat Twam Asi wujud dari dasar dari susila atau etika Hindu.

Susila artinya tingkah laku atau perbuatan yang baik dan mulia yang sesuai dengan peraturan-oeraturan tentang dharma dan yadnya. Bahwa dharma dalam susila itu yaitu hubungan yang baik antara manusia dengan Tuhan, hubungan dengan manusia lainnya dan hubungan debgan alam semesta. Hubungan yang selaras dengan dasar yadnya yaitu korban suci yang berdasar rasa ikhlas serta kasih sayang, memberikan kamakmuran.

Demikian susila atau etika yang bisa membuat manusia memanjakan hidupnya dengan baik, karena susila mengajarkan hal-hal yang baik dan bijak.

oleh : Aris Widodo

Minggu, 10 Maret 2019

Percikan Dharma Pemimpin Menurut Asta Brata

Percikan Dharma
Pemimpin Menurut Asta Brata


Umat se-dharma, perlu kita ketahui bahwa suatu bangsa pasti ada seseorang yang akan menjadi pemimpin. Untuk itu pemimpin yang baik dalam memimpin suatu bangsa menurut Asta Brata. Asta Brata artinya ajaran utama rentang kepemimpinan, yang merupakan petunhuk Sri Rama kepada Bharata (adiknya) yang akan dinobatkan menjadi raja Ayodhya.



Asta Brata disimbolkan dari sifat-sifat mulia dari alam semesta yang patut dijadikan pedoman bagi setiap pemimpin yaitu:



1. Indra Brata. Seorang pemimpin hendaknya seperti hujan yaitu senantiasa mengusahakan kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam tindakannya dapat membawa kesejukan dan penuh kewibawaan.

2. Yama Brata. Pemimpin hendaknya meneladani sifat-sifat Dewa Yama yaitu berani menegakkan keadilan menurut hukum atau peraturan yang berlaku demi mengayomi masyarakat.

3. Surya Brata. Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti Matahari (Surya) yang mampu memberikan semangat dan kekuatan pada kehidupan  yang penuh dinamika dan sebagai sumber energi.

4. Candra Brata. Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti Bulan yaitu mampu memberikan penerangan bagi rakyatnya yang berada dalam kegelapan/kebodohan dengan menampilkan wajah yang penuh kesejukan dan penuh simpati sehingga masyarakatnya merasa tentram dan hidup nyaman.

5. Vayu Brata. Pemimpin hendaknya ibarat angin, senantiasa berada ditengah-tengah masyarakatnya, memberikan kesegaran dan selalu turun ke bawah untuk mengenal denyut kehidupan masyarakat yang dipimpinnya.

6. Bhumi Brata (Danada). Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat utama dari Bumi yaitu teguh, menjadi landasan berpijak dan memberi segala yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakatnya.

7. Varuna Brata. Pemimpin hendaknya bersifat seperti Samudra yaitu memuliki wawasan yang luas, mampu mengatasi setiap gejolak (riak) dengan baik, penuh kearifan dan kebijaksanaan.

8. Agni Brata. Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat mulia dari Api yaitu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tetap teguh dan tegak dalam prinsip dan menindal/menghanguskan ysng bersalah tanpa pilih kasih.

Demikianlah seharusnya seorang pemimpin harus memiliki semua sifat-sufat alam semesta kalau bisa minimal salah dua atau satu sehingga rakyat benar-benar diperhatikan oleh pemimpin tersebut.

Narasumber : Aris Widodo

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini