BALI SUNDA MENYATU

OM. SA, BA, TA, A, I, NA, MA, SI, WA, YA, AM, UM, OM

PRAKATA

Selamat Datang

Semangat Hindu merupakan blog bersama umat Hindu untuk berbagi berita Hindu dan cerita singkat. Informasi kegiatan umat Hindu ini akan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat Hindu semangat kita bersama.

Bersama Semangat Hindu kita berbagi berita dan cerita, info kegiatan, bakti sosial dan kepedulian, serta kegiatan keagamaan seperti ; pujawali, Kasadha, Kaharingan, Nyepi, Upacara Tiwah, Ngaben, Vijaya Dhasami dan lain sebagainya.

Marilah Berbagi Berita, Cerita, Informasi, Artikel Singkat. Bagi yang mempunyai Web/Blog, dengan tautan URL maka dapat meningkatkan SEO Web/ blog Anda.

Terima Kasih
Admin

RANBB

---#### Mohon Klik Share untuk mendukung blog ini ####---

Rabu, 24 Agustus 2016

Swara Hindu Dharma

Swara Hindu Dharma. 
Menjaga Sradha Menebar Dharma. 

http://www.swarahindudharma.com/

Adharmam dharmam iti ya manyate tamasavrta
Sarvarthan vipaitams ca buddhih sa partha tamasi


“Pengertian yang menganggap hal hal yang bertentangan dengan dharma sebagai dharma dan dharma sebagai hal-hal yang bertentangan dengan dharma, dibawah pesona khayalan dan kegelapan, dan selalu berusaha kearah yang salah berada dalam sifat kebodohan, wahai putera Prtha.” (Bhagawad Gita 18.32)
 Kecerdasan dalam sifat kebodohan selalu bekerja dengan cara yang berlawanan dengan cara yang sebenarnya. Kecerdasan tersebut mengakui dharma dharma yang sebenarnya bukan dharma dan menolak dharma yang sejati. Orang yang kurang cerdas menganggap roh yang mulia adalah manusia biasa  dan mengakui orang biasa  sebagai roh yang mulia. Mereka menganggap kebenaran tidak benar  dan mengakui hal-hal yang tidak benar sebagai kebenaran. Dalam segala kegiatan mereka hanya mengambil jalan yang salah; karena itu kecerdasan mereka berada dalam sifat kegelapan.
Sering kali dalam keseharian hidup kita menemukan orang orang dalam ciri ciri yang disebutkan dalam sloka diatas dan seringkali pula kita menempatkan seseorang dalam kedudukan yang tidak tepat. Kita memandang rendah bila orang itu tidak berpakaian seperti kita, kita memandang rendah karena orang yang kita temui lebih miskin dari kita. Jadi sloka diatas mengajak kita untuk keluar dari situasi seperti ini.
Bagaimana cara kita merespon kenyataan yang luhur ini? Dengan memulai dari diri kita sendiri untuk mempraktekkan hal hal yang sesuai dengan pandangan sastra…sastra caksuh. Dengan  demikian kita bisa selalu berada dalam kedudukan kita yang sebenarnya.
om tat sat.
ref: I Gede Suwardana, S.Ag
Penyuluh Agama Hindu Kemenag DIY.

Kamis, 21 Januari 2016

Pura Parahyangan Bhuana Raksati

Pura Parahyangan Bhuana Raksati, berlokasi di Desa Sodong, Tigaraksa Tanggerang Banten. Selain Pura Parahyangan Bhuana Raksati ini, di propinsi Banten telah ada Pura Dharma Sidhi di Parung Serab Ciledug Tangerang , Pura Kertajaya di Kota Tangerang, Pura Eka Wira Anantha Taman Serang di Kopassus grup 1 Serang Banten, Pura Merta Sari di Rempoa serta Pura Parahyangan Jagatguru di Bumi Serpong Damai (BSD).

Propinsi Banten dengan kota-kotanya telah memiliki Pura Hindu, tempat umat Hindu melaksanakan persembahyangan,mengucapkan Puji-Syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,  kegiatan keagamaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan sosial, kegiatan pendidikan agama  hindu.

 

RATUSAN UMAT HINDU SEJABODETABEK, BERKUMPUL DI DESA SODONG, TIGARAKSA, TANGERANG BANTEN, GUNA MELAKUKAN PENGGALANGAN DANA PEMBANGUNAN PURA PARAHYANGAN BHUANA RAKSATI. SEJUMLAH ACARA MENARIK DIGELAR SEPERTI PEMENTASAN TARI PUSPA WRESTI, TARI TENUN, PAGELARAN MUSIK HINGGA DHARMA WACANA .

Berikut nama dan alamat Pura di Propinsi Banten

Pura Dharma Sidhi, Ciledug , 1993 

  • Jl. Pasraman No. 28-29 Komplek Kav. P & K Parung Serab Ciledug Tangerang
  • Ngenteg Linggih pada 11 Juli 1990, Pujawali Budha Kliwon Ugu
  • Lokasinya Klik disini Fotonya Klik disini
Pura Parahyangan Jagat Guru, Bumi Serpong Damai –

  •  Depan Cluster Catalonia, Sektor 14,5, Nusaloka BSD City
  • Ngenteg Linggih pada 19 Oktober 2014, Pujawali Redite Umanis Ukir
  • Lokasinya Klik disini Fotonya Klik disini
Pura Eka Wira Anantha, Serang, 1999 

  • Komplek Kopassus Group I Taman, Serang Banten
  • Ngenteg Linggih pada 25 Oktober 1999, Pujawali Purnama Kapat
  • Lokasinya Klik disini Fotonya Klik disini
Pura Kerthajaya, Tangerang

  • Jl. Pasar Baru No 102 Tangerang
  • Pujawali pada Saniscara Kliwon Tumpek Krulut.
  • Lokasinya  Klik disini Fotonya Klik disini
Pura Merta Sari, Rempoa, 1982 

  • Alamat : Jl. Kenikir No. 20 Rt.006/Rw.009 Kelurahan Rempoa – Bintaro. Telp. 021-7421161
  • Ngenteg Linggih pada 14 Juni 1984, Pujawali pada Purnamaning Sasih Sadha.
  • Lokasinya Klik disini Fotonya Klik disini

Minggu, 10 Januari 2016

Maha Siwa Ratri Puja

OM suastyastu. 

Dipenghujung Brahma muhurta, setelah menyelesaikan puja ke4 dalam rangkaian maha Siwa Ratri puja, sempat merenungkan tentang keberadaan sang diri. Secara jujur harus kuaui bahwa belum mampu memasuki salah satu lintasan progresif untuk mendekati Nya. Masih jauh dari sifat dan prilaku ikhlas dalam pelayanan secara vertical maupun horizontal. Apalagi bakti murni dengan penyerahan diri secara total. 

Kemungkinan besar masih berada dalam lintasan ego, lintasan kegelapan juga disebut “aanawa maarga”. Berikut adalah ciri-ciri prilaku manusia yang berada dalam lintasan tersebut : 

 Sama sekali tidak meyadari bahwa semua yang ada dan akan ada sesungguhnya bersumber dari Brahman. 

 Tidak percaya karma phala, bahwa semua perilakunya akan kembali kepadanya, melalui bibir, tangan orang lain atau sesuatu diluar dirinya. 

 Sama sekali tidak relijius. Bila ada kegiatan relijius hanya berpangku tangan, bahkan selalu ada penolakan dalam hati, bahkan seringkali sampai terucapkan. 

 Sama sekali tidak mempunyai keinginan untuk ikhlas, memberikan pelayanan. Semua kegiatan termasuk ditempat suci semuanya berlatar belakang pemikiran dunia-materi. 

  Merasa dirinyalah yang selalu benar “self oppointed teacher”, dan bergerak mengikuti langkahnya sendiri, artinya diberi masukan apapun akan cuek saja, tidak menggubris pandangan orang lain. 

 Emosinya hanya untuk diri sendiri dan keluarga. Kalau menyangkut kepentingan diri sendiri dan kelurganya, sangat protektif dan pemurah. Philosofinya adalah instingtif hewani “ Let,s preserve the nest and the lair at all cost”. Emosinya sangat labil, berputar-putar hanya disatu tempat yaitu kepentingan sendiri (ego sangat menonjol). 

 Kesadaranannya masih sangat dibawah, hidupnya masih diselimuti kemarahan yang meluap, ketakutan dan irihati (super lower concsiusness/ kesadaran-tala-tala).

  Mengabaikan dharma. Bisa saja orang seperti ini ada yang dalam hidupnya memperoleh artha cukup banyak dan kehidupan duniawi yang mapan. Semua itu karena karma masa lalunya (sanchitta karma). Namun pada umumnya, semuanya cepat atau lambat akan hilang terpralina, karena prilakunya yang sekarang. Ingat sloka suci yang mengajarkan bahwa bagi seorang penyembah Tuhan akan diberikan yang menjadi haknya, dan dilindungi yang sudah didapatnya. Masih banyak ciri lainnya yang merupakan penjabaran dari lima ciri pokok diatas seperti : 

a. Tidak ada waktu untuk sadhana (disiplin spiritual). 
b. Menghindari/tidak melakukan tirtha yatra tahunan. 
c. Tidak melakukan persembahyangan sendiri/bersama (kel, komunitas) ditempat-tempat suci. 
d. Tidak membaca kitab suci Veda. 
e. Tidak ada keinginan mencapai mukti. 
f. Tidak sungguh-sungguh meningkatkan kesucian diri. Walau tidak semua, ternyata masih ada ciri-ciri tersebut mewarnai sifat dan perilaku keseharian. 

Semoga Dewa Siwa sebagai penguasa tamasika guna, berkenan mengijinkan setiap usaha untuk membebaskan diri dari kegelapan dan kebodohan. Dan akhirnya hormat dan bhakti kepada para guru yang telah memberikan ajaran serta membukakan mata hati ini dari kegelapan yang pekat. 

OM ajananam timiran dasya, jananan jana salakaya, caksur unmilitamyena, tasmae Shri Gruru we namah. OM shanti,shanti,shanti OM.

sumber copas #group PAJK GN SALA

CHANNEL YOUTUBE SAYA - MOHON DI SUBSCRIBE

Cari Artikel di Blog ini

Berita Terkait Semangat Hindu

Artikel Agama Hindu

108 Mutiara Veda 3 kerangka agama hindu advaita visistadviata dvaita Agama Hindu Dharma agama islam Ajaran Hindu aksara suci om alien menurut hindu Apa yang dimaksud Cuntaka Apa yang dimaksud dengan Japa Apa yang dimaksud dengan Puja arcanam nyasa aris widodo artikel hindu arya dharma Arya Wedakarna Asta Brata Atharvaveda Atman avatara sloka babad Badan Penyiaran Hindu bagian catur weda bahasa jawa kuno bahasa kawi bahasa sanskerta Banggalah Menjadi Hindu banten hindu bali Belajar Hindu BELAJAR ISTILAH AGAMA HINDU bhagavad gita Bhagawadgita bhagawan bhuta yadnya Bimas Hindu BPH Banten brahma wisnu siwa Brahman Atman Aikyam brahmana ksatriya wesia sudra budaya bali budha kliwon sinta Bukan Heroisme buku hindu terpopuler Canakhya Nitisastra cara sembahyang hindu catur asrama Catur Brata Catur Cuntakantaka Catur Purusha Artha Catur Purusharta catur veda Catur Warna Catur Weda Cendekiawan Hindu Cinta Kasih Dalam Perspektif Hindu Dana Punia Deva adalah sinar suci Brahman Deva Brahma Deva Indera dewa dewi hindu dewa yadnya dewata nawa sanga dewi kata-kata dewi saraswati dharma artha kama moksa Dharma Santi dharma wacana Doa Anak Hindu donasi buku hindu epos mahabharata ramayana filosofi pohon bambu filsafat agama hindu ganesha Gayatri Sebagai Mantra Yoga Hari Raya Galungan Hari Raya Kuningan Hari Raya Nyepi Hari Raya Pagerwesi Hari Raya Saraswati Hari Raya Siwaratri HINDU adalah ARYA DHARMA HINDU ADALAH SANATHANA DHARMA HINDU ADALAH VAIDHIKA DHARMA Hindu Agama Terbesar di Dunia Hindu Banten Hindu beribadah di Pura Hindu Festival Hindu Indonesia hindu nusantara Hindu Tengger Hinduism Facts Hinduism the Greatest Religion in the Word Hukum Karma Ida Pedanda sakti isi catur weda Jadilah Manusia Setia Japa dan Mantram Jiwa jual buku hindu kakawin Kamasutra Keagungan Aksara Suci OM Kekawin Lubdhaka kepemimpinan jawa kuna Kerajaan Hindu Keruntuhan Agama Hindu kesadaran diri kidung dewa yadnya Kitab Suci Weda lontar Lontar Kala Maya Tattwa Maharsi Atri Maharsi Bharadvaja Maharsi Gritsamada Maharsi Kanva Maharsi Vamadeva Maharsi Vasistha Maharsi Visvamitra manawa dharma sastra Mantra Mantra Yoga manusa yadnya Meditasi Matahari Terbit Mengapa Kita Beragama menghafal sloka Mimbar Agama Hindu Moksha Mokshartam Jagadhita Ya Ca Iti Dharma Motivasi Hindu Mpu Jayaprema nakbalibelog Naskah Dialog Nuur Tirtha Om or Aum one single family opini hindu moderat Panca Sradha panca yadnya Panca Yajna pandita Panglong 14 Tilem Kepitu parahyangan agung jagatkartta paras paros segilik seguluk Pasraman Pasupati Pembagian Kitab Suci Veda Pemuda Hindu Indonesia pendidikan hindu pengertian catur weda Pengertian Cuntaka penyuluh agama hindu Peradah percikan dharma Percikan Dharma Dewa Yajna phdi pinandita Pitra Yadnya Ngaben Pitrapuja potong gigi Principle Beliefs of Hinduism Proud To Be Hindu Puja dan Prathana PÅ«jā Trisaį¹…dhyā adalah sebuah kewajiban Pujawali purana purnama tilem Purwaning Tilem Kapitu Radio online Bali rare angon nak bali belog Reinkarnasi Rgveda ritual hindu Roh Rsi yadnya sabuh mas sad darsana sad guru Samaveda sanatana dharma sang hyang pramesti guru Sang Kala Amangkurat Sang Kala Dungulan Sang Kala Galungan Sang Kala Tiga sapta rsi Sapta Timira Sarassamuscaya Sarassamuscaya Sloka sattvam rajah tamah sejarah agama hindu Sekta Hindu Semangat Hindu seni budaya hindu Sex and Hinduism siwa budha waesnawa siwa ratri Sloka sloka bhagawad gita sloka bhatara sloka Rgveda sloka yayurveda Slokantara Sloka Spiritual Bersifat Misterius spiritualitas hindu spma ribek sradha dan bhakti sri rama krishna paramahansa Sri Sathya Sai Baba Sri Svami Sivananda sumpah dalam perkara tabuh gesuri tabuh kreasi baru tabuh telu lelambatan tantri kamandaka tat twam asi tattwa susila upakara Tempat Suci Hindu tiga hubungan harmonis tri hita karana Tri kaya parisudha tri kerangka agama hindu tri mala tri pramana tri sandya Triji Ratna Permata tujuan perkawinan tujuh penerima wahyu tumimbal lahir upacara hindu upacara menek deha Upanisad upaweda Utsawa Dharma Gita vaidhika dharma Vasudhaiva Kutumbakam VEDA ADALAH ILMU PENGETAHUAN SUCI vedangga Vijaya Dashami Wasudewa Kutumbhakam widhi tatwa wija kasawur wiwaha agama hindu Yajna dan Sraddha yajna dan sradha Yayurveda Yoga Kundalini